
Bayu pun mengerjapakan matanya di merasakan pegal di tubuh nya, pantas saja kalo dia pegal karna dia tertidur dengan posisi yang tidak nyaman.
Dia pun segera membersihkan diri, hari ini dia akan mencari lagi Melati walau dia belum tahu dimana wanita yang di cintainya itu.
"Gue tahu lu kecewa sama dia Bay, tapi lu juga harus tahu kalo lu udah nyakitin perasaan dia. Melati itu wanita yang baik dan gua tahu itu dari dulu walau pun dia sedikit manja namun yang gua lihat sekarang dia mulai dewasa dan yang jelas dia setia." ucap Rio beberapa hari yang lalu.
Bayu pun segera keluar dari unit nya dia sudah mandi dan segar hari ini dia akan mencari Melati.
Saat dia mengaktipkan ponsel nya dia kaget bercampur senang melihat notifikasi chat dari Rio yang mengatakan kalo dia sudah menemukan keadaan Melati.
Dia membaca alamat yang Rio kirim kan namun Rio meminta maaf karna tidak bisa menemani nya ke tempat itu karna dia harus menunggu Ayumi di rumasakit karna semalam mengalami kecelakaan.
Bayu pun langsung membalas nya dia akan ke rumasakit dulu sebelum pergi ke tempat itu dia akan memastikan keadaan Ayumi dulu.
[Loe di rumasakit mana biar gue samperin loe kesana] ~send Rio.
Rio tidak membalas nya namun dia balik menelpon sahabat nya itu.
Bayu pun langsung mengangkat nya dia sangat penasaran dengan cerita Rio.
[Hallo Bay lu baru bangun jam segini, lu udah baca chat gue kan? kapan lu mau kesana] tanya Rio di seberang sana.
[Ya elah Yo lu bisa gak kalo nanya satu-satu] jawab nya sedikit kesal.
[Sorry habis nya lu lama amat sih bales chat gua harus nya lu tuh berterimakasih sama gua, karna udah ngasih tahu kabar baik buat lu]
[Iya-iya btw lu di rumah sakit mana gua mau jenguk Ayumi dan gimana keadaan nya]
[Dia baik -baik saja, nanti aja lah kalo mau jenguk sore apa malem soal nya gua udah jalan pulang nih, ada metting soal nya siang ini. Dan sebaiknya lu cepetan cari Melati ke sana jangan tunggu lama-lama]
__ADS_1
[Iya-iya ini gue udah siap berangkat ko, nanti gue kabarin kalo nyampe sana soal nya gue mau naik bis gak bawa mobil]
[Ya udah lu hati-hati di jalan ya, semoga kalian segera kembali secepat nya]
[Thank bro]
Setelah berbincang lama di telpon Bayu pun memesan taxi agar bisa sampai di terminal bus dan tak perlu menunggu waktu lama 15 menit Bayu pun sampai di terminal.
Dia naik bus jurusan kota itu, dia berharap kedatangan nya bisa mengubah semua nya.
Dia berharap Melati mau memaafkan segala kesalahan nya.
.
Pagi ini Melati memutuskan untuk jalan-jalan sekitaran komplek dia sengaja berjalan-jalan pagi untuk melatih otot-otot perut nya apalagi kehamilan nya sudah mau 4 bulan namun karna perut nya masih rata belum terlihat.
Tak jarang banyak orang yang menyangka Melati itu masih kuliah sama seperti Dira, mereka berpikir Melati teman kuliah nya.
"Pagi teh sendiri aja kemana neng Dira nya?" tanya tetangga Dira mereka sudah banyak yang mengenali Melati karna setiap hari Melati berbelanja di tukang sayur keliling dan otomatis mereka bertanya siapa Melati.
"Lagi kepasar bu beli ikan," jawabnya ramah.
Melati pun melanjutkan lagi perjalanan nya hingga akhirnya kembali ke rumah namun sebelum itu dia membeli sarapan dulu yaitu lontong sayur.
Saat sampai di rumah ternyata Dira sudah pulang membawa dan dia sedang membersihkan ikan yang di beli nya tadi.
Selama Melati tinggal di sana dia sudah menghabiskan beberapa uang tabungan nya untuk kebutuhan nya sehari-hari bahkan dia berniat mencari kerja takut nya pas nanti dia lahiran gak punya biaya.
Walau pun suami nya orang kaya Melati sangat tahu diri karna Bayu sudah tidak mengharapakan nya lagi di mata nya Bayu sudah bukan lagi suami nya.
__ADS_1
Karna semenjak hari itu Melati sudah pasrah dengan keadaan nya.
"Mba kok melamun sih ada apa?" tanya Dira heran melihat Melati hanya mengaduk-ngaduk sarapan nya.
"Gak tahu padahal tadi pengen banget makan ini tapi sekarang malah gak enak," ujar nya meneguk susu hamil nya hingga habis.
Dira pun memasukan ikan itu kedalam priser dan duduk di depan Melati, dia merasa kasian sekali dengan Melati karna tak bisa makan kalo sudah kaya gini.
"Mba mau makan apa biar aku carain, atau mau aku masakin?" Dira selalu bisa membujuk nya meskipun dia sibuk dengan kuliah nya namun dia sangat memperhatikan Mba nya itu.
"Aku mau buah delima yang ada di depan rumah pak Rt kamu mau gak minta ke Pak rt?" tanya Melati memelas.
Sedangkan Dira menelan silva nya dengan susah payah kenapa harus yang di pak Rt sih belum tahu saja kalo bu rt itu sangat pelit sekali apalagi kepada nya.
Bu Rt sudah sering menghina na karna terlahir dari orang yang tidak punya, sehingga Dira pun berusaha tidak mengusik keluarga kaya raya itu.
"Mba bisa minta apa aja deh asal jangan yang di rumah pak Rt," jawab nya namun Melati nampak tidak terima dia berkaca-kaca mendengar Dira tidak mau memberikan nya buah delima itu.
Dira memijat pelipis nya dan langsung berdiri dia akan menurunkan ego nya demi calon keponakan nya itu.
"Baik lah aku akan ke rumah Pak Rt, sekarang gak usah sedih lagi yah," ucap nya dan benar saja Melati lansung tersenyum mendengar nya.
Namun saat dia keluar dari rumah dia mengerutkan kening nya melihat ada seorang pria yang berdiri di depan rumah nya.
"Cari siapa ya Mas?" tanya Dira.
Dira berfikir kalo pria itu mau menanyakan alamat seperti beberapa hari hari yang lalu ada dua orang datang ke sana ternyata mau menawari uang pinjaman.
"Tapi kalo mau nawarin uang pinjaman gak usah deh Mas ya, saya gak butuh kok," lanjut nya sebelum pria itu bicara.
__ADS_1
Pria itu nampak tersenyum melihat gadis itu yang seperti nya sangat cerewat sekali.
"Bukan saya mau bertemu sama Melati, apa Melati ada di sini?" tanya pria itu yang jelas itu adalah Bayu suami nya Melati.