
Beberapa minggu berlalu setelah pertemuan itu Melati terus waspada namun tidak ada yang mencurigakan terhadap Reno, mereka tidak pernah bertemu lagi.
Melati pun mengurungkan niat nya memberi tahu Pak Ali apa yang terjadi, mungkin hanya perasaan nya saja yang salah begitu pikir nya.
Di tempat lain Reno sedang memeluk sang istri, Ia memang ingin membalas dendam namun karna Marta sedang hamil Ia harus menunggu sampai wanita itu melahirkan.
"Sudahlah Mas semua sudah terjadi, lagian kalo pun Mas balas dendam apa Ana akan kembali tidak bukan? Kasian anak kita kalo nanti sampai Mas membunuh mereka lalu Mas masuk penjara aku tidak punya siapa siapa lagi Mas," ucap Marta sambil menangis.
Reno nampak diam namun tetap saja dalam hati nya tidak akan pernah memaafkan mereka yang sudah membuat keluarga nya hancur, adiknya meninggal ibu nya harus masuk rumasakit jiwa karna perselingkuhan Ayah nya dengan ibu nya Jovanka.
Marta sudah sangat lelah menjadi istri dari Reno, jujur Ia sangat mencintai pria itu namun perlakuan Reno selalu membuat nya sakit hati, bukan hanya satu kali pria itu m3nghianatinya namun berkali kali.
Alasan Marta Ia ingin hidup normal dan bahagia tanpa ada dendam dengan siapa pun, Ia sudah cape mengikuti semua kemauan suami nya itu.
Dulu saat Bayu sadar dari Amnesia nya Reno sempat marah pada nya karna Marta lah yang membuat Bayu sembuh.
Reno menyiksa perempuan itu sehingga Marta sakit dan harus di rawat beberapa hari di sana karna keguguran.
Marta tidak pernah melawan Ia hanya pasrah pada pria itu walau pun sungguh Ia sangat lelah memiliki suami yang bersifat ganda seperti Reno yang kadang baik dan kadang seperti singa.
"Aku akan berusaha menahan nya dan aku mohon padamu jangan pernah meninggalkan ku," ucap Reno dan Marta pun hanya bisa mengangguk.
***
Pagi sekali Melati sudah bangun dari tidur nya sejak semalam Ia membahas makanan dengan ibu nya dan pagi ini Ia terbangun karna menginginkan nya.
"Mas bangun, katanya mau sarapan di rumah ibu?" tanya Melati membangunkan suami nya yang masih memejamkan mata.
"Sayang apa sih masih pagi juga, bentar lagi ya," jawab nya malah menarik selimut sampai menutupi leher nya.
"Ihh... bikin kesel aja, ya udah aku tinggal nih kalo gak mau bangun," ucap Melati merajuk dia terisak membuat Bayu bingung bercampur khawatir Ia langsung bangun memeluk istrinya itu.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa kok malah nangis?" tanya Bayu mengusap air mata di pipi nya.
Melati sendiri bingung kenapa Ia sangat cengeng akhir akhir ini dan entah mengapa hari ini Ia ingin makan masakan ibu nya.
"Sayang jangan nangis ya, ini masih pagi baru juga jam 5, ibu juga pasti belum bangun sayang," ucap Bayu menenang kan namun Melati masih menangis seolah ingin berhenti.
"Ya sudah ayo siap siap kita kesana sekarang," ucap Bayu mencium kening istrinya itu, Melati pun berbinar mendengar nya.
"Mas serius?" tanya Melati menghentikan tangis nya.
"Iya jangan nangis lagi ya sayang, Mas mandi dulu bentar ya," ucap nya dan Melati pun menganggukan kepalanya.
Setelah bersiap mereka pun berangkat ke rumah bu Zoya, jalanan sudah mulai ramai meski masih pagi.
Melati terus saja menatap jalanan sambil berceloteh membahas apa saja yang di lihat nya entah mengapa Bayu merasa Melati berbeda hari ini, Ia sangat ceria sekali ya mungkin karna keinginan nya terpenuhi pikirnya.
20 menit berlalu mereka pun sampai di kediaman bu Zoya ternyata Dira dan Rian pun sudah ada di sana bermain bersama Bryan.
"Asalamualaikum," sapa mereka.
"Kalian di sini juga?" tanya Bayu melihat mereke bermain di depan rumah.
"Iya kami menginap di sini," jawab Rian, sedangkan Melati langsung memeluk anak kesayangan nya itu dan ikut duduk bersama mereka.
"Sayang kamu sudah sampai?" tanya bu Zoya menghampiri mereka.
"Iya Bu nih merengek dari subuh minta di antarkan ke sini," ucap Bayu membuat bu Zoya tersenyum.
"Untung saja ibu sudah buatkan makanan yang kamu pesan semalam," ucap bu Zoya.
Melati memang ingin di buatkan makanan kesukaan nya oleh bu Zoya sehingga pagi sekali Ia merengek minta Bayu mengantarkan nya kesana.
__ADS_1
"Tumben Mel kaya ngidam aja kamu minta yang aneh aneh," ucap Rian membuat mereka semua diam termasuk Melati sendiri.
Melati juga baru sadar dengan kelakuan nya dan juga keinginan nya, apalagi akhir akhir ini dia lupa kapan datang bulan tapi entah lah dia tidak kepikiran kalo Ia hamil.
"Mbak lagi hamil?" tanya Dira namun Melati masih melamun.
"Sayang kok diem? Dira tanya sama kamu," ucap Bayu menepuk pelan pundak nya.
"Eh apa?" tanya Melati tersadar dari lamunan nya.
"Itu makanan nya sudah siap ayo katanya laper," ajak Bayu mengalihkan pembicaraan Ia yakin Melati sedang berfikir hamil atau tidak.
Tapi Bayu sungguh khawatir kalo Melati hamil lagi apa tidak apa apa karna baru saja mengalami keguguran beberapa bulan yang lalu.
Mereka pun sarapan bersama, Melati menyiapkan makanan untuk suami nya begitu juga dengan Dira, namun saat menyuap makanan itu Melati sedikit mual.
"Loh sayang kok gak di makan, bukannya kamu yang minta pingin makan sama ini?" tanya bu Zoya heran.
"Aku mual bu, entah mengapa melihat nya saja aku sudah enek," jawab nya membuat mereka semakin heran.
Bayu pun dengan sigap menyuruh art membuatkan salad buah untuk istrinya.
"Bi tolong buatkan salad buah saja untuk Melati," ucap Bayu membuat mereka semua bingung, sedangkan Melati nampak tersenyum senang karna itu yang Ia mau sekarang.
"Kok Mas tahu kalo aku mau salad buah, kamu hebat Mas bisa nebak pikiran aku padahal aku gak bilang loh," ucap Melati bersenyum senang, Ia sangat bahagia sekali karna Bayu sangat perhatian padanya
Sedangkan yang lain nampak menyimak tidak ada yang berani komen, mungkin nanti setelah makan mereka akan bertanya .
Mereka melanjutkan sarapan dan Melati juga sangat lahap menyantap salad buah itu.
"Pirasat ku kaya nya benar deh kalo Mbak. Mel lagi hamil," bisik dan Rian pun menganggukan kepala nya menatap sang adik yang lahap memakan salad buah itu.
__ADS_1
"Semoga semua baik baik saja," ucap Rian berbisik, Ia masih ingat dimana Melati keguguran beberapa bulan yang lalu.
Rian berharap jika pun Melati memang hamil, Bayu bisa menjaga kehamilan Melati dengan baik dan kalo pun Melati tidak hamil pun Rian berharap adiknya itu selalu sehat.