Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 42


__ADS_3

Melati pun mengusap punggung Rian sehingga Rian merasa kalo Melati membalas pelukan nya,namun apa yang terjadi setelah Rian sedikit melemah Melati langsung melepaskan diri dia juga menampar pipi Rian sekuat tenaga.


Plak


"Mel," lirih nya mengusap pipi nya yang perih.


"Apa mau mu, alasan apa kamu kembali hemm, setelah dengan sengaja meninggalkan aku tanpa kabar kamu pikir aku baik-baik saja? selama itu aku menunggu mu bahkan aku hampir gila dan sering ke psikolog karna sering berbicara sendiri aku sering halusinasi karna terlalu merindukan mu dimana kamu hmm dimana?" teriak Melati mencurahkan apa yang ada di benak nya selama ini.


Dia benar-benar marah kesal, semua campur aduk.


"Maaf," cuma itu yang Rian katakan sambil memegang pipi nya yang kebas.


"Lima tahun aku nunggu kamu Rian aku nunggu janji kamu apa kamu tahu aku tidak pernah dekat dengan siapa pun selama itu, aku berusaha meyakinkan diri ku kalo kamu akan kembali untuk ku, namun ternyata aku menyerah aku menyerah karna kamu tidak kunjung datang," ujar nya Melati memukul-mukul dada Rian dan Rian pun diam saja dia menerima apa yang Melati lakukan.


"Mel tenang lah aku punya alasan kenapa sampai selama itu meninggalkan mu dan kumohon maafkan aku, aku akan melakukan apapun agar kamu bisa memaafkan ku dan aku ingin menjelaskan kepergian ku jujur saja aku melakukan nya karna terpaksa demi keselamatan ibuku, tapi asal kamu tahu selama 5 tahun ini aku sangat merindukanmu aku juga sama seperti mu aku tersiksa Mel," sesal nya menggenggam tangan Melati dan mencium nya.


Melati berusaha melepaskan tangan nya namun tenaga Rian sangat besar jadi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Lepasin aku gak mau bertemu lagi dengan mu hatiku sudah mati, aku sangat kecewa padamu dan jangan pernah kembali lagi karna aku sudah menikah sekarang, penantian ku sudah selesai kamu sudah terlambat karna hatiku sudah berubah tidak ada lagi nama mu di hatiku," ucap nya berharap Rian mengerti dan tidak mengganggu nya lagi.


"Aku gak mau pisah sama kamu Mel, kamu masih milik ku Mel sampai kapan pun aku tidak rela kamu menikah dengan pria lain,kamu hanya milikku tidak akan ku biarkan ada orang lain yang menggantikanku," ujar nya mengepalkan tangan.


"Kamu itu pria brengsek yang aku kenal, aku menyesal sudah mengenalmu, aku menyesal telah menyia-nyiakan hari-hari ku selama lima tahun aku menyesal karna meninggalkan orang tua ku hanya untuk bajingan sepertimu, aku benci semua ini aku membencimu ADRIAN DIRGANTARA," teriak nya.


Melati pun benar-benar tersurut emosi entah keberanian dari mana dia sengaja menginjak kaki Rian dengan sepatunga.


Rian mengaduh kesakitan itulah waktu nya Melati menjauh dia memanfaatkan kondisi Rian dan langsung berlari membuka pintu gudang.

__ADS_1


Melati berlari dan segera masuk lift kembali ke ruangan nya yang ada di lantai atas dia benar-benar marah sekali wajah nya merah padam dan juga air mata nya yang terus mengalir.


Nafas nya masih ngos-ngosan menahan kesal untung saja dia mendapat kesempatan bebas dari tangan Rian,kalau tidak dia tidak tahu apa yang akan terjadi.


Melati segera masuk kedalam ruangan nya dia langsung duduk di sana dengan wajah yang merah padam.


"Brengsek," gumannya dia terus mengumpat.


"Kenapa loe kembali kenapa huhu..," Melati menyembunyikan wajahnya di balik tangan nya dia menyandarkan kepalanya di atas meja sambil terus menangis.


Bayu langsung menghampiri nya saat melihat dari cctv di ruangan nya dia sedikit penasaran dengan penampilan Melati yang berantakan.


Dari tadi Bayu sudah memperhatikan ruangan kerja Melati namun Melati tak kunjung datang.


Bayu langsung menghampiri nya dengan wajah yang penasaran."Sayang kamu gak papa?" tanya Bayu.


Melati pun langaung berlari memeluk suami nya yang ada di depan nya.


Bayu pun tak bisa berbuat apa-apa hanya mengelus rambut panjang istrinya itu.


Bayu masih bingung kenapa dengan istrinya itu datang-datang malah menangis di dada nya apa yang terjadi selama Melati pergi?


"Kamu kenapa sayang kok malah nangis, ayo cerita," ucap nya membawa Melati duduk.


Di rasa sudah sedikit tenang Melati pun menceritakan semua nya kapada Bayu dia tidak mau Bayu sampai salah paham.


Bayu mengepalkan tangan nya dia benar-benar marah sekali mendengar nya, seharus nya tadi dia mengantar Melati ke toilet namun karna dia harus ke ruangan Pa Ali dia jadi lupa kalo Rian sangat berbahaya.

__ADS_1


"Jadi apa yang dia lakukan sama kamu apa dia berbuat kasar?" tanya Bayu dan Melati yang menunjukan telapak tangan nya yang merah membuat kaning Bayu mengkerut.


"Aku yang udah nampar dia Mas, aku benar-benar hilang kendali maaf," ujar nya namun dia puas sekali.


Bayu pun sedikit menyungging kan senyum nya, ternyata kalo sudah marah istri nya bisa menjadi buas.


"Apa kamu menyesali nya sayang?" tanya Bayu namun Melati menggelengkan kepalanya.


"Sudah lah tidak apa-apa, ayo kita makan siang dulu aku tahu kamu pasti sudah lapar. Sudah jangan pikirkan dia lagi biar aku yang urus diaagar tidak mengganggu kamu lagi, sekarang kamu jangan khawatir ada aku suami kamu yang akan menjaga kamu," ucap Bayu dan Melati peun mengangukan kepalanya.


Mereka pun memutuskan makan siang di ruang kerja Bayu, mereka memesan makanan dari online.


Tak lama kemudian Ob pun datang mengetuk pintu ruangan dia mengantarkan makanan yang di kirimkan kurir ke kantor.


"Ayo makan lah sayang dari pagi kamu cuma makan bubur itu pun cuma sedikit," ucap nya membujuk istri nya itu.


Namun nafsu makan nya memang sedang tidak bagus dia malah mual melihat nasi.


Dia langsung berlari kekamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya.


"Sayang kamu kenapa mual lagi?" tanya Bayu khawatir.


Melati hanya mengangukan kepala nya yang lumayan pusing.


"Ya sudah kamu mau apa biar aku pesenin, kita kedokter kalo gitu aku takut kamu tambah parah," ucap Bayu namun Melati menggelengkan kepala nya dia sedang tidak ingin makan apa-apa hanya ingin merebahkan tubuhnya saja di sofa.


"Aku gak papa Mas aku baik-baik saja istirahat sebentar juga pasti sembuh," ujar nya.

__ADS_1


"Ya sudah kalo gitu kamu istirahat aja di sini, biar aku makan dulu nanti kita izin kepada Pak Ali tentang kondisi kamu yang tidak fit" ucap nya menunjuk Sofa membiarkan Melati istirahat sebentar di sana.


Melati pun merebahkan tubuhnya di sofa dia benar-benar tidak enak perut nya dia ingin cepat -cepat pulang.


__ADS_2