Permata Hatiku

Permata Hatiku
Mengusir


__ADS_3

" apa kau akan tinggal lama disini ? "


oh baiklah, vanilla sepertinya benar benar ingin membuat Amey merasa tidak nyaman tinggal disini.


Amey yang sedang haus di tengah malam, keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil air. saat hendak menuju kamarnya, ia di halangi oleh vanilla.


vanilla berdiri angkuh dengan melipat kedua tangannya di depan perutnya. sorot matanya nampak sangat tak suka dengan kehadiran Amey.


Amey menggelengkan kepalanya benar benar heran dengan sosok vanilla. bisa bisanya ia keluar tengah malam menghadang dirinya.


" apa kau akan tinggal lama disini ? " sebuah pertanyaan lolos dari mulut vanilla yang membuat Amey berdecak kesal.


" bukan urusanmu ! " ucap Amey dengan nada yang sama angkuhnya.


" tentu itu urusanku ! " vanilla mulai terpancing akan perkataan Amey.


Amey meneguk gelasnya sampai tandas. ia benar benar haus dan ditambah dengan ucapan tak penting seperti ini membuatnya makin dehidrasi.


" apa kau nyonya disini ? " tanya Amey dengan ketusnya.


" belum, tapi akan menjadi nyonya disini ! " ucap vanilla dengan penuh percaya diri.


vanilla merasa dirinya berharga disini, buktinya Aaron saja tidak mengusirnya. dan ini menandakan ia akan selangkah lebih maju.


ia bahkan percaya, Aaron akan cepat menceraikan Berlian jika ia sudah bosan dengan para wanitanya seperti dahulu. dan di saat itulah ia akan menjadi nyonya di mansion Aaron ini.


" hati hati jangan terlalu berhalusinasi, nanti kau akan merasakan tulang belulangmu menjadi keropos ! " ucapan Amey membuat vanilla geram.


anak seusia Amey berani mengobarkan bendera peperangan.


" kau ! " tunjuk vanilla geram.


" kita lihat saja, kakakmu akan segera tersingkirkan dari sini ! " ucap vanilla kembali.

__ADS_1


Amey tertawa terbahak bahak akan tingkah vanilla. jika saja ia tahu, Aaron sudah membuat perjanjian dengan dirinya mungkin ia akan menelan ludahnya.


ya, Aaron sudah menandatangani perjanjian dengan Amey yang dimana, jika ia menceraikan Berlian maka seluruh harta yang dimiliki Aaron akan menjadi milik Berlian.


" ck, benar benar akan bangkrut nantinya ! " guman Amey dengan terkikik geli.


" kau mau kemana ! " vanilla menahan Amey saat hendak melangkahkan kakinya pergi.


" aku ? ya aku mau tidur, biar aku tidak cepat keriput karena keluar di tengah malam ! " Amey tersenyum sinis ke arah vanilla.


***kurang ajar !


bocah ini minta diberi pelajaran rupanya*** !


**************


Aaron lagi dan lagi bangun siang, membuat Rao menggerutu kesal.


" jangan terlalu banyak cerewet seperti perempuan ! bersabarlah biar kau tidak cepat tua ! " Amey berucap dengan berjalan melintas di depan Rao dan Hans.


Amey menjawab perkataan Rao karena tidak sengaja mendengar keluhan dari Rao.


" bocah menyebalkan ! " Rao menatap tajam tubuh Amey yang berlalu begitu saja.


tepat seperti kemarin, Aaron keluar dari kamarnya jam sebelas dengan wajah tak berdosanya.


" Hans, untuk sementara waktu kau urus semuanya dan jangan lupa pesankan tiket liburan kami. aku ingin berlibur panjang "


kalimat sederhana tapi mampu membuat Rao kesal. tuannya benar benar melupakan kegiatan mereka. budak cinta memang berbeda dari biasanya.


*


*

__ADS_1


*


*


*


makan malam ini sungguh luar biasa bagi Berlian. semua hadir dimeja makan menjadi satu, hangat tentunya ia rasakan.


matanya menatap satu persatu wajah yang duduk berdampingan dengan dirinya. ia cukup mengerut saat melihat wajah vanilla ikut serta dalam meja makan, tapi ia tidak mau mengambil pusing.


Berlian tahu jika ia tidak mungkin mengusir vanilla. satu sisi ia bukan sosok yang kejam, satu sisi ia menghargai Aaron. bagaimana pun Aaron adalah suaminya.


ck, Berlian memikirkan kata suami itu membuat bulu kuduk nya meremang.


" kapan kau akan pulang ke rumahmu ? " suara berat Aaron memecah keheningan.


vanilla seperti mendapatkan angin segar, menatap dan tersenyum mengejek kepada Amey.


" iya, kapan kau akan pulang ke rumahmu ? " ucap vanilla dengan bahagianya.


ia berfikir kemenangan ada padanya, ternyata Aaron sudah lebih dahulu mengusir Amey untuk pulang jadi ia tidak perlu membuat Amey keluar dengan susah payahnya.


" bukan dia, tapi kau ! kapan kau akan pulang ke rumahmu ! "


_________


...happy reading ya guys. ...


...semoga suka ❤️...


...tetap semangat ok !...


...aku gak akan pernah bosen untuk bilang tetap semangat 🥰...

__ADS_1


__ADS_2