
hari berikutnya tanpa adanya Aaron membuat Berlian frustasi.bahkan sampai saat ini pun Aaron masih belum bisa ia hubungi.
apa yang Aaron lakukan Disana dan apa pekerjaannya masih menyita waktunya sehingga Aaron tak sempat memberi kabar pada dirinya.
seketika kata waktu itu menggoyahkan rasa percaya Berlian pada Aaron.
apa yang Aaron sembunyikan ?
ck, membuat makin sakit kepala saja.
Berlian dengan cepat mengusir bisikan itu untuk keluar dari imajinasinya.
Berlian pun berinisiatif untuk mengusir rasa gundahnya dengan pergi mencari inspirasi diluar sana.
semoga saja inspirasi itu datang dan membuatnya terbawa dan melupakan hal negatir yang ada di kepalanya.
" nyonya mau kemana ? " tanya seorang anak buah Aaron di depan pintu saat melihat Berlian hendak pergi.
sebelum Aaron pergi, ia memerintahkan lebih banyak anak buahnya untuk menjaga Berlian.
" aku mau mencari inspirasi. tolong kalian jangan menghalangiku ! " ucap Berlian dengan nada tak suka. karena pastinya mereka akan mengikuti Berlian kemanapun ia melangkah.
" baik, kita akan mengajak nyonya untuk pergi. " jawaban itu yang membuat Berlian tak suka.
tanpa mereka Berlian sanggup untuk menjaga dirinya. tapi Aaron tetaplah Aaron yang tidak ingin dibantah akan keputusannya.
Berlian akhirnya pergi dengan beberapa anak buah Aaron. ia meminta para anak buah Aaron itu untuk berinisiatif dengan membawanya pada suatu tempat yang membuat mood nya naik kembali.
mereka semua kasak kusuk dengan mata yang lirik sana dan sini mencari tempat mana yang akan membuat mood nyonya besarnya membaik.
biasanya mereka akan dapat perintah untuk baku hantam oleh sang tuan, tapi kali ini mereka dapat sebuah perintah untuk mencari mood baik untuk sang nyonya istri tuan mereka.
akhirnya pada sebuah keputusan mereka setuju untuk mendatangi tempat itu. ya mungkin saja dengan tempat itu mood nyonya mereka akan membaik.
butuh jarak setengah jam lamanya untuk mereka sampai disana. setelah sampai pun mereka mempersilakan Berlian untuk keluar dari mobil.
__ADS_1
nampak jelas terlihat sebuah danau jernih nan cantik di depan matanya. ternyata anak buah Aaron masih bisa memberikan apa itu menaikkan mood dengan cepat.
" aku fikir mereka lupa akan menikmati hidup, ternyata mereka jauh lebih bernyawa dari pada tuannya. " kembali mengingat Aaron yang entah dimana dan entah apa membuat Berlian kembali terdiam.
mengingat Aaron, Berlian melirik pada anak buah Aaron yang tepat dibelakangnya. mungkin saja dengan bertanya pada mereka, Berlian tahu apa yang Aaron lakukan saat ini.
" boleh aku bertanya sesuatu ? " tanya Berlian pada mereka membuat anak buah Aaron menatap satu sama lain.
" katakanlah nyonya. " ucap salah satu dari mereka.
" apa kalian tahu apa yang dilakukan tuan kalian disana ? " tanya Berlian membuat mereka membisu.
makin bingung untuk menjawabnya, dari mereka sama sama memberi kode dengan melirik satu sama lain.
" sudahlah lupakan, kalian sedikit lah menjauh dariku. " Berlian tak ingin menekan mereka, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan apa yang ia cari.
dengan diam dan kegelisahan mereka, Berlian bisa menyimpulkan bahwa mereka tidak ingin mencari kemarahan Aaron.
biarlah nanti Aaron sendiri yang menceritakan pada dirinya. apa sebenarnya yang ia rahasiakan.
Berlian mencoba menghirup udara segar dengan memejamkan matanya. ia berharap sang inspirasi datang memeluknya saat dirinya membuka matanya.
ya tuhan pria ini benar benar pantang menyerah. sudah beberapa kali ia hindari masih bisa menampakkan dirinya di hadapannya.
" aku merindukanmu. " satu ucapan itu makin membuat Berlian kesal.
" Dio, mengertilah. kau sudah mempunyai Ruby sekarang dan aku adalah kakak iparmu. " untuk kesekian kalinya Berlian menjelaskan pada Diordan agar tidak mengharapkannya lagi.
" tidak, tolong jangan berkata seperti itu. " Diordan melangkah mendekat dan di peluknya tubuh Berlian.
" maafkan aku, jangan menghukumi seperti ini. aku sangat mencintaimu jangan pergi dariku. " lirih Diordan dengan mengeratkan pelukannya.
Berlian melirik kesana dan kesini untuk mencari anak buah Aaron. tapi nampaknya batang hidung mereka tak nampak satupun ia lihat. Berlian hanya bisa melihat kini disekitarnya hanya orang orang Diordan yang mengelilingi Berlian dan Diordan.
" kau sudah punya baby sekarang. " ucap Berlian dengan sedikit menjauhkan tubuh Diordan darinya.
__ADS_1
" tidak itu bukan anakku ! " Diordan kembali mengeratkan pelukannya agar Berlian tak bisa lepas darinya.
Berlian merasa tak nyaman. ia beberapa kali melepaskan pelukan Diordan sampai akhirnya ia berhasil melepaskan dirinya.
" jangan memeluk lagi. jika kau tak ingin aku membencimu ! " Diordan yang merasa terancam pun diam dan tak lagi memaksa Berlian.
" Dio mengertilah, jangan seperti anak kecil. aku sudah menikah jadi lupakanlah aku ! " ucap Berlian dengan memperlihatkan cincin pernikahan yang tersemat dijarinya.
Diordan yang menatap cincin itu pun makin merasa tak suka. seharusnya cincinnya lah yang ada disana bukan cincin Aaron.
" kali ini kau benar benar keterlaluan ! dulu kau yang meninggalkanku di hari yang seharusnya kita menikah. tapi sekarang kau datang dan mengusik kehidupanku, apa itu terlihat menyenangkan bagimu ? "
" aku mohon jangan pernah menggangguku lagi ! " ucap Berlian dengan mengatupkan kedua tangannya meminta permohonan pada Diordan.
begitu sakit yang Diordan rasakan saat wanita yang ia cintai ya benar benar menginginkan dirinya menjauh darinya.
tidak, ia tidak ingin Berlian menjauh darinya. cintanya benar benar membutakan mata hatinya. ia ingin memiliki Berlian dan itu harus ia dapatkan walaupun Berlian membencinya.
" Be...... "
" tuan, hentikan ! " ucap Ragis saat melihat anak buah Aaron berlari mendekat.
Ragis meminta Diordan agar pergi menjauh karena jumlah mereka saat ini begitu banyak.
saat Diordan ingin menggapai Berlian, saat itu pula Aaron menelpon Berlian.
Berlian tersenyum saat sang suami menghubunginya. begitu rindu Berlian akan Aaron sehingga Berlian tak menghiraukan Diordan yang menatapnya dengan rasa sesak.
" hallo ? "
" aku menunggumu dirumah ! "
___________
...panjang ya kan, semoga suka ya. ðŸ¤...
__ADS_1
...tetap semangat menjalani hari kalian ok....
...jangan lupa like nya ya....