Permata Hatiku

Permata Hatiku
Otak Beracun


__ADS_3

" hei, kau siapa ? " tanya vanilla dengan angkuhnya.


Amey yang merasa asing dengan perempuan di tengah tangga itu, melepaskan kaca matanya memperhatikan vanilla dengan seksama.


" aku ? bukan, tapi kau siapa ? " tanya Amey berbalik dengan gayanya yang lebih angkuh dari vanilla.


" sepertinya nenek sihir ada kembarannya. " ucap Rao pelan dan membuat Hans serta yang lainnya menahan tawanya.


" aku bertanya kenapa kau balik bertanya ? " vanilla mulai tak suka dengan kehadiran Amey.


" wanita aneh, marah marah tidak jelas. awas nanti kau keriput baru tahu rasa ! " ucap Amey dengan mengejek.


" kau berani mengataiku tua ! " ucap vanilla dengan bola mata yang membulat sempurna.


" aku bilang kau bisa keriput dan bukan tua ! ingat bukan tua " Amey memperjelas kalimatnya.


Amey merasa benar benar asing dengan wanita dihadapannya. yang ia tahu Aaron itu sudah tidak punya adik, jadi dari mana datangnya wanita ini.


" Mey "


Amey melihat kakaknya serta yang lainnya datang mendekatinya. betapa bahagianya ia melihat sang kakak, ia berjalan mendekati Berlian dan di peluknya hangat sosok Berlian.


" kakak, aku merindukanmu " Amey memeluk Berlian dengan erat, pun Berlian menyambut dengan hangat.


" ck, ternyata adiknya dia ! " vanilla bergumam pelan dengan tatapan tak suka pada keduanya.


" kakak, siapa wanita itu ? " tanya Amey dengan lirikan mata ke arah vanilla.

__ADS_1


Berlian menoleh ke arah mata Amey dan dilihatlah sosok vanilla yang berdiri dengan raut wajah tak suka.


" jangan hiraukan dia, anggap saj ia tak ada " bisik Berlian ditelinga Amey membuat Amey terkikik geli.


vanilla memincingkan matanya saat melihat interaksi pada keduanya. ada wajah yang tak suka saat dirinya tengah di bicarakan.


" kalian membicarakan ku ? " ucap vanilla dengan lantangnya agar Berlian dan Amey mendengarnya.


tapi Berlian dan Amey keduanya hanya menggidikkan bahu mereka tanda tak peduli dengan ucapan vanilla.


kakak beradik memang sama !


sama sama membuat kesal !


" oh ya kak, aku ada kabar untukmu ! " seru Amey saat mengingat sesuatu yang baru saja terjadi.


" simpan saja nanti, apa kau tidak lelah setelah melakukan perjalanan jauh ? " ucap Mark.


" Daddy, aku merindukanmu " kini Amey berlari memeluk Mark membuat Mark tersenyum senang.


" ternyata kau merindukan ku juga. aku fikir kau hanya merindukan kakakmu " Mark menggoda Amey membuat Amey mengerucutkan bibirnya.


" ternyata benar masih anak kecil ! " Amey menatap Aaron dengan tak sukanya.


Aaron benar benar suka mengejek Amey membuatnya sungguh kesal.


" bukan anak kecil tapi benar benar kecil ! " Gustav menambahkan membuat Amey benar benar kesal.

__ADS_1


kini mereka dua senang sekali menggoda Amey.


" aku anak kecil tapi aku bisa buat anak kecil ! " teriak Amey mendapat sebuah sentilan tepat di keningnya membuat ia menjerit sakit.


" kakak apa yang kau lakukan ! " Amey mengusap keningnya yang sakit akibat sentilan Gustav.


" otakmu benar benar beracun ! "


_____________


arrrrrgggghhh, amarah itu yang Ruby rasakan saat semua rencananya berantakan.


Ruby melempar benda apa saja yang ada di ruangan itu ke arah pria dihadapannya. jika pria itu tidak berbicara mungkin saat ini Diordan tidak mengetahui kebenarannya.


ancaman surat cerai selalu menghantuinya. ia tidak ingin bercerai dengan Diordan, ia tidak ingin apa yang ia nikmati sekarang hilang begitu saja.


" semua gara gara kau ! kau sungguh pengacau ! " Ruby terus saja melempar barang pada pria itu melampiaskan amarahnya.


" kau saja yang bodoh ! suami seperti itu saja kau tidak bisa meluluhkannya ! " sanggahan pria itu dengan terus menghindari dari benda benda yang dilemparkan ke arahnya.


" kau yang bodoh ! kau idiot ! "


___________________


...happy reading ya, semoga selalu tetap semangat. ❤️...


...jika kalian suka jangan lupa likenya ya....

__ADS_1


......***ingat harus tetap bahagia dan jangan berkecil hati ya 🥰......


...Salaam cinta dari Abang dan Ade*** ....


__ADS_2