
Mereka sampai di kediaman Kenta, Ayunda nampak memeluk Ayumi dengan sisa tangis nya membuat nya segukan.
Sedangkan Papa Kenta belum kembali dia pergi Keberadaan satu mereka masih mencari
"Dari mana saja kamu nak, ibu sangat khawatir sekali, siapa yang menculik mu nak?" dan Ayumi pun membalas pelukan nya hingga mereka tidak sadar kalo Rio masih berdiri di sana.
"Aku gak papa kok bu, cuma salah paham saja tapi semua udah baik-baik saja," jawab nya dia tidak mau ibu nya sampai kepikiran dan jatuh sakit karna memikirkan nya.
Sehingga suara deheman membuat mereka sadar kalo Rio masih berdiri di depan mobil,Bu Ayunda pun langsung melepas kan pelukan nya dan mengajak Rio masuk kedalam rumah.
"Nak Rio maaf, ayo masuk dulu," ajak nya dan mereka pun masuk kedalam rumah dan duduk di sofa.
Bu Ayunda pun menyuruh pembantu membawakan minuma untuk mereka dan juga cemilan nya.
Rio pun duduk di sofa dia benar-benar lelah sekali karna semalam tidak tidur, jadi dia hanya sebentar di sana dan memutuskan untuk pulang.
"Saya gak bisa lama Bu, ada urusan lagi," ucap nya merasa tidak enak namun Ayumi menyadari nya pasti Rio butuh istirahat juga.
"Oh begitu ya padahal ibu mau ngajak nak Rio makan bareng di sini."
"Mungkin lain waktu bu," jawab nya.
"Ya sudah tapi janji ya lain waktu mau kalp Ibu mengajak lagi?" tanya Bu Ayunda.
"Iya, kalo begitu saya langsung pulang ya," ucap nya.
"Haru hati di jalan nak, sekali lagi terimakasih banyak," ucap bu Ayunda.
Ayumi pun mengantar nya sampai ke depan, sedangkan bu Ayunda pergi ke dapur untuk menyiapkan sup untuk anak nya.
"Makasih banyak ya Pak untuk semua nya," ucap Ayumi tulus dari dalam hatinya.
Jujur saja dia sangat bahagia dalam hatinya dia tidak pernah berharap Rio menyelamatkan nya dan ternyata Tuhan mengirimkan Rio sebagai penyelamat nya.
Dia tidak tahu nasib nya akan seperti apa jika Rio tidak datang, mungkin saja dia akan mati di tangan Jovanka.
"Aku melakukan nya dengan senang hati Ayumi, jadi tidak perlu berterimakasih, tapi kalo kamu mau berterimakasih datanglah ke Cafe Stroberi nanti malam aku akan meneraktirmu," ucap nya sambil tersenyum.
Rio memang merencanakan sesuatu nanti malam semoga saja tidak ada gangguan dan rencana nya berjalan lancar.
__ADS_1
Sedangkan Ayumi nampak mengerutkan kening nya dia bingung, harus nya kan dia yang berterimakasih dan menelaktir Rio ko ini malah Rio yang mau nelaktir dia.
"Loh kok gitu sih, harusnya kan saya yang nelaktir Bapa ini malah kebalikan nya."
"Gak papa, mau tidak?"
Ayumi pun nampak menganggukan kepala nya semoga ini awal yang baik untuk kedekatan mereka.
"Baik aku akan datang," jawab nya.
Rio pun tersenyum lebar."Baiklah kalo begitu aku langsung pulanya, kamu juga istirahat ya," ujar nya.
"Iya, hati-hati di jalan," ucap nya sambil melambaykan tangan melihat Rio sudah naik ke dalam mobil nya.
.
Di sisi lain Jovanka nampak murka saat melihat Ayumi tidak ada di sana, dia tidak habis pikir kemana wanita itu apa mungkin ada yang masuk dan menyelamatkan nya tapi siapa?
"Kemana wanita itu? tidak mungkin dia bisa lepas begitu saja," ucap nya karna dia tahu tidak mungkin Ayumi bisa membuka tali itu.
Dan Dewa juga sama kaget nya dia tidak menyangka kalo Ayumi tidak ada di sana, lalu dimana dia sekarang? apa mungkin Jovanka sudah memindahkan nya karna dia tidak mau Dewa bertemu langsung dengan Shovia.
"Dimana Ayumi, apa rencana kamu sehingga sampai tega menculik nya.Jawab?" teriak nya ini kali pertama dia berteriak sekeras itu membuat jantung Jovanka rasanya mau copot karna kaget mendengar nya.
Jovanka tidak menyangka kalo Dewa akan berteriak dan membentak nya karna gara-gara wanita itu, apa sebegitu berharga nya Ayumi sehingga Dewa sangat mencintai nya.
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Dewa menatap tajam Jovanka, membuat nyali nya menciut.
Dewa benar-benar takut Ayumi kebaya-napa karna kalo melihat dari Ayumi nampak lemas tidak mungkin bisa pergi dari sana tanpa bantuan orang lain.
"Aku tidak tahu."
"Sial*n awas saja kamu, kalo terjadi apa-apa dengan Ayumi aku akan membuat perhitungan dengan mu.Ingat itu," ucap nya langsung pergi begitu saja meninggalkan Jovanka.
Setelah kepargian Dewa, Jovanka masih saja duduk sambil menangis dia meratapi nasib nya yang tidak pernah ada seorang pria pun yang mencintai nya.
"Kenapa nasib ku harus seperti ini di saat aku sudah menetapkan hatiku kenapa dia malah pergi dari ku, ini sangat tidak adil."
Jovanka terus saja menangis betapa buruk sekali nasib nya sejak kecil dia tidak pernah di harapkan oleh siapa pun.
__ADS_1
Sedangkan Ayumi sendiri sedang beristirahat di kamar nya, dia baru saja selesai membersihkan dirinya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Pintu kamar pun di ketuk dari luar,nampak Ibu nya masuk membawa nampan berisi makanan untuk Ayumi.
"Ibu kenapa repot-repot sih aku masih bisa turun dan makan di bawah," ujar nya merasa tidak enak dengan Ibu nya yang harus repot-repot.
Sedangkan Bu Ayunda nampak tsrsenyum melihat Ayumi kembali cerewet, dia sangat bersyukur Rio menyelamat kan nya dan membawa nya pulang.
"Makan lah nak, ibu tahu kamu pasti lapar dan ini ibu buatkan sup untukmu."
"Terimakasih banyak bu, maaf sudah merepotkan," ucap nya.
"Ayo makan lah mungpung masih hangat, atau mau ibu suapi?"
"Tidak usah bu, aku bisa sendiri," jawab nya.
Ayumi yang sudah lapar pun langsung melahap makanan ini yang berupa nasi dan sup ayam tak lupa satu gelas jus jaruk yang di buat oleh ibu nya.
"Apa ibu tidak makan?"
"Ibu sudah makan, jadi kamu habiskan ya sayang agar kamu bisa sembuh lebih cepat," ucap nya membuat Ayumi terkekeh.
"Jangan berlebihan bu, aku tidak apa-apa kok."
Memang nya dia sakit apa, cuma luka memar di pipi gak akan terasa bagi Ayumi karna dia jago bela diri jadi tidak aneh baginya bila cuma luka seperti itu.
.
Di sisi lain Melati akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke rumah Ayumi, Melati memang sudah berncana ke sana dari kemarin akan menginjung.
"Apa kamu udah hubungi Ayumi?" tanya Bayu dia takut kalo Ayumi tidak ada di rumah.
"Udah tapi ponsel nya gak aktip, apa Mas tahu dimana alamat rumah Om Kenta?"
Bayu pun menganggukan kepala nya karna dia sudah pernah berkunjung ke kediaman Kenta.
Hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di sana di sebuah komplek perumahan elit.
"Apa benar ini rumah nya?"
__ADS_1
"Tentu saja, kalo tidak percaya kamu hubungi saja bu Ayunda."
Melati pun mengangguk dan segera menghubungi tante nya itu.