
Rian sendiri baru saja keluar dari cafe nya Erwin saat hari mulai sedikit gelap, mereka sudah menemukan cara agar sang pelaku menelpon Bayu.
Dan benar saja pelaku meminta tebusan dan Bayu sendiri yang harus menemui sang penculik itu.
"Lu masuk aja duluan nanti kita nyusul, gua sama kak Erwin udah siapin rencana biar penculik itu gak kabur," ucap nya dan Bayu pun menganggukan kepalanya.
Waktu pun terus berjalan kini mereka sudah sampai di tempat yang penculik itu katakan dan Rian sendiri belum menyadari kalo istrinya pun berada di sana.
Rian baru membuka chat itu saat Melati menelponnya menanyakan dimana Bayu berada.
Rian mengerem mendadak membuat Bayu kaget, untung saja kepalanya tidak membentur depan mobil.
"Astaga apaan sih lu,apa tempat nya udah sampe?" tanya Bayu penasaran.
"Sorry, gua kaget ternyata yang nyulik anak lu itu Ilham dan sial nya Dira yang pertama di hubungi oleh nya," ucap Rian kesal lalu Ia menghubungi ponsel Dira namun ponsel itu tidak aktip.
"Kenapa harus menghubungi istri lu, harus nya menghubungi Melati lah, aneh banget si Ilham," ucap Bayu lupa kalo Dira adalah mantan pacar nya Ilham.
"Lu gak bakalan ngerti bro, kalo Ilham itu masih terobsesi sama istri gua, gua yakin rencana Ilham bukan cuma nyulik Bryan aja tapi Dira juga," ucap nya kesal karna Dira bertindak gegabah karna pergi tanpa persetujuan nya.
"Gua ngerti perasaan lu tapi kita harus tenang gua yakin Ilham gak akan berbuat macam macam dengan Dira," ucap Bayu menenangkan.
"Entahlah, sekarang kita harus segera sampai disana," ucap nya.
Rian mengemudiakan mobil nya seperti orang kesetanan, Ia tidak mau terlambat menyelamatkan mereka Ia yakin Ilham sudah merencanakan ini sejak lama.
"Sabar Yan gua masih belum mau mati," ucap Bayu tidak tenang melihat Rian mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan Rian yang sedang emosi tidak bisa mengendalikan diri nya Ia tidak mendengarkan perkataan Bayu.
__ADS_1
Di sisi lain Dira baru saja membuka mata nya Ia sadar kalo tadi pingsan setelah Ilham membekap nya dengan sapu tangan.
Ia meraba sekujur tubuh nya dan bersyukur baju nya masih lengkap, Dira memang takut kalo Ilham melakukan sesuatu padanya ketika Ia tidak sadar.
"Astaga pusing banget pala gua," gumannya memegang kepalanya.
Dira menatap sekeliling ternyata sebuah kamar, di sana tidak ada siapa siapa hanya ada dirinya seorang.
"Gua harus segera cari Bryan walau bagaimana pun tujuan gua kesini adalah nyelametin bocah itu," ucap nya seraya menyimbak selimut.
Namun baru saja mau keluar Ia mendengar ada langkah kaki yang mendekat Dira pun berpura pura tidur kembali.
Dira bisa melihat seorang wanita menyimpan Bryan dalam box yang tak jauh dari tempat tidur nya.
"Lu jagain dia jangan sampai dia lolos oke, dan masalah anak itu lu urus saja gimana baik nya gua akan ke depan dulu, ingat jangan berani berani kabur," ucap nya mendorong tubuh wanita itu hingga kening nya terbentur meja.
Setelah Ilham keluar dari sana wanita itu nampak menangis terisak.
"Dira maafin gua, andai saja gua gak maksain kehendak semua gak akan terjadi seperti ini," ucap nya sambil mengelus perut nya yang buncit dan Dira pun sangat mengenali suara wanita itu meski wanita itu menundukan kepalanya.
'Diandra jadi dia beneran hamil,' batinnya.
Dira pun membuka matanya dan terbangun sontak saja itu membuat Diandra kaget melihat nya, Ia menyangka kalo Dira masih pingsan.
"Dira kamu-
"Oh jadi kalian sekongkol iya, apa sih Di mau lu, bukannya lu udah dapetin Ilham terus kenapa sekarang lu malah bantuin dia emang lu mau liat Ilham kembali lagi sama gua?" tanya Dira kesal melihat sepupu nya itu sedangkan Diandra hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya.
Diandra tidak berani menatap Dira, Ia tidak mau Dira tahu yang sebenar nya.
__ADS_1
Namun bukan Dira nama nya yang tidak curiga dengan sikap Diandra, biasanya wanita itu selalu saja menatap tajam padanya bila sedang bicara.
Dira mendekat dan memegang dagu Diandra agar wanita itu menatap nya, Diandra nampak meringis merasakan sakit saat tangan Dira menyentuh dagu nya.
"Lu... apa yang dia lakukan sama lu?" tanya Dira kaget saat melihat wajah Diandra yang biru biru seperti bekas tamparan.
Dira juga melihat tangan Diandra yang penuh luka seperti nya Ilham telah memperlakukan nya dengan kasar.
"Apa yang dia lakukan hmm jawab Di," ucap nya membuat Diandra bergetar, baru kali ini Dira melihat sepupu nya rapuh seperti itu.
"Ini memang pantas gua dapetin Ra karna gua yang milih dia, gua yang ngejar ngejar dia sehingga gua lupa dengan lu, gua lupa dengan sakit hati yang lu rasakan kala itu," ucap nya menyesali semua nya.
"Tapi kali ini gua gak akan biarain lu balik lagi sama bajingan itu, cukup gua aja yang rasain sakit ini Ra, gua akan cari cara buat bebasin lu," lanjut nya dia tidak mau melihat Dira bersama dengan Ilham, bukan karna dia cemburu tapi dia gak mau Dira merasakan apa yang Ia rasakan.
"Kita bisa kabur bersama Di, gua yakin lepas dari dia, ayo kita cari jalan buat keluar dari sini," ucap Dira berusaha berdamai dengan sepupu nya meski pun dalam hatinya masih kesal dengan wanita itu namun saat melihat keadaan nya sekarang Dira merasa sangat iba.
"Gua gak bisa Ra, lu liat kan perut gua udah besar gua juga udah gak punya siapa siapa lagi sekarang selain Ilham ayah dari anak yang gua kandung," ucap nya sendu.
"Tante Dinar?"
"Nyokap udah meninggal beberapa bulan lalu karna kecelakaan, jadi gua mutusin ikut Ilham dan gua harus nurutin apapun yang dia mau termasuk jagain lu agar bisa menikah dengannya, tapi gua gak akan biarain itu terjadi lu harus bebas Ra," ucap nya yakin membuat Dira terharu dan juga kaget saat mendengar kabar duka itu.
"Maafin gua ya Ra gua gak tahu kalo tante udah gak ada," ucap nya.
"Gak usah minta maaf karna gua juga gak tahu kalo polisi gak datang ke rumah, waktu itu nyokap pergi sama pacar nya dan kecelakaan saat di perjalanan mereka meninggal di tempat," jawab nya sendu.
Dira bisa melihat kesedihan dimata Diandra, walau bagaimana pun dulu mereka dekat sebelum kejadian itu dimana Diandra merebut Ilham dari nya.
'Gue rela ngelakuin apa aja asal bisa buat lu jauh dari Ilham, karna memang gua udah tahu kalo Ilham bukan cowok baik baik dari dulu namun sekarang gua yang harus terjebak dengan nya, gua rela Ra asal lu bahagia,' batinnya.
__ADS_1