Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 115


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Dira terus saja menghindari Rian membuat Rian heran, apa sebenarnya yang membuat Dira menjauhi nya sedangkan dia merasa tidak melakukan kesalahan.


"Aku harus caru tahu kenapa Dira seperti itu, apa mungkin ini gara-gara pria itu sehingga dia manjauhiku," batinnya.


Ya selama beberapa hari ini Dira memang tiap hari kerumasakit menjenguk Elga yang masih koma, selain menjenguk saudara tirinya itu Dira juga mengirimkan makanan untuk Erwin.


Selama Erwin pulang Dira lah yang menjaga Elga di sana karna Erwin tidak punya siapa siapa lagi selain Pak Usman.


"Apa kakak tidak mau berbaikan dengan Bapak?" tanya Dira.


"Aku sebenarnya tidak punya masalah dengan Papah namun Papah selalu saja salah paham terhadapku," ucapnya.


"Cuma gara -gara aku mempunyai sebuah club malam dia bisa menuduhku macam-macam," ucapnya.


"Maksudnya gimana?"


"Papa bilang kalo usaha ku tidak benar, andai saja Papa tahu bagaimana perjuanganku hingga bisa menjadi seperti ini mungkin dia akan sangat bangga padaku," ucapnya.


"Lalu kenapa Kakak tidak menceritakan semuanya?" tanya Dira penasaran.


"Karna Papa gak pernah nanya, jadi aku pun malas bercerita sedangkan kamu wanita pertama yang berani banyak bertanya padaku," ucap nya.


"Jadi kakak gak senang gitu kalo aku banyak tanya?"


"Tentu saja aku senang aku merasa ada yang memperhatikan makasih ya sudah menjadi adik yang baik dan selalu bersedia mendengarkan curhatan ku," ucap Erwin.


Entah mengapa mereka semakin dekat dan Erwin banyak cerita tentang masa kecilnya dan juga Elga.


Saat sedang asyik bercerit ponsel Erwin berdering dan dia pun langsung mengangkatnya.


Ternyata Jovanka yang menelpon nya gadis itu terus saja bertanya apa saja agar bis berlama lama berbincang dengan Erwin.


(Sedang apa apa kamu sudag makan siang?)


(Seperti biasa aku baru saja makan siang kebetulan adik ku mengantar makan siang untukku)


(Adik?) tanya Jo bingung.


(Iya adik ku tadi kesini, sorry aku belum cerita sama kamu kalo aku punya adik tiri dan dia perempuan)


(Apa dia cantik?)


(Tentu saja tapi lebih cantikan kamu)


(Gombal)


(Aku serius Jo)


(Apa kamu tertarik dengan adik tirimu itu?)

__ADS_1


(Apa kamu gila? tentu saja tidak aku tidak mungkin suka dengan anak kecil itu)


(Apa dia masih ada di sana, aku ingin mengenalnya)


(Sudahlah Jo kamu gak perlu repot-repot kesini aku tahu kamu pasti sibuk)


(Tidak, aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dan nanti langsung kesana pulang dari kantor)


(Astaga apa kamu cemburu sayang)


(Tidak, untuk apa aku cemburu ya sudah kalo begitu aku tutup ya)


Erwin pun tersenyum lalu memasukan nya ponsel nya ke dalam saku celana nya.


"Kak aku pamit ya jam makan siang ku udah mau selesai," ucap Dira.


"Ya sudah kamu hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut bawa motor nya."


"Iya kak."


Dira pun keluar dari rumasakit dan bergegas kembali kekantor untung saja dia tahu jalan pintas sehingga tidak terlambat.


***


Sedangkan Bayu mendapatkan teror entah dari siapa membuatnya bingung, dia merasa selalu diawasi setiap keluar dari rumah seperti siang ini.


Saat kembali ke kantor Bayu merasa ada yang mengawasi nya dia baru saja selesai metting dengan klien nya di salah satu Cafe.


Mbok Darmi berlari tengpongah -pongah menuju kamar Melati, setelah mendapatkan telpon dari polisi lalintas.


"Mbak Mel buka pintunya Mbak ini penting,," ucap nya terisak di depan pintu kamar dan Melati pun segera membuka nya.


"Ada apa Mbok kenapa menangis?"


"Anu Mbak itu emm itu," Mbok Darmi malah susah berbicara dia semakin keras menangis.


"Tenang ya sekarang katakan apa yang sebenarnya terjadi kenapa bibi menangis?" tanya Melati mengusap pundak art yang sudah seperti ibu nya itu.


"Suami saya dan Mas Bayu kecelakaan," ucap nya tertunduk lemas.


"Maksudnya apa, mbok jangan bercanda ini benar benar gak lucu," ucap nya mulai tidak tenang.


"Itu benar Mbak, barusan ada telpon dari polisi lalu lintas," ucap nya.


Melati pun memegangi dadanya dan jatuh tidak sadarkan diri, Mbok Darmi pun bingung dan segera menelpon pak satpam agar membantu nya.


Setelah membantu Pak Satpam meletakan tubuh Melati di tempat tidur Mbok Darmi menghubungi Dira berkali-kali namun tidak diangkat.


"Bagaimana ini," ucap nya bingung .

__ADS_1


Pak satpam pun kasihan melihat wanita paruh baya itu sehingga dia menghubungi Bu Zoya.


Bu Zoya pun segera keluar dari toko perhiasan nya dan menghubungi suami nya untung saja Bimo langsung mengakat panggilan dari istrinya itu.


Mendengar Melati pingsan, Bimo pun ikut panik dan segera melajukan mobil nya meninggalkan kantor dia segara menjemput istri nya.


Untung saja tidak macet sehingga mereka bisa sampai lebih cepat hanya beberapa menit saja.


"Mbok apa yang terjadi kenapa Melati tiba -tiba pingsan?"


"Mas Bayu kecelakaan bu bersama suami saya," ucap Mbok Darmi.


"Apa jadi Bayu kecelakaan?"


"Iya pak," jawab nya.


"Ya sudah sayang ayo kita kerumasakit," ucap nya.


"Lalu gimana sama Bryan gak mungkin kan di bawa lagian Mbok Darmi juga pasti ingin tahu keadaan suaminya.


"Kita titip Ayunda saja Pah, pasti dia ada di rumah," ucap nya.


Mereka pun bergegas pergi ke rumasakit dan mampir dulu ke rumah Ayunda menitipkan Bryan.


Melati juga masuk keruang perawatan, sedangkan Bimo nampak mencari dimana keponakan nya.


"Bagaimana korban kecelakaan bernama Bayu Dok?"


"Luka nya tidak terlalu parah hanya butuh beberapa jahitan di kepalanya sedangkan Pak Usman nampak sedikit parah.


"Lakukan yang terbaik untuk mereka Dok," ucap Bimo.


"Kami akan berusaha yang terbaik Pak,"


Zoya memeluk erat Mbok Darmi dia berusaha menenangkan art nya


"Tenang ya Mbok semua pasti akan baik baik saja," ucap nya.


Sedangkan Melati baru saja sadar dari pingsan nya dia memegangi kepalanya yang sangat sakit.


Namun dia berusaha bangun dia ingin mencari tahu bagaimana keadaan suami nya.


"Ibu jangan banyak gerak dulu ya, darah nya masih rendah dan keadaan ibu juga masih lemah." ucap seorang suster.


"Lepas sus saya mau mencari suami saya," teriaknya membuat mereka kewalahan Bu Zoya yang meendengar keributan pun masuk keruang rawat Melati.


"Ada apa sus? "


"Pasien mengamuk histeris bu sehingga kami terpaksa menyuntik obat tidur, seperti nya anak ibu sedikit syok sehingga dia bersikap seperti itu."

__ADS_1


"Iya gak papa sus mungkin setelah kondisi nya stabil kita bisa menenangkan nya.


__ADS_2