Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 147


__ADS_3

Diandra sudah di makamkan namun rasa sedih masih di alami oleh Dira, gadis itu merasakan kehilangan yang paling dalam. sehingga Rian pun dengan sigap menjadi sandaran nya.


"Kita pulang ya kamu harus istirahat," ucap Rian memohon dan Dira pun menurut saja toh mau bagaimana lagi Diandra sudah tenang di alam sana.


Namun saat akan pulang Rian menerima kabar kalo kini giliran Jovanka yang kritis, mereka pun akhirnya kembali ke rumasakit.


"Gimana keadaan Jo sekarang?" tanya Rian, Ia juga sama panik nya seperti Erwin.


Erwin sangat frustasi Ia sangat takut kehilangan istrinya, sudah cukup Ia kehilangan bayinya dan Ia tidak mau terjadi seuatu dengan Jovanka.


"Masih di dalam di tangani dokter," ucap Erwin lirih.


"Tenang ya Jovanka pasti akan baik baik saja, dia wanita yang kuat," ucap Rian menyemangati kakak ipar nya itu.


Pintu ruangan Jovanka pun terbuka akhirnya dokter dan suster pun keluar, mereka memberi tahu kalo Jovanka sudah melewati masa kritis nya dan kini wanita itu sudah sadar.


Erwin segera masuk melihat istri tercinta nya, namun Ia bingung saat Jovanka menanyakan keadaan anak nya.


"Sayang bagaimana keadaan bayi kita apa baik baik saja?" tanya Jo lirih.


"Itu..


"Kenapa Mas katakan apa aku keguguran lagi?" tanya Jo berkaca kaca.


"Tidak Kak bayi kakak baik baik saja sekarang ada di Icobator karna belum cukur umur, usia kandungan kakak kan baru 7 bulan sehingga bayi nya sangat lemah," ucap Dira tiba tiba.


Dan sontak saja membuat Erwin bingung. bayi siapa yang Dira maksud, apa Dira sudah gila bagaimana kalo nanti Jo meminta mereka untuk mengantarkan ke tempat bayi itu.


Erwin beranjak dari tempat duduk nya mempersilahkan Dira mendekati istrinya. namun Erwin butuh penjelasan mereka.


"Bener kah?" tanya Jovanka berbinar.


"Tentu saja, bayi nya tampan kak seperti Kak Erwin," ucap Dira tersenyum

__ADS_1


"Yan apa kalian sudah gila,mengatakan seperti itu pada Jo," bisik Erwin pada Rian.


Rian tahu bagaimana sedih nya Jovanka saat tahu Ia meguguran, namun mereka terpaksa membohongi wanita itu agar menjaga mental nya tetap baik.


Erwin menarik Rian keluar dari ruangan itu, Ia ingin mendengar penjelasan dari mereka.


"Apa maksud kalian? bagaimana kalo Jo malah tambah parah setelah tahu kalo kalian berbohong," ucap Erwin menarik kerah baju Rian sungguh Ia sangat emosi sekali.


"Er lepasin adik kamu, Papa yang meminta Rian dan Dira berbohong," ucap Kenta yang datang tiba tiba bersama bu Darmi.


"Iya nak ayo lepas, kasian Nak Rian," ucap ibu nya.


Erwin pun melepaskan Rian meski hati nya masih benar benar kesal.


"Duduk lah nak, ayo minum tenangkan dirimu," ucap nu Darmi membawa anak sambung nya itu agar duduk di kursi tunggu.


"Maafkan Papa Er Papa yang meminta anak Diandra untuk menggantikan anak kalian yang sudah tiada, awalnya Dira menolak karna Diandra menitipkan bayi itu pada nya namun Papa yang maksa karna Papa gak tega liat Jo terpuruk," ucap Kenta menjelaskan.


"Jangan ada yang kasih tahu Jo kalo bayinya sudah meninggal, mungkin nanti kalo bayi itu sudah besar Jo bisa mengerti dan kamu harus ingat Jo sudah dua kali keguguran dan itu akan sangat sulit lagi untuk Jo mempunyai momongan, jadi Papa mohon bantu Jo agar tidak terpuruk siapa tahu saja nanti kalian punya anak lagi," ucap Papa Kenta.


Erwin nampak diam tidak ada salah nya mereka mencoba lagian Diandra juga sudah tiada tidak akan ada yang meminta hak asuh anak itu kecuali adik nya yaitu Dira.


"Baik lah kalo begitu tapi bagaimana dengan Ibu dan Dira apa kalian tidak keberatan bayi itu di asuh oleh kami?" tanya Erwin.


"Tentu saja tidak asal kalian menyayangi bayi itu seperti anak sendiri," ucap Bu Darmi dan Erwin pun mengangguk setuju.


Rian pun tersenyum mendengarnya sungguh Ia benar benar lelah sekali ingin segera pulang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karna dari semalam Ia belum tidur menunggu di sana.


***


Di sisi lain Nathali sedang memarahi anak nya di penjara yaitu Ilham, karna kecerobohan nya akhirnya malah jadi seperti ini.


"Dasar bodoh kenapa kamu melakukan itu tanpa berfikir dulu, Mama kan sudah bilang kalo kamu cukup culik anak nya Bayu bukan malah bawa Dira juga," ucap Nathali kesal.

__ADS_1


"Aku sudah berhasil Ma tapi wanita sialan itu yang membawa kabur mereka sebelum Bayu datang, dasar wanita sialan," jelas Ilham sungguh ingin sekali Ia membunuh wanita hamil itu.


"Dimana dia sekarang?" tanya Nathali, memang Ia membenci Diandra namun Ia tidak ingin kehilangan bayi dalam perut wanita itu.


Bisa saja Nathali mengusir Diandra dari dulu tapi Ia tidak mau kehilangan calon cucunya, jadi kemana pun mereka pergi Diandra akan selalu ada bersama mereka apalagi setelah ibu Dinar meninggal wanita itu tidak punya siapa siapa lagi.


"Sepertinnya dia ikut bersama Dira, mungkin saja mereka membawa nya dan tinggal di rumah mereka," ucap Ilham.


"Ma cepat cari cara buat lepasin aku, aku gak mau lama lama di sini," ucap Nathali kesal.


"Diam Mama tidak bisa melepaskan kamu dari sini karna mereka pasti akan membuat kamu lebih lama di sini, apalagi Rian memberikan bukti kalo kamu kdrt pada pihak kepolisian," ucap Nathali.


'Sialan kau Rian awas saja kalo aku bebas aku akan membunuh mu,' batin Ilham.


Ilham memang sangat membenci Rian karna Rian yang sudah menggagalkan nya menikahi Dira malam itu mungkin saja kalo Rian tidak datang Dira pasti sudah menjadi istrinya.


Mereka terdiam dan larut dalam pikiran nya masing -masing.


Nathali memang sempat ingin menebus Ilham namun polisi malah menolak nya karna kasus Ilham ini sangat berat, Ilham pasti akan di jatuhkan hukuman puluhan tahun paling sebentar 20 tahun dengan tuduhan penculikan dan kasus kdrt.


Jadi Nathali tidak bisa berbuat apa apa selain pasrah menerima kenyataan, sungguh Ia sangat sedih melihat anak nya seperti itu namun apa boleh buat semua sudah terjadi dan itu terjadi karna kecerobohan anak nya sendiri.


"Mama harus pulang karna jam besuk sudah habis, nanti Mama akan kesini lagi jenguk kamu sabar ya nak," ucap Nathali memeluk anak semata wayang nya itu.


"Iya, Mama hati hati," ucap Ilham.


Setelah keluar dari penjara Nathali nampak berfikir bagaimana cara nya agar bisa membalas dendam pada mereka yaitu Rian istrinya dan juga Bayu.


Sehingga Ia tidak sadar kalo melintas di jalan raya.


"Bu Awas," teriak orang di belakang nya.


Bruk..

__ADS_1


__ADS_2