
Melati pun memeluk suami nya dengan erat sambil menahan air mata nya yang terus mengalir jujur saja selama ini dia sangat merindukan sosok pria yang perhatian kepadanya.
"Udah gak usah nangis ayo makan dulu, kamu pasti belum makan kan?" tanya Bayu menyiapkan makanan untuk nya.
Bayu juga menyuapi nya karna dia kasihan melihat istri nya yang tampak lemah.
"Biar aku aja Mas aku bisa makan sendiri kok gak usah di suapin," ucap Melati tak enak.
"Ayo aaa aku malah seneng bisa nyuapin kamu, kalo gak sakit mana bisa aku nyuapain kamu," ujar nya tersenyum.
Melati pun menerima suapan demi suapan yang Bayu berikan jujur dia merasa terharu sekali.
Bayu sangat merasa bersalah karna sudah marah kepada nya, ya wajar saja nama nya juga cemburu pasti semua suami juga akan marah saat tahu ada pria lain yang menginginkan istri nya.
"Mel aku harus balik lagi ke kantor, apa kamu gak papa kalo aku tinggal?" tanya Bayu merasa bersalah dan Melati pun mengangguk.
"Pergilah Mas aku gak mau kamu terlambat apa lagi itu metting bersama orang-orang penting jangan pedulikan aku, aku baik baik saja," ucap nya dan Bayu pun mengelus rambut panjang Melati serta mencium kening nya.
"Cepat sembuh sayang," ujar nya membuat pipi Melati memerah.
Dia tidak tahu kenapa saat mendengar Bayu menyebut nya 'Sayang' dia begitu bahagia.
"Iya Mas juga hati-hati jangan lupa makan siang," ucap nya dan Bayu pun menganguk sambil mengacungkan jempol tangan nya.
Setelah kepargian Bayu, Melati pun masuk ke dalam kamar nya dia ingin beristirahat saja hari ini.
Di tempat lain Ibu Zoya baru saja bersitegang dengan pembeli di toko perhiasan nya.
Wanita itu sudah memesan namun tidak jadi membeli nya, jujur saja Zoya sudah merogoh kocek yang besar untuk itu, dia merasa sangat di rugikan.
"Kamu kenapa seperti nya kesal sekali?" tanya Bimo.
Kini mereka sedang makan siang bersama di salah satu Cafe dekat toko nya.
Selama ini Zoya mengembangkan bisnis nya menjual beberapa jenis perhiasan salah satu nya berlian dan juga emas putih.
"Aku masih kesal Mas, kenapa orang itu begitu tega padaku aku jadi bingung sekali," ucap nya sendu.
__ADS_1
Bimo pun menggengam tangan nya erat, dia tak mau melihat wanita yang di cintai nya itu sedih.
"Aku akan mengganti semua kerugian mu sayang, jangan sedih ya," bujuk nya sambil tersenyum.
"Mas jangan kamu pikir aku mau ya nerima uang dari kamu, aku gak butuh Mas aku cuma kesal saja mereka begitu padaku," ucap nya kesal.
"Ya terus mau bagaimana lagi semua nya kan sudah selesai di buat, bagaimana kalo aku yang membeli satu set perhiasan itu," tawar Bimo membuat Zoya bingung.
"Untuk apa Mas membeli nya?" tanya Zoya.
"Untuk mahar pernikahan kita," jawab nya sambil terkekeh.
Zoya pun melebarkan mata nya."Yang benar saja Mas, kita sudah tua tak perlu barang mewah seperti itu," ucap nya namun itu sukses membuat Zoya salah tingkah.
Memang benar perhiasan itu nampak indah sekali namun bila untuk nya itu terlalu mewah dia sangat malu apalagi usia nya sudah tidak muda lagi.
Apalagi kalo melihat harga dari perhiasan itu sangat malah sekitar 100 juta lebih.
"Jangan khawatir aku akan membelikan semua yang kamu mau sayang," ucap Bimo membuat Zoya memerah karna malu.
"Sudah lah Mas kamu tak perlu berlebihan, aku tidak mau kamu bangkrut nanti nya," ucap Zoya terkekeh.
.
Melati terbangun daru tidur nya badan nya pun lumayan sudah mendingan dan juga kepala nya sudah tidak terlalu pusing.
Dia pun beranjak dari tempat tidur saat mendengat bel berbunyi beberapa kali.
Melati pun langsung membuka nya dan nampak seorang wanita bule berdiri di sana, Melati pun mengeryitkan dahi nya siapa pikir nya.
"Mau cari siapa?" tanya Melati.
"Ya cari pacarku lah dimana dia? kamu pasti pelayan yang membereskan aparteman nya kan tolong bawakan ini ke dalam," ucap nya memberikan koper ke tangan Melati membuat Melati bingung. .
"Maksud anda siapa pacar anda itu?" tanya Melati penasaran.
"Tentu saja Bayu siapa lagi, aku sengaja berkunjung ke aparteman nya untuk melepas rindu," ucap nya tersenyum sinis.
__ADS_1
Deg
Melati pun mengapalkan tangan nya dia menahan air mata nya yang sudah mengembun.
"Sial*n jadi ini rencana nya pura pura baik pada ku setelah aku mulai nyaman dia membalas nya dengan menyakiti ku, oke Bayu aku terima semua yang kamu lakukan aku anggap ini balasan yang setimpal dengan apa yang aku buat padamu," batin nya.
Wanita itu masuk begitu saja dan segera duduk di sofa ruang tamu.
"Buatkan aku minum, aku ingin kamu membuatkan aku jus mangga," ucap nya dan Melati pun mengangguk.
Untung saja di sana ada buah mangga yang di beli nya kemarin kalo tidak dia bisa kena marah wanita berambut pirang itu.
Melati pun melakukan Vc kepada Bayu dia penasaran dengan wanita itu.
"Mas ini ada tamu, apa kamu kenal?" tanya Melati saat melihat wajah Bayu di layar ponsel nya.
Bayu yang tak jelas mendengar perkataan Melati pun melambaikan tangan nya sambil tersenyum.
"Iya sayang apa?" tanya Bayu.
"Ada tamu kamu kenal wanita itu?" tanya Melati membalikan ponsel nya menjadi kamera belakang.
"Iya kenal itu Jovanka," jawab nya.
Lantas Melati pun mematikan ponsel nya dan segera menghampiri wanita itu.
"Silahkan Mba," ucap Melati meletakan satu gelas jus mangga di atas meja.
Setelah itu Melati memperhatikan wanita itu, dia tinggi dan badan nya pun bagus namun pakaian nya saja yang sedikit terbuka.
"Oke gue sadar siapa gue yang bukan siapa siapa bagi loe," batinnya.
Melati pun masuk ke dalam kamar membereskan pakaian nya dia akan secepatnya pergi dari sana dia tidak mau merasakan sakit yang lebih dalam lagi saat nanti Bayu pulang.
Mungkin saja mereka akan bercumbu atau yang lain nya, dan Melati tak mau melihat itu semua, semua pikiran buruk berkecamuk dalam dirinya.
Karna terlalu menonton drama tentang pelakor jadi dia tidak bisa berfikir dengan jernih.
__ADS_1
Di kepala nya hanya ada satu yaitu pergi sebelum melihat apa yang tak mau di lihat nya.
Dia keluar dari sana saat melihat wanita itu tertidur di sofa, dia yakin Bayu pasti akan berpaling dari nya dan kembali pada wanita itu.