Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
part 127


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari Rio dan Ayumi, Melati kini mengerti kalo memang Rio sengaja kesana ingin mengejar cinta nya.


"So sweet banget sih mereka, tapi aku beneran seneng akhirnya Ayumi mendapatkan kebahagiaan bersama Rio di sini, semoga mereka selalu bisa menghadapi ujian rumah tangga mereka bersama."


Melati menatap keindahan kota Jepang, jujur walau pun sudah pergi sampai sejauh itu namun hatinya tetap kosong, dia merindukan suami nya walau bagiamana pun bersama suami nya lah tempat ternyaman baginya.


"Apa Mas Bayu akan selamanya tidak mengingat aku dan Bryan, kalo itu terjadi bagaimana nasib ku apa aku pisah saja sama dia?" gumannya namun dia mengegelengkan kepalanya.


"Enggak pokoknya aku harua bisa buat Mas Bayu ingat lagi, tapi gimana caranya? aku sudah melakukan segala cara tapi Mas Bayu sama sekali tidak mengingat nya." Melati pun terus memikirkan cara agar Bayu kembali seperti dulu.


"Apa aku paksa aja ya dia supaya bolehin aku tinggal di apartemant nya, tapi kalo dia marah gimana?"


Sedangkan Bayu sendiri tidak bisa tidur, semalaman dia mengingat Melati terus Ia merasa bersalah karna telah membuat wanita itu salah paham.


"Apa aku keterlaluan ya pada wanita itu, tapi kan aku gak ingat apa apa tentang dia setiap kali ingin mengingat kepalaku langsung pusing," gumannya.


"Harusnya kan dia tahu resiko nya punya suami hilang ingatan, dia ko malah pergi gitu aja apa dia menyerah?"


Bayu memang belum mengingat sosok Melati namun jujur sehari saja tidak melihat nya dia merasa rindu.


"Kenapa dengan diriku kenapa aku merasa ada yang kurang saat dia tidak kesini, sedangkan setiap dia datanga aku selalu membuat nya marah dan kesal. Apa yang harus aku lakukan kenapa aku takut kalo dia benar benar pergi untuk selama nya dari hidupku."


Bayu mulai panik memikirkan itu, kenapa dengan dirinya itu di saat Melati menjauh dia merasa sedih dan kesepian.


"Aku harus tahu dimana dia berada," lanjut nya.


Bayu berencana ke rumah Melati besok pagi dia akan menanyakan kemana Melati pergi kalo sudah tahu dia akan menyusulnya dan meminta maaf pada wanita itu.


***


keesokan harinya Bayu pergi ke rumah Melati, namun yang membuka pintu adalah Dira dan Dira mengatakan tidak tahu Melati pergi kemana.


"Apa kamu tahu Melati pergi kemana?"


"Maaf Mas bukannya Dira tidak mau kasih tahu Dira juga gak tahu kemana Mbak pergi, Dira tanya Kak Rian juga sama dia tidak kasih tahu. Gimana kalo Mas Bayu masuk dulu terus tanya Kak Rian siapa tahu saja dia mau kasih tahu dimana Mbak berada."

__ADS_1


Namun Bayu menggelengkan kepalanya dia malas bertemu dengan Rian, karna kejadian kemarin.


"Nanti aku tanyakan ibu Zoya saja, aku harus ke kantor secepat nya dan aku permisi ya."


Bayu pun langsung masuk ke dalam mobilnya membuat Dira menggelengkan kepalanya.


"Mereka berdua memang sama keras kepalanya," gumannya.


Dira tahu kemarin Rian dan Bayu berkelahi gara gara Melati yanga pergi, dia di beri tahu oleh bu Zoya sehingga Dira mengetahui semua nya.


"Aduh kok aku malah diem di sini sih," ucap nya menepuk jidat.


Gara gara kedatangan Bayu Dira sampai lupa kalo dia harus segera berangkat sebelum bertemu dengan Rian.


Dia akan menemui Marta lagi, semoga saja Marta mau membantu nya, dia yakin kalo Bu Marta melakukan itu karna terpaksa.


"Semoga Bu Marta mau bantu aku dan bisa jelasin apa yang sebenar nya terjadi." gumannya lalu melajukan motor nya meninggalkan rumah.


Bayu sampai di kantor lebih awal tidak tahu kenapa dia malas kembali ke apartemant.


"Pagi pak."


"Pagi juga, apa jadwal saya hari ini?" tanya Bayu.


"Tidak ada Pak hanya ada metting bulanan saja dengan para pemilik saham," ucap nya dan Bayu pun mengangguk.


Bayu masuk ke dalam ruangan nya, jujur dia sangat kesal pada dirinya yang tidak bisa fokus bekerja karna memikirkan Melati.


'Sial kenapa malah gak fokus gini sih?' batinnya.


Bayu berdiri di depan jendela dia memijat pelipisnya yang lumayan pusing.


Setelah memeriksakan kondisi nya bersama Bimo, Ia sering merasa pusing dan dokter pun mengatakan itu bagus karna biasanya orang yang lupa ingatan akan mengingat sesuatu setelah merasakan pusing.


Bayu menatap poto yang ada di dinding ruangan nya dalam poto tersebut ada Bayu Melati dan juga Bryan mereka tampak tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Kenapa aku gak ingat kalian sama sekali?" gumannya.


Saat sedang melamun tiba-tiba ponsel nya berdering.


(Hallo)


(Hallo Bay, gimana kamu datang kan ke acara kita?) tanya Marta di sebrang sana.


(Aku gak tahu, memang acara nya kapan sih aku lupa) tanya Bayu benar benar tidak ingat waktu.


(Kita kumpul nanti malam, acara nya di adakan di dekat pantai) jawab nya, bukan tanpa alasan Marta mengajak Bayu kesana namun ada hal yang ingin Ia lakukan di sana.


(Baiklah kalo begitu, kau akan ikut) jawabnya.


(Ya sudah kalo begitu sampai ketemu di sana) ucap nya langsung memutuskan sambungan.


"Pantai ya? kok aku merasa sering pergi kesana apa mungkin itu benar," gumannya.


Bayu pun mempokuskan diri dengan pekerjaan nya walau pun tidak semangat namun Ia harus profesional dalam bekerja, apalagi sekarang Ia bukan satu satu nya pemilik dari perusahaan itu.


Sedangkan Rian nampak bingung karna tidak menemukan Dira di mana pun pagi itu, biasanya Dira lah yang menyiapkan sarapan untuk nya namun kali ini kemana gadis itu.


Rian pun terpaksa menanyakan nya pada Mbok Darmi, dia penasaran kemana Dira pergi sepagi ini ya bagaimana tidak jam 7 sudah tidak ada di rumah itu yang membuat nya penasaran.


"Dira mana Mbok?" tanya Rian duduk di kursi menarik sarapan nya.


"Sudah berangkat kekampus Mas," ucapnya menyiapkan susu hangat untuk Rian.


"Kekampus sepagi ini? bukannya Dira sudah tidak ada kegiatan ya di kampus?" tanya Rian penasaran, apa jangan jangan Dira pergi karna menghindarinya pikir nya.


"Mbok gak tahu Mas, tadi pagi pamit nya gitu."


Dira memang sudah menyusun skripsi dan tinggal menunggu sidang jadi memang Dira sudah jarang ke kampus.


Rian pun segera menghabiskan sarapan nya setelah itu dia segera berangkat karna pagi ini dia ada metting menggantikan Kenta yang sedang tidak enak badan.

__ADS_1


"Kalo saja Om Kenta gak sakit aku pasti bisa cari Dira kekampusnya, sepertinya Dira memang marah gara gara semalam, memang wanita itu sulit di mengerti."


__ADS_2