
"Jangan becanda Mel, yang aku tahu Ayumi sudah menyukai nya sejak masuk kuliah mana mungkin itu aku," kilah nya karna Rio merasa bukan dia yang Ayumi maksud.
Sedangkan Melati mengingat awal masuk kuliah, dia memang bersama dengan Ayumi kala itu namun dia lupa siapa yang Ayumi maksud,ingatan nya pun menerawang ke beberapa tahun yang lalu.
"Mel gue lihat cowok ganteng banget tapi sayang dia kaya nya sombong deh," ucap Ayumi kala itu.
"Masa sih yang mana?" tanya Melati melirik kanan kiri hanya ada dua orang pria senior mereka di sana.
Ingatan Melati malah tertuju pada Rian mantan nya.Dia pun tersadar dan segera mengusap perut nya semoga anak nya kelak tidak mengalami nya dan mendapatkan jodoh yang pasti agar tidak seperti dirinya.
"Mel kamu ingat sesuatu?" tanya Rio penasaran dia berharap apa yang Melati katakan itu benar,tapi kenapa Ayumi seperti menghindari nya selama ini seharusnya kalo dia menyukai nya Ayumi menunjukan nya.
Apa mungkin karna Rio sudah pernah mengatakan cinta pada Melati sehingga Ayumi sungkan.
Sedangkan Melati sangat yakin kalo Rio lqh yang selama ini Ayumi cinta, namun Ayumi tidak berani mengatakan nya kalo tidak untuk apa Ayumi menyimpan poto Rio di bawah tempat tidur nya.
"Aku yakin kalo cowok itu kak Rio, karna yang Ayumi tunjuk waktu itu adalah Kak Rio dan Kan Davin, gak mungkin kalo Kak Davin karna dia pernah nembak Ayumi tapi di tolak," jawab nya mengingat hari dimana Davin mengatakan cinta nya pada Ayumi namun Ayumi menolaknya secara langsung.
Rio pun menyesal kenapa dia tidak dari kemarin-kemarin mengutarakan cinta nya, kalo saja dia tahu cinta pertama Ayumi adalah dirinya tidak mungkin dia akan merelakan Ayumi bertunangan dengan Dewa.
"Apa kak Rio juga mencintai Ayumi?"
Rio pun menganggukan kepala nya, dia tidak akan berbohong kalo dia sangat mencintai gadis itu.
Sejak pertama melihat Ayumi bekerja di hotel nya dia sudah memperhatikan nya, bahkan dia rela menginap di sana agar bisa selalu dekat dengan nya.
"Kalo gitu susul ke sana, aku tahu Ayumi sangat mengharapkan kedatangan Kak Rio sedari tadi dia gelisah seperti menunggu seseorang dan aku juga liat keputus asaan darinya," ucap nya.
__ADS_1
Rio pun tersenyum mendengar nya apa harus dia menyusul nya, tapi bagaimana dengan pekerjaannya?
Melati pun menyebutkan alamat apartemant Ayumi di sana, siapa tahu Rio berminat mengunjungi sahabat nya di sana.
"Nah aku sudah mengirimkan alamat nya di sana jika suatu saat Kak Rio ada minat mengunjungi nya," ucap nya kembali memasukan ponsel nya ke dalam tas.
Hingga tak terasa mereka pun sampai di depan kantor nya Bayu, Melati pun berterimakasih kepada Rio sebelum turun dari mobil.
"Makasih banyak ya Kak, aku turun dulu dan pikirkan apa yang aku katakan tadi," ucap nya lansung turun dari mobil.
"Iya sama-sama, aku juga berterimakasih sama kamu karna udah kasih semangat buat aku," ucap nya tersenyum sambil melambaikan tangan nya.
Melati pun masuk ke dalam kantor sedangkan Rio langsung tancap gas, dia akan ke kantor Papa nya meminta izin.
.
"Loh sayang kamu sudah datang, sama siapa ke sini?" tanya Bayu saat melihat istri nya sudah sampai di sana.
"Aku sama Kak Rio tadi," ucap nya langsung memeluk suami nya.
Bayu merasa aneh melihat istrinya nampak manja, biasanya kalo kek gini tuh pasti ada mau nya semoga saja gak minta yang aneh-aneh pikir nya.
"Aku kangen sama kamu Mas," ucap nya manja sedangkan Bayu susah payah menahan silva nya saat melihat d*** istri nya yang terlihat semakin besar menempel di dadanya.
Melati tadi memang memakai blezer namun dia sengaja melepas nya karna gerah, sedangkan dres nya itu cuma tali kecil sedikit terbuka.
Bayu benar-benar di buat kelimpungan, dia harus bagaimana sekarang pikirnya.
__ADS_1
Sedangkan Melati yang menginginkan kehangatan dari suami nya pun terus menggoda nya, Bayu benar-benar tidak tahan lagi dia menggendong istrinya dan membawa nya masuk ke dalam ruang priabadi nya, ternyata di dalam sana terdapat tempat tidur mungkin itu tempat Bayu istirahat di kala lelah.
.
Di sisi lain Rio sudah sampai di kantor Papa nya, dia ingin secepatnya menyusul Ayumi sebelum terlambat.
"Pah aku mau bicara penting sama Papa," ucap nya.
Sedangkan Papa nya nampak bingung apa yang mau Rio katakan kenapa tiba-tiba datang kesana apa yang mau Rio katakan kepada nya.
"Rio kamu mau bicara apa? tumben anak Papa mau repot-repot kesini," ucap nya sambil tersenyum dia berdiri dan ikut duduk di sofa bersama Rio.
Rama sangat menyayangi anak bungsu nya itu meskipun Rio sudah dewasa dan mandiri namun dia tahu kalo Rio masih membutuhkan nya.
"Ada apa, sepertinya serius sekali? apa Hotel kamu ada masalah atau pembangunan yang di luar kota yang bermasalah?" tanya Papa Rama karna dia tahu kalo Rio sedang sibuk sekali dengan pembangunan itu.
"Bukan itu Pah, Hotel dan pembangunan nya baik-baik saja, aku hanya ingin tanya apa aku bisa mengurus kontor Papa yang di Jepang?" tanya Rio.
Sedari tadi Rio bingung bagaimana menyusul Ayumi ke Jepang namun saat ingat kalo Papa nya juga punya perusahaan di sana dia menpunyai ide, apalagi alamat yang Melati berikan tidak jauh dari kantor Papa nya itu.
"Bukannya kamu gak mau ngurusin perusahaan Papa dan milih usaha sendiri kok sekarang malah berubah pikiran?" tanya Papa nya bingung, sedangkan perusahaan nya itu memang di kelola oleh kepercayaan nya karna dia sibuk, kadang dia akan ke sana satu atau dua bulan sekali.
"Aku berubah pikiran Pah, gimana boleh kan kalo aku yang pegang perusahaan itu?" tanya Rio sungguh dia ingin secepatnya pergi.
Berbeda dengan Rio yang bersemangat Papa nya nampak mengerutkan kening nya sejak kapan Rio mau mengurusi pekerjaan Papa nya apalagi di negara orang. Di perusahaan yang dekat saja dia tidak mau.
"Sebenarnya apa alasan kamu ingin pindah bekerja di sana, tidak mungkin kamu berubah pikiran secepat itu," ucap nya ragu dan Rio pun bingung harus menceritakan nya dari mana.
__ADS_1
"Papa tahu kamu seperti apa Rio ayo jujur sama Papa," bujuk nya.
Rio pun menceritakan kalo dia ingin memperjuangkan cinta nya, dia tidak ingin kehilangan Ayumi untuk kedua kali nya.