Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 38


__ADS_3

Kini Melati sedang berada di rumah ibunya Ayumi, dia sengaja pergi ke sana demi menghadiri acara lamaran sahabat nya itu dan Bayu pun tak keberatan pergi ke sana.


Mereka masih ada waktu dua hari sebelum pergi bulan madu jadi Melati memutuskan untuk pergi dulu ke sana tempat nya tidak jauh dari Jakarta hanya beberapa jam saja berkendara mereka sudah sampai di sana.


Ayumi hanya tinggal bersama Ibu, kalo ayah nya Melati juga tidak tahu dimana. Karna dari dulu saat Melati bertanya Ayumi bilang tidak tahu.


Melati juga tidak mempermasalah kan akan hal itu, malam itu mereka nampak berbincang di ruang tamu.


Acara lamaran nya akan di adakan besok siang di depan rumah nya, yang terlihat sudah di rias dengan sedemikian rupa.


Rumah Ayumi tidak terlalu besar namun memikiki halaman yang luar, para tetangga membantu menyiapkan acara tersebut.


Kakek nya Arumi meninggalkan harta yang banyak untuk mereka berupa perkebunan teh yang tak jauh dari rumah mereka.


"Makasih loh nak Melati sama Aa nya udah mau repot-repot datang kemari" ucap Ayunda.


Melati pun tersenyum mendengar ucapan bu Ayunda dari dulu memang wanita paruh baya selalu baik kepadanya.


"Kami tidak repot sama sekali ko bu, kami malah senang bisa datang di acara nya bahagia nya Ayumi iya kan Mas," ucap nya.


Bayu pun mengangguk kan kepalanya."Iya bu kami sudah menganggap Ayumi keluarga jadi sudah sepantas nya kami turut hadir di acara bahagia ini," jawab nya membuat Bu Ayunda tersenyum.


Melati izin dulu ke kamar menemui Ayumi yang sedang membereskan baju -baju ibu nya karna ibu nya akan ikut ke Jakarta untuk beberapa hari menemani nya di sana.


"Aku masuk dulu ke kamar ya Bu liat Ayumi," ucap nya dan bu Ayunda pun mengangguk.


"Mas aku tinggal dulu sama ibu gak papa kan?" tanya Melati.


"Iya kamu pergi aja gak Mas gak papa kok," ujar nya dan Melati pun segera masuk ke kamar.


Sedangkan Bayu nampak kembali berbincang dengan Bu Ayunda dia bertanya-tanya tentang calon tunangan nya Ayumi.

__ADS_1


"O-ya bu calon tunangan nya Ayumi bekerja dimana?" tanya Bayu penasaran karna Melati mengatakan kalo calon suami nya Ayumi itu adalah seorang dokter di salah satu rumasakit di Jakarta.


"Nak Dewa seorang dokter di rumasakit Pelita hati," ujar nya membuat Bayu mengeryitkan dahi.


Dia seperti tidak asing dengan nama dan rumasakit itu namun dia tidak mau memikirkan hal itu, biar besok saja dia tau siapa calon suami Ayumi.


"Sebenar nya saya belum terlalu kenal dengan calon menantu saya kami hanya baru bertemu beberapa kali, namun kalo dengan keluarga nya saya sudah kenal dari dulu,"


"..


"Mas Amar dan Bapak saya dulu mempunyai perjanjian yang akan berbesan saat anak kami dewasa, Mas Amar dulu adalah tetangga saya namun dia dan keluarga nya pindah ke Jakarta dan mereka datang kemari saat acara keluarga di sini tak tahu nya Ayumi kenal dekat dengan anak nya yaitu Dewa."


"..


"Mereka pun mulai dekat dan Dewa pun memutuskan untuk melamar nya, meski ini terlalu cepat tapi ibu sangat bahagia mendengar nya, karna Ayumi dari dulu tidak pernah pacaran dan dekat dengan siapa pun. Kamu tahu nak ibu sempat takut kalo Ayumi tidak normal karna tak mau menikah di usia nya yang sudah matang ," ucap nya.


Bayu pun bisa mengerti dengan ketakutan dari Bu Ayumi ini apalagi Ayumi sudah mau 28 tahun, kalo di kampung umur segitu udah cukup matang untuk menikah dan berumah tangga.


"Kita do'akan yang terbaik saja bu semoga Ayumi bahagia dengan pria itu," jawab nya.


Di dalam kamar Melati nampak Ayumi sedang memasukan sebuah buku ke dalam kotak, entah kenapa dia sangat penasaran ala yang Ayumi masukan.


"Sedang apa Ay?" tanya Melati duduk di tempat tidur.


Ayumi pun menoleh sambil tersenyum."Aku cuma beresin barang-barang yang tak terpakai mau di bakar biar gak berantakan."


Melati pun menganggukan kepala nya."Apa kamu tidak berubah pikiran Ay, masih ada waktu untuk mundur dari pada kamu terpaksa takut nya kamu kecewa nanti nya," ucap Melati mengingatkan dia tidak mau sahabat nya itu menyesal karna menerima lamaran ini.


"Aku udah yakin kok, Kak Dewa orang nya baik dia juga mau menerima aku apa adanya," ucap nya tersenyum getir.


Walau bagaimana pun Ayumi masih belum bisa melupakan cinta pertama nya itu, tapi dia akan berusaha sekuat nya agar bisa menerima Dewa.

__ADS_1


"Istirahat lah Mel kamu pasti cape kan, aku udah beresin kamar tamu kalian bisa tidur di sana," ujar nya.


Melati pun mengangguk dan segera berdiri namun dia tak sengaja menginjak sebuah poto.


Dengan penasaran dia pun mengambil poto. itu dan meneliti siapa yang ada di poto itu.


Deg


Melati pun melebarkan mata nya dan menatap poto itu, lalu dia menatap punggung Ayumi yang masih setia dengan buku-buku nya.


'Astaga ini kan poto nya Rio, kenapa Ayumi menyimpan poto nya dia, apa jangan-jangan Ayumi suka sama Rio,' batinnya.


Melati pun menyimpat poto itu di atas nakas dan segera keluar dari sana menghampiri suami nya di ruang tamu yang sedang bermain games di ponsel nya.


"Loh dimana ibu?" tanya Melati tak menemukan dimana ibu paruh baya itu.


"Ibu udah masuk dari tadi mungkin dia sudah lelah, kamu lama banget sih sayang" ujar nya mematikan ponsel nya dan memasukan nya ke dalam saku celana nya.


"Maaf, ayo Mas kita juga harus tidur lihat tuh udah malem," ujar nya dan Bayu pun mengangguk.


Mereka masuk ke dalam kamar tamu yang ada di sebelah kamar Ayumi.


Melati membuka pintu kamar itu dulu di sering menginap di sana, kamar masih tetap sama hanya tempat tidur nya saja yang berubah sedikit lebih bagus.


Melati merebahkan tubuh nya dia benar-benar lelah sekali hari ini, apalagi perjalanan mereka memakan waktu yang lama.


"Sayang kamu beneran tidur?" tanya Bayu ikut merebahkan tubuhnya di samping Melati.


"Sayang..,"


"Hmmm.. "

__ADS_1


"Sayang kamu beneran tidur," ujar nya mengelus perut rata Melati.


Melati sudah memejamkan matanya dia benar-benar mengantuk sekali namun tangan Bayu tidak bisa diam terus mengelus perut nya bahkan tangan nya terus naik ke atas membuat Melati mengerang.


__ADS_2