
Rian benar-benar kesal kepada sepupunya itu sejak dulu Jovanka memang selalu mengerjainya, apalagi Jo selalu menganggapnya adik kecil.
"Apaan sih Jo ganggu aja lu," ucap nya sedangkan Jovanka hanya terbahak melihat tingkah Rian yang tampak kesal padanya sedangkan Dira sudah masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu nya rapat.
"Rasain lu, gua tahu lu suka kan sama adiknya Melati lu harus tau kalo dia adik nya Melati berati dia adik lu juga iya kan."
"Astaga Jo lu segitu nya, lagian apa urusan nya toh kita gak sedarah lagian gue sama Melati aja dulu pacaran kenapa sama Dira yang gak ada hubungan apa-apa sama keuarga gue gak bisa aneh emang lu," ucapnya.
"Ya dulu lu sama Melati kan gak tahu kalo kalian saudara kalo tahu gak mungkin gitu beg*. Lagian gua cuma kasian aja kalo dia jadi cewek lu," ucap nya membuat Rian bingung.
"Kenapa emang ada yang salah? gua tampan kaya pula, masih kere aja banyak yang suka masa sekarang udah tajir enggak."
"Cuma kasian aja nanti kalo dia jadi cewek lu dia terus aja di selingkuhin sama lu," candanya, membuat Rian mengerutkan kening nya.
"Enak aja lu bilang kek gitu fitnah lu, sejak dulu gua setian dan lu tahu dari dulu gua jomlo setelah putus dari Melati, mana ada yang kek gitu," ucapnya tidak terima.
"Ya selingkuh maksud gua kan bukan sama cewek aja tapi sama berkas-berkas, mana ada waktu lu sama dia hidup lu kan lurus-lurus aja gak seru yang ada dia bosan sama lu," ujar nya.
"Sialan lu," ujarnya membuat Jovanka kembali tertawa.
Melati yang melihat itu pun ikut tersenyum melihat kedekatan mereka, karna Rian bisa tertawa bebas tanpa beban.
"Kamu liat apa sih yang?" tanya Bayu heran melihat Melati tersenyum gak jelas.
"Aku senang liat kedekatan mereka," ucapnya menunjuk kedekatan Rian dengan Jovanka.
"Oh, tapi aku gak setuju kalo Rian sama dia," ucap nya.
Walau pun Rian tidak suka dengan Melati tapi dia tidak akan setuju kalo Rian bersama Jovanka.
Bayu sangat tahu Jovanka seperti apa dan bagaimana kehidupan nya dulu, dia terlalu sombong dan juga manja.
__ADS_1
"Kenapa? apa karna dia mantan Dokter Dewa?"
"Ya itu salah satu nya,dan banyak lagi yang kamu gak tahu tentang dia," ucapnya.
Percakapan pun berlanjut hingga larut malam sedangkan semua tamu sudah pulang dari tadi termasuk Rian.
Rian memang di ajak menginap di sana namun dia menolak dia lebih suka tinggal di apartemant nya.
Semenjak Om Kenta menikah dengan tante Ayunda beliau pindah rumah dan Rian pun juga pindah ke apartemant nya sedangkan yang menempati rumah yang dulu hanya Jovanka dan para pelayan saja.
Awal nya Kenta tidak setuju kalo Rian tinggal sendiri di apartemant namun saat Rian menjelaskan kalo dia tidak mungkin tinggal terus bersama Jovanka, walau pun mereka saudara tapi tidak ada ikatan darah.
***
Keesokan harinya Bayu dan Melati pun terbang ke pulau dewata Bali, ini bukan kali pertama mereka kesana namun kedua kali nya karna dulu mereka ke sana sebelum menikah yaitu bersama Mita dan juga kawan-kawan nya.
{Untuk yang belum tahu cerita nya Mita jangan lupa mampir ya ke Novel aku yang berjudul Terlanjur Cinta}
Bagaimana tidak lelah semalam dia memompa asi hingga pukul 2 pagi, setelah kepulangan para tamu sekitar jam 11 dia memutuskan untuk menyetok asi untuk babby Brian karna dia tidak mau nanti bayi nya itu kekurangan asi meskipun ada susu formula juga sebisa mungkin dia memberikan asi nya.
"Masih ingat gak sama kamar ini?" tanya Bayu menatap kolam renang yang ada di hadapan nya.
"Ingat ini kamar Mita dan Ifa, sedangkan aku sama Zahra di kamar sebelah." ujar nya mengingat dua tahun lalu.
"Kala itu cuma kita aja yang gak bawa pasangan aku sempat iri dengan mereka karna datang dengan pasangan nya, ingin rasanya aku ngajak kamu jalan tapi kamu malah asyik sama teman baru kamu," ucapnya mengingat hal itu.
"Bukan teman baru tapi dia teman SMA ku dan baru bertemu setelah sekian lama dan kamu tahu dia anak dari pemilik Resto sebelah, saat dia ngajak jalan ya aku ngikut aja dari pada ganggu Mita dan yang lain," akunya.
"Harus nya kamu ajak aku waktu itu aku benar-benar sangat bosan kala itu, untung saja ada Sandy jadi aku ada teman bicara," ujarnya.
"Aku mana berani ngajak kamu Mas, kita gak sedekat itu waktu itu." ucapnya mengingat hal itu.
__ADS_1
Bayu pun mengelus rambut panjang istrinya yang tiduran di atas pahanya, Bayu sangat bahagia sekali karna hidupnya begitu sempurna setelah menikah dengan Melati.
***
Di sisi lain Rian sudah sampai di luar kota dia hanya berdua saja dengan Dira, awalnya Dira sempat menolak namun harus bagaimana lagi nama nya juga perintah.
Saat sampai di tempat itu Dira baru sadar kalo kota itu adalah kampung halaman nya.
"Bapak kok gak bilang sih kalo tempat nya di kota ini," ucapnya.
"Memang nya kenapa? apa ada yang salah?" Rian pura-pura tidak tahu kalo Dira sedang tersenyum bahagia.
"Tidak, kalo saya tahu sejak awal mungkin saya tidak akan menolak karna ini kota kelahiran saya," jawabnya.
"Masa sih?"
"Iya," jawab nya sambil terus melirik kearah luar, mereka memang datang bertiga bersama supir perusahaan.
Dira nampak bingung saat mobil itu terus berjalan ke arah komplek perumahan yang menuju rumah nya apa mungkin Rian akan bertemu klien nya di sana, atau mungkin peresmian hotel itu dekat dengan tempat tinggalnya.
"Ra kamu kok diam saja, apa rumah kamu jauh dari sini?"
Dira pun menggelengkan kepala saat mobil mereka sampai di depan sebuah rumah.
"Itu rumah saya," ucapnya menunjuk ke arah samping tepat nya di sebrang jalan dimana mobil itu berhenti.
Dira sekarang tahu kalo Rian berhenti di depan rumah Pak Rt yang sekarang menjabat sebagai anggota dewan.
"Ayo turun kita sudah sampai," ajaknya.
Dira hanya mengikuti Rian dari belakang jujur dia sangat malas sekali bila harus masuk lagi kerumah itu, apalagi perkataan bu Rt yang selalu saja membuatnya menangis.
__ADS_1
"Semoga aku tidak bertemu dengan nya," batin Dira terus berdo'a.