
Bruk
Nathali pun terlempar jauh saat sebuah mobil truk menghantam tubuh nya, orang -orang yang ada di sekitar pun hanya di diam saja menunggu ambulan dan polisi datang mereka tidak ada yang berani mendekat.
"Langsung bawa ke rumasakit dan kami ikut mereka ke kantor," ucap Pak Polisi menunjuk sang supir truk yang menunduk nampak ketakuatan.
Sang supir truk hanya bisa pasrah masuk ke mobil polisi sedangkan Nathali segera di larikan ke rumasakit.
Ambulan pun sampai 10 menit kemudian,namun ternyata nyawa Nathali tidak tertolong lagi wanita itu meninggal saat di perjalanan.
Bayu tak sengaja berpapasan dengan korban pun penasaran karna Ia sangat hafal sekali dengan gelang yang di pakai oleh Nathali.
"Maaf sus korban kenapa ya?" tanya Bayu penasaran.
"Tertabrak truk dan meninggal di perjalanan ke sini, kata salah seorang saksi wanita ini memyebrang sambil melamun dan tidak melihat kanan kiri sehingga terlempar sedikit jauh dari jalan raya," jawab suster itu.
"Boleh saya lihat tanda pengenalnya?" tanya Bayu jujur Ia penasaran dan juga takut kalo itu benar benar tante nya.
"Silahkan Pak siapa tahu anda kenal dengan wanita itu, karna kami sangat susah menghubungi keluarga nya," ucap Pak polisi memberikan ktp milik Nathali.
Bayu nampak terdiam Ia benar benar kaget sekali melihat ktp tante nya itu, lalu Ia pun menunduk sambil mengusap air mata nya.
"Dia tante saya Pak," jawb Bayu menunjukan poto nya saat kecil bersama Nathali dan Ilham.
"Baik, silahkan anda ikuti suster untuk membawa jenazah pulang. kami permisi," ucap Pak Polisi menjabat tangan Bayu lalu pergi.
Bayu pun mengikuti suster itu, namun baru beberapa saat Melati memanggilnya.
"Mas..!"
Bayu sampai lupa kalo Ia meninggalkan istrinya sendiri, tadi Bayu berniat menebus obat untuk istrinya namun saat melihat Nathali Ia jadi lupa.
"Mas dari mana aja sih? lama banget?" tanya Melati bingung.
"Loh Mas habis nangis kenapa?" tanya Melati melihat mata Bayu merah.
__ADS_1
Bayu pun memeluk erat istrinya membuat Melati bingung."Ada apa sih Mas?"
"Tante Nathali sudah meninggal," ucap nya membuat Melati mengerutkan kening nya tidak percaya.
"Inalilahi," ucap Melati menutup mulut nya.
Mereka pun membawa Nathali pulang untuk dimakam kan, Nathali di makamkan di pemakaman umum dekat kedua orang tua Bayu.
***
Beberapa bulan berlalu Dira pun dinyatakan hamil, semua orang ikut senang mendengar nya begitu juga dengan Melati dan juga Bayu.
Mereka ikut bahagia dengan kabar berita itu sedangkan Jovanka Ia juga sedang bahagia dengan mengurus bayi nya yang sudah mulai aktip, semua orang sepakat tidak akan ada yang memberi tahu siapa Yudha sebenarnya.
Erwin menamai bayi itu Yudha Aditia pratama, anak itu tumbuh sehat di tangan Jovanka yang sangat menyayangi nya.
"Aku senang akhirnya Dira hamil juga," ucap Melati tersenyum mengingat pertemuan mereka tadi siang.
"Kita juga harus sering sering membuat nya agar cepat hamil seperti Dira," ucap Bayu menaik turunkan alis nya membuat Melati merona.
"Apaan sih Mas gak jelas banget," jawab nya memalingkan wajah nya merasa malu.
"Kita bikin adik buat Bryan lah," ucap nya namun Melati hanya tersenyum tidak menghiraukan nya.
Usia Bryan yang baru saja menginjam umur 2 tahun lebih membuat nya sedikit kewalahan karna Melati masih mengurus bayi itu sendiri tanpa bantuan pengasuh.
"Kita makan di luar yuk mungpung Bryan menginap di rumah ibu," ajak Bayu dan Melati pun mengangguk sudah lama memang Ia tidak makan bersama di luar dengan suami nya.
"Boleh ayo," ucap nya.
Acara makan malam berjalan lancar namun saat ingin pulang mereka tak sengaja bertemu dengan seseorang.
"Bay lu di sini juga?" tanya seorang pria berdiri di hadapan mereka mengulurkan tangannya membuat Melati heran siapa pria itu.
"Ah iya gimana kabar lu?" tanya Bayu menjabat tangan pria itu. Sedangkan pria itu nampak terkesima dengan kecantikan Melati sehingga membuat Bayu kesal dan berd3hem.
__ADS_1
"Ehmmm," mendengar Bayu berdehem membuat pria itu tersadar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu makan di sini juga sama siapa?" tanya Bayu penasaran, Ia melirik kanan kiri namun seperti nya pria itu datamg sendiri.
"Gue sendiri," jawab nya membuat Bayu menganguk.
"Oya kenalkan ini adalah istriku nama nya Melati," ucap Bayu mengenalkan istrknya pada laki laki itu agar dia tahu kalo Melati istrinya sambil merangkul pundak nya.
'Seperti nya Melati tidak mengenali ku. bagus kalo begitu," batin pria itu.
Setelah bertemu dengan pria itu mereka pun pulang karna sudah malam, takut nya Melati bosan berasa di tempat itu.
"Oya Mas yang tadi itu siapa?" tanya Melati penasaran karna Ia merasa pernah bertemu dengan pria itu namun entah dimana Ia lupa.
"Dia Reno anak nya Pak Han," jawab nya dan Melati pun mengangguk Ia tidak mau membahas lagi tentang orang itu apalagi dia masih kesal dengan keluarga itu apalagi dengan Ana.
Melati tidak tahu kalo Ana mempunyai seorang Kakak yang sangat arogant dan juga jelalatan, Melati bisa melihat dari tatapan nya.
"Apa Reno sengaja datang kesana untuk bertemu kita?"
"Enahlah. Ayo tidur jangan banyak pikiran, Reno gak mungkin macam macam pada kita," ucap Bayu. Namun Melati merasa kedatangan Reno adalah sebuah ancaman bagi mereka dan Ia harus hati hati dengan orang itu.
Melati akan meminta bantuan Pak Ali agar membantu nya Melati takut orang itu dendam atas penangkapan Ana satu tahun yang lalu.
Melati merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur meski pikiran nya melayang entah kemana namun akhirnya Ia pun bisa tertidur juga.
Di sisi lain seorang pria nampak menatap sebuah pistol di tangan nya sambil minum alkohol dari botolnya.
"Andai kamu masih hidup aku tidak akan dendam lagi pada mereka," ucap nya menatap Marta yang sudah meringkuk di atas tempat tidur.
Marta sedang hamil anak pertama nya, semenjak Bayu sadar Marta tidak ingin mengganggu sahabat nya itu lagi.
Namun saat mendengar Ana bunuh diri di dalam penjara Marta sangat syok medengar nya begitu juga dengan Reno Ia akan menuntut balas.
Ana drefresi setelah berbulan bulan di penjara karna kasus nya jalan di tempat Ia ingin bebes namun sangat susah membebasakan nya Ia takut dengan sang Ayah sehingga Pak Han tidak bisa berbuat apa apa dan Ana pun bunuh diri.
__ADS_1