Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 76


__ADS_3

Jovanka menghubungi Dewa dan menyalakan vc agar Dewa bisa melihat wanita yang di cintai nya, benar saja Dewa sangat kaget melihat Ayumi sudah sangat kacau dengan wajah yang sedikit pucat ada juga bekas tamparan di pipi nya.


"Apa yang kamu lakukan kepada Ayumi?" teriak Dewa di serang sana.


"Hhaha aku tidak melakukan apa-apa sayang aku cuma sedikit memberi pelajaran saja padanya bagaimana apa kamu suka?" tanya Jovanka sambil terus terbahak.


"Lepasin dia siala*n jika kau menyentuh nya satu ujung kuku pun aku tidak akan mengampuni mu," ucap Dewa, dia benar-benar tidak menyangka Jovanka akan melakukan hal itu pada Ayumi.


"Woow sebegitu cinta nya kamu pada nya sehingga berani kepada ku, dasar pria breng*** aku menyesal telah termakan bujuk rayumu," jawab nya.


"Dimana kalian, jangan pernah macam-macam dengan ku kalo tidak kamu akan menyesal," ucap Dewa menahan emosi nya.


"Owww takut tapi bagaimana kalo aku bakar rumah ini, apa kamu suka?"


"Jovanka kamu jangan macam-macam ya, katakan dimana kalian aku akan menuruti keinginan mu," bujuk nya dia benar-benar takut kalo Jovanka nekat melakukan hal itu.


"Baik aku tunggu janjimu, datang lah ke jalan permata no 10," ucap nya dia langsung mematikan ponsel nya.


Sedangkan Dewa langsung bergegas turun ke bawah, semalam dia ada operasi sampai tengah malam jadi pagi ini dia tidak ke rumasakit.


"Loh bukannya kamu gak ada harus ke rumasakit pagi ini?" tanya Ibunya heran melihat Dewa sudah rapi.


"Aku ada urusan sebentar Ma, aku langsung pergi," ucap nya.


"Hati-hati," ucap nya.


Dewa pun menancap gas sekencang-kencang nya dia ingin secepat nya sampai di tempat itu dia tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Jovanka terhadap Ayumi.


"Ayumi bertahan lah aku tahu kamu pasti kuat,tunggu aku sayang," guman nya dia benar-benar tidak bisa memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu dengan Ayumi.


Dewa memang sangat menyesal karna sudah menyakiti hati wanita sebaik dia, namun dia tidak menyangka kalo akan seperti ini jadi nya.

__ADS_1


Dewa menerima semua yang Ayumi inginkan walau pun hatinya tidak rela kehilangan Ayumi, selama ini dia tidak mencintai Ayumi namun seiring berjalan nya waktu dia merasa nyaman dengan nya dan sekarang dia sudah kehilangan nya.


Disisi lain Rio sudah masuk kedalam rumah, dia melihat mereka sudah tepar di atas kursi dia terus mencari keberadaan Ayumi sehingga dia bisa mendengar suara orang tertawa lalu menangis.


"Aku sangat membenci kalian, kenapa aku tidak pernah mendapatkan kebagaian sedikit pun," teriak nya.


"Jovanka tenang lah kamu masih punya kedua orang tua yang sangat menyayangi mu, apa kamu tahu kamu lebih beruntung dari pada aku yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah sejak kecil," ucap nya sendu.


Jovanka tidak menyangka kalo hidup Ayumi tidak seperti apa yang di pikir kan nya, dia menyangka kalo Ayumi sangat beruntung karna banyak yang menyayangi nya kalo dia siapa tidak ada yang peduli.


Walau pun dia punya orang tua tapi mereka sibuk dengan pekerjaan, makanya dia mencari hiburan di luar dengan melakukan *** bebas.


Namun saat bertemu Dewa dia benar-benar menyukai pria itu, Dewa memang sedikit pendiam namun dia sangat tampan dan juga selalu ada untuk nya walau pun cuma patner di ranjang saja tanpa ada hubungan apa-apa.


Jovanka benar-benar nyaman berada di pelukan Dewa sehingga dia tidak tahu kalo Dewa sudah punya pacar dan bertunangan.


Saat sedang berbincang seperti itu tiba-tiba terdengar mobil berhenti di depan rumah.


Rio segera masuk ke dalam kamar itu setelah melihat Jovanka keluar.


"Ay kamu gak papa?" tanya Rio mendekatinya sedangkan Ayumi nampak kaget melihat Rio ada di sana.


"Pak Rio kok ada di sini?" tanya Ayumi bingung dia berfikir Dewa yang datang bukan Rio.


"Kenapa kamu kecewa karna bukan Dewa yang datang?" tanya Rio membuka ikatan tangan dan kaki nya.


"Tidak, aku cuma kaget saja kenapa Bapak tahu saya di sini?"


"Aku melacak ponselmu, dimana ponsel mu sekarang?" tanya Rio karna dari semalam dia mengikiti titik ponsel itu.


Ayumi menggelengkan kepala nya dia bingung dimana ponsel nya karna dia belum menemukan nya dari tadi, namun dia yakin kalo ponsel nya berada di tempat itu karna kalo tidak Rio pasti tidak akan ada di sana sekarang.

__ADS_1


"Ayo cepat kita keluar dari sini," ajak nya dia membuka jaket nya dan memakaikan nya kepada Ayumi, dia merasa kasihan karna kemeja yang di pake Ayumi sudah terlepas satu kancing di atas dada.


"Maaf bukan maksud apa-apa, aku gak mau kamu keluar dengan baju seperti ini," ucap nya.


Ayumi benar-benar bahagia saat melihat Rio peduli kepadanya, namun dia juga malu karna sudah merepotkan.


"Terimakasih," ucap nya merasa tidak enak.


Rio pun mengangguk dan membantu nya berjalan namun saat mereka keluar dari pintu mereka sudah bisa melihat Jovanka sedang marah-marah kepada Dewa.


"Sebaiknya kita sembunyi ayo ke sana," ucap nya mengajak Ayumi jalan ketempat nya tadi.


Mereka terus berjalan hingga bisa keluar dari dapur, mereka melangkah dengan pelan takut Jovanka mengetahui nya.


Sedangkan Jovanka nampak murka melihat anak buah nya sudah terkapar semua, dia menyalahkan Dewa atas kejadian itu.


"Apa yang kamu lakukan Jo dimana Ayumi?" tanya Dewa saat tiba di sana.


"Apa kamu khawatir sama wanita itu?" tanya Jovanka dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tentu saja, kenapa kamu melakukan itu pada nya dimana dia sekarang?"


Jovanka menggelengkan kepala nya dia tidak ingin mempertemukan mereka.Karna walau bagaimana pun dia pasti akan cemburu bila melihat Dewa perhatian kepada wanita lain di hadapan nya.


"Ayolah Jo jangan seperti ini kamu tahu aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.Kenapa kamu sekap di bagaimana kalo ada yang tahu kamu bisa di penjara," ucap Dewa dia merasa kesal dengan sikap Jovanka yang semena-mena.


"Aku tidak peduli karna kamu yang membuatku seperti ini. Kamu yang memberikan ku kenyamanan namun aku harus kehilangan mu," teriak nya.


"Sudah lah Jo jangan seperti ini."


Mereka terus saja adu mulut hingga mereka tidak sadar kalo Ayumi sudah keluar dari rumah itu.

__ADS_1


Ayumi dan Rio sudah sampai di dalam mobil dan kini Rio segera melajukan mobilnya menginggalkan tempat itu.


__ADS_2