Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 37


__ADS_3

Pagi itu di kantor terjadi kehebohan yaitu kedatangan Melati yang tampak cantik, hari ini Melati di biarkan berdandan dan tidak memakai kacamata tentu saja membuat karyawan bertanya-tanya siapa wanita cantik itu.


Sedangkan Bayu nampak senyum mendengar bisik-bisik dari karyawan nya yang membicarakan wanita cantik itu.


Mereka berfikir Melati yang cupu sudah tidak bekerja lagi di sana dan di gantikan oleh wanita cantik itu.


"Eh gimana keadaan nya Melati ya setelah di pecat dari sini?" ujar karyawan A.


"Iya padahal dia cerdas loh cekatan juga cuma sayang gaya nya aja yang sedikit kampungan," ujar Karyawan yang lain.


Gosip pun langsung menyebar dengan pikiran mereka masing-masing karna Bayu maupun Melati tidak ada yang mengklarifikasi.


Ini akan menjadi keberuntungan bagi Bayu agar bisa mengatakan yang sebenarnya kalo Melati itu adalah istrinya.


"Maaf semua saya mau berbicara dengan kalian semua," ujar nya membuat para karyawan itu berbisik dan berkumpul mendekati Bayu.


Pikiran mereka menerka-nerka apa yang akan Bayu katakan, apa ini soal Melati yang sudah tidak bekarja di sana atau tentang wanita cantik di sebelah nya.


"Apa kalian ada yang tahu siapa wanita yang ada di samping saya ini?" tanya Bayu membuat mereka menggelengkan kepala dan bisik-bisik bertanya siapa.


Bayu hanya tersenyum sedangkan Melati hanya diam saja tak ingin menjawab pertanyaan mereka toh mau dia cantik atau jelek pun mereka pasti akan tetap membenci nya.


"Ini Melati teman kalian sekertaris saya," ucap nya membuat mereka melongo, mereka tidak percaya kalo itu adalah Melati yang selama ini bekerja di sana.


"Bapak serius dong jangan prank kami, kamu tahu Bu Melati itu seperti apa," ucap salah satu karyawan dan di angguki oleh yang lain.


Melati pun menganggkat wajah nya melirik semua karyawan yang ada di sana, bahkan dia sangat tahu pria yang barusan bertanya dia adalah Bastian pria yang dulu sempat mendekati nya.


"Saya memang Melati, Pak Bastian," ucap nya tersenyum.


Bastian pun melongo mendengar ucapan Melati dan tentu saja membuat mereka semakin riuh.


"Nah kalian dengarkan dia adalah Melati dan saya akan mengumumkan satu berita lagi, saya dan Melati sudah menikah beberapa bulan yang lalu jadi saya tidak mau mendengar gosip apapun tentang saya atau pun Melati, tapi kalo masih ada yang bicara di belakang saja siap-siap angkat kaki dari kantor ini," ucap Bayu tegas.

__ADS_1


Namun semua karyawan malah mencibir Bayu, bukannya di perusahaan ini tidak boleh ada yang punya hubungan antara sesama pekerja lalu apa ini kenapa Bayu malah sengaja memamerkan pernikahan mereka.


"Gak bisa gitu dong Pak bukannya peraturan itu sudah berlangsung lama kalo pun ada yang punya hubungan mereka harus siap pindah ke kantor cabang atau salah satu nya keluar," ucap Bu Dina ikut-ikutan bicara.


Bayu juga bingung harus menjawab apa, namun dia tidak mau terus-terusan menyembunyikan status pernikahan nya.


Apalagi saat melihat Melati yang merubah penampilan nya, dia ingin protes namun dia tidak mau Melati sampai marah lagi kepadanya.


Bayu pun akhirnya mengatakan yang sebenarnya karna dia takut kalo nanti akan banyak pria yang mendekatinya selama dia bekarja.


Wajah cantik Melati benar-benar membuat nya gila, dia jadi nekay memberi tahu semua karyawan di sana agar semua karyawan pria tahu kalo wanita cantik itu milik nya.


Saat suasana memanas tiba-tiba pak Ali datang bersama istrinya yaitu Bu Fatma.


Bu Fatma nampak memeluk Melati dia sangat merindukan sahabat dari anak nya itu karna sudah lama tidak bertemu.


"Bagimana kabarmu?" bisik bu Fatma.


"Kabar baik," jawab nya tersenyum.


"Ada apa ini?" tanya Pak Ali heran melihat karyawan nya yang berkerumun.


Mereka pun berbicara tentang Bayu dan Melati dan Pak Ali pun hanya tersenyum karna dia yang menyarankan Bayu untuk bicara yang sesungguhnya.


"Maaf rekan-rekan semua atas ketidak nyamanan nya saya yang menyuruh mereka mengakui pernikahan mereka karna saya sudah menyabut peraturan itu," ujar nya tegas.


Mereka pun tampak senang mendengar nya karna ada di antara mereka yang berpacaran secara sembunyi-sembunyi dengan di cabut nya peraturan itu mereka bisa bernafas lega.


Setelah mendengar penuturan dari pemilik perusahaan mereka pun membubarkan diri, kini tinggal mereka berempat di sana.


"Mari kita bicara di ruang kerja saya," ucap Pa Ali dan mereka pun mengangguk mengikuti Pak Ali naik lift menuju ruangan nya.


Sesampainya di ruangan Pak Ali mereka memutuskan duduk di sofa.

__ADS_1


"Kapan Pa Ali pulang?" tanya Bayu karna biasa nya mereka akan memberi tahu kan nya terlebih dulu.


"Tadi malam,maaf tidak memberi tahu kalian," ujar nya.


Bayu nampak tersenyum akhirnya pekerjaan nya bisa kembali normal dan tak perlu lembur lagi.


"Tidak apa-apa Pak kami senang kalian sudah sampai dengan selamat," ujar Bayu.


Pa Ali pun memberikan sebuah amplop kepada Bayu membuat semua orang mentapa nya bingung.


"Ambilah Bay," ujar nya namun Bayu nampak ragu untuk mengambilnya.


"Kenapa wajah mu sangat tegang sekali," ujar Pa Ali terkekeh melihat Bayu.


"Apa ini, ini bukan surat pemecatan ku kan," ujar nya membuat Pa Ali menggeleng Melati dan bu Fatma nampak menyimak pembicaraan mereka.


"Buka saja kenapa kamu takut sekali," ejek nya membuat Bayu kesal.


Bayu pun membuka amplop itu pelan, dia sangat gugup sekali dengan apa yang akan di lihat nya.


"Apa ini serius?" tanya Bayu berbinar.


Pa Ali pun mengganggukan kepala nya sambil tersenyum sedangkan Melati bingung apa yang Bayu lihat dia penasaran apa isi nya.


"Pergilah nak kalian sudah bekerja keras beberapa bulan ini dan terimakasih banyak," ucap nya.


Pa Ali sangat berterimakasih kepada mereka yang sudah bekerja keras menyelesai kan pekerjaan nya selama dia di Turki.


Pa Ali sangat bangga sekali kepada mereka berdua berkat mereka dia bisa menjalan kan bisnis nya dengan tenang di Turki hingga satu bulan lama nya.


"Makasih banyak pak," ujar Bayu tersenyum.


"Kalian boleh pergi hari sabtu saya memberikan cuti satu minggu kepada kaliab, semoga kalian bisa bersenang-senang," ujar nya.

__ADS_1


Melati pun akhirnya mengerti apa yang tadi di berikan kepada Bayu, ternyata itu adalah tiket pesawat yang entah kemana tujuan nya namun Melati sangat tahu kalo Pa Ali tidak akan berbohong.


Dia pernah mengatakan nya dulu sebelum ke Turki kalo mereka bisa berlibur setelah pekerjaan Pa Ali selesai.


__ADS_2