Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 110


__ADS_3

Tak terasa Dira tertidur di kamar Rian dia menemani baby B di sana sedangkan Rian masih setia dengan leptopnya.


Terdengar suara pintu kamar di ketuk dan Rian pun bergegas keluar dari kamar nya, ternyata Melati yang mengetuk pintu kamar nya itu.


"Gimana B nangis gak?" tanya Melati.


"Nangis dan aku minta bantuan Dira buat nenangin nya, tuh udah tidur lagi sama Dira," ungkap nya menunjuk ke arah tempat tidur.


"Sorry ya kalian pasti kerepotan sebagai tanda terimakasih nya aku beliin kalian martabak coklat keju spesial," ucap Melati memberikan keresek berisi dua kotak martabak.


"Oke thank, ambil sana bayi mu aku gak mau ya nanti dia nangis lagi," ucap nya.


Melati pun dengan hati-hati mengangkat bayinya agar tidak membangunkan Dira, seperti nya adiknya itu sangat lelah jadi dia akan menyuruh Rian menggendong nya agar Dira bisa pindah ke kamar nya


"Yan kamu gendong Dira ya kaya nya dia kelelahan sekali,aku gak tega bangunin nya," ujar nya.


"Iya nanti aku angkat dan pindahkan," jawab nya.


Melati pun keluar dari kamar Rian, pantas saja Dira sudah terlelap karna jam sudah menunjukan pukul 11 malam.


Sedangkan Melati bisa melihat Rian masih setia dengan leptop nya di meja sofa, sepertinya Rian sedang banyak pekerjaan.


"Apa Rian sudah tidur, ko lama sekali?" tanya Bayu.


"Belum sepertinya dia masih bekerja, tadi B tidur di temani sama Dira seperti nya Dira membantu menjaga nya."


"Oh syukurlah aku takut Rian marah karna kira terlalu lama," ungkapnya.


"Tidak masalah dia tidak keberatan sepertinya," ujar nya.


Melati pun meletakan B di dalam box bayi lalu dia membersihkan diri sebelum tidur.


Di kamar Rian Dira masih terlelap dalam tidur nya Rian pun tidak tega membangunkan nya.


"Manis banget sih kamu kalo lagi tidur gini, wajah jutek nya ilang," gumannya membelai pipi Dira yang halus.


Wajah Dira memang cantik walau pun tanpa make up sekali pun, kulit nya yang putih bersih membuat nya semakin berseri.


Rian pun tidak sadar ikut terlelap di samping gadis itu, Dira yang terlelap tidak menyadari kalo ada orang yang memeluknya.


Jam 4 pagi Dira mengerjapkan matanya saat merasakan nafas hangat di atas kepalanya dan tangan kekar melingkar di pinggang nya.


"Astagfiroh," ucap nya sambil menutup mulut nya.

__ADS_1


Dia mundur agar bisa bernafas karna jujur saja dia kaget bisa berada dalam pelukan pria itu.


Dira pun ingat kalo semalam dia ketiduran di sana saat menjaga baby B.


"Aku harus cepat keluar sebelum dia bangun, bisa malu aku kalo dia tahu aku memeluk nya semalam," batinnya.


Dira bangun pelan-pelan dan segera keluar dari kamar Rian untung saja tidak ada siapa-siapa saat dia keluar, dia langsung masuk ke dalam kamar nya.


"Untung saja," guman nya sambil mengelus dada.


Tok


Tok.


Tok


Suara pintu kamar nya di ketuk, pasti ibunya mau membangunkan nya untung saja dia sudah di dalam.


"Kamu sudah bangun nak?" tanya Mbok Darmi.


"Iya bu aku sudah bangun kebetulan aku bangun lebih awal," ucap nya.


"Antar ibu ke pasar ya, bapak mu masih sakit," ajak nya.


"Baiklah tunggu sebentar aku cuci muka dulu," ucap nya berlari ke kamar mandi tak lupa dia juga mengambil jaket.


Dira mengambil kunci mobil yang ibunya berikan dan dia pun segera masuk dan menyalakan mesin mobil nya.


Mereka pun pergi meninggalkan halaman rumah, sedangkan Rian baru saja mengerjapkan matanya saat mendengar mesin mobil.


"Pak Usman tumben pagi-pagi udah keluar," gumanya.


Rian pun menatap ke sebelah nya sudah kosong ternyata Dira sudah tidak ada di samping nya.


"Tumben udah bangun, biasanya jam segini masih tidur?" gumannya sambil mengubah posisi tidur nya menjadi terlentang.


Rian pun menatap langit-langit kamar nya entah sampai kapan hubungan nya dengan Dira seperti ini rasanya ingin sekali dia mengungkapkan perasaan nya.


Sedangkan Dira sudah sampai di pasar dia membantu ibunya membawakan belanjaan nya dan langsung memasukan nya ke dalam mobil.


"Kamu tunggu bentar ya ibu mau ambil ikan segar di sana," ucapnya menunjuk kios pedagang ikan yang tidak jauh dari tempat parkir.


"Aku antar bu."

__ADS_1


"Tidak usah ibu gak lama kok kamu tunggu sebentar ya," ucap nya dan Dira pun mengangguk toh dari situ ibunya kelihatan.


"Baiklah aku tunggu di mobil kalo begitu," jawab nya.


Mbok Darmi pun pergi meninggalkan Dira sendiri, namun saat Dia baru saja menutup pintu mobil suara ketukan kaca mobil terdengar.


Dira pun membuka kaca mobil itu dan terlihat seorang pria dewasa berdiri di sana kira-kira 30 tahunan.


"Maaf Mas cari siapa ya?"


"Mama bokap gue biasanya bokap yang pake mobil ini," ucap nya membuat Dira bingung.


"Maaf bokap siapa? maksud saya siapa namanya saya tidak mengerti maksud anda," ucap Dira.


"Turun lu kasih tahu dimana tua bangka itu," ucapnya lagi.


Dira pun turun dan membanting pintu mobil dengan keras membuat pria itu kaget.


"Apa-apan sih lo untung gua gak jantungan," ucap nya sambil mengusap dadanya.


"Anda yang apa-apaan di tanya malah balik nanya, sebenarnya anda siapa dan mau cari siapa bikin bingung saya saja," ucap Dira mulai kesal.


"Lu.. lu kecil kecil berani juga ya sama gua belum pernah ngerasain bogem mentah dari tangan gue, apa lu mau coba hmm?"


"Asataga apa orang ini gila?" batinnya sambil terus menatap pria yang ada di hadapan nya itu.


"Ayo jawab di mana s Usman dari kemarin gua nungguin, dia malah gak datang."


Dira pun mengerti kalo pria itu menanyakan ayah sambung nya yakni Pak Usman.


"Bapak dirumah sedang tidak enak badan jadi saya yang menggantikan nya," jawab Dira.


"Erwin kamu di sini nak?" tanya Mbok Darmi yang ternyata mengenali pria itu.


"Iya bu dimana bapak, aku ada urusan dengan nya," jawab pria bernama Erwin itu.


"Bapak di rumah sebaiknya kamu ke rumah saja kalo ingin bertemu dengan bapakmu," ungkap nya.


"Aku tidak bisa lama-lama katakan saja kalo aku membutuhkan uang nya dan aku tunggu sampai jang 9 pagi di rumasakit Harapan bunda," ucap nya.


"Sebenarnya siapa yang sakit?" tanya Mbok Darmi bingung.


"Erga, dia kemarin kecelakaan bersama teman nya dan harus di operasi aku sudah meminta uang kepada ayah namun ayah bilang besok temui dia di sini, eh sekarang malah tidak ada," aku nya membuat Mbok Darmi dan Dira saling menatap.

__ADS_1


"Ya sudah kalo begitu aku langsung pamit,jangan lupa katakan pada ayah kalo. aku menunggu nya," lanjut nya.


"Tunggu!!"


__ADS_2