
Dira nampak salah tingkah saat mendengar ungkapan cinta dari Rian, jujur saja Ia benar benar tidak menyangka kalo Rian akan menyatakan cinta padanya.
"Kenapa malah diem gak mau nerima cinta aku? atau kamu sudah punya pilihan?" tanya Rian dengan nada dingin.
"Apa sih kak kok berfikir nya seperti itu?" tanya Dira.
"Ya bisa aja kan kamu udah punya cowok yang kamu suka diluaran sana, aku lihat kamu juga dekat dengan Adit," ucap Rian.
Dira pun tersenyum lalu menatap wajah tampan yang ada di samping nya itu, ini kali pertama nya Dira menatap Rian sedekat ini.
Biasanya Ia akan memalingkan wajah nya saat Rian menatap nya, namun kali ini Dira ingin memastikan perasaan nya pada Rian.
Semoga saja perasaan nya tidak salah kalo hatinya hanya untuk Rian suaminya.
***
Beberapa hari berlalu Bayu pun sudah sadar kini dia sudah mengingat semuanya dan itu membuat mereka semua senang namun Om Bimo yang masih kesal dengan keponakan nya itu dia membuat sedikit pelajaran pada Bayu dengan mengatakan tidak tahu keberadaan Melati.
"Kenapa kalian diam saja saat aku bertanya dimana Melati, sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dari aku," ucapnya kesal.
"Kami tidak tahu kemana Melati pergi Bay, karna dia tidak berpamitan setelah melihat poto itu," jawab Bu Zoya menjelaskan.
Bayu pun menatap poto nya yang bersama Marta saat di hotel itu.
"Tapi aku gak ingat apa -apa kalo pernah pergi bersama Marta, dan Melati seperti nya salah paham. Aku harus jelasin semua nya sama dia Bu," ucap nya.
"Sejak dulu Melati tidak pernah mau bercerita tentang kesedihan nya pada Ibu, dia selalu memendamnya dan memilih pergi dari rumah, dia hanya bilang kalo dia baik baik saja meski tanpa kamu di samping nya itu yang dia tulis di surat itu," ucapnya karna kemarin Melati sempat mengirimkan surat untuk Ibunya.
"Aku harus gimana bu aku sangat merindukan mereka, kenapa mereka tega meninggalkan ku di saat aku tidak sadar," ucap nya benar benar sedih.
"Kita do'akan saja semoga Melati cepat pulang," ucapnya.
"Tapi harus sampai kapan aku menunggu bu, kita bahkan tidak tahu keadaan Melati dan anak kami sekarang aku benar benar sangat cemas sekali," ujarnya.
__ADS_1
Bu Zoya ingin sekali memberitahukan dimana Melati berada namun Bimo melarang nya.
Setelah berbincang dengan mereka Bayu pun memutuskan untuk kembali ke apartemant nya.
Melati sendiri nampak senang saat mendengar berita Bayu sudah mengingat nya namun dia ingin memberi pelajaran kepada suami nya dengan menunda kepulangan nya ke tanah air.
"Apa kamu yakin masih mau di sini?" tanya Ayumi karna dia tahu selama tinggal di sana Melati nampak sedih, bahkan sering menangis saat malam hari.
"Aku akan tinggal beberapa hari lagi, aku ingin lihat perjuangan Mas Bayu ini sebagai hukuman baginya karna sudah membuatku kesal," ucap nya membuat Ayumi menggelengkan kepala nya.
"Aku dukung apapun yang kamu lakukan, semoga setelah ini tidak ada lagi yang bisa memisahkan kalian," ucap Ayumi.
"Iya aku juga berharap seperti itu, lalu bagaimana denganmu kapan kalian meresmikan pernikahan kalian?"
"Aku tidak tahu, mungkin nanti aku aku rundingkan dulu dengan Kak Rio," ujar nya.
"Sebaiknya jangan lama lama kalian sembunyikan kabar bahagia ini, orang tua Kak Rio juga pasti akan senang mendengar berita bahagia ini," ujar nya.
"Aku tidak tahu Mel bagaimana mereka bisa menerima aku atau tidak karna aku hanya pernah bertemu satu kali dengan mereka," ujar nya mengingat pertemuan nya dengan orang tua Rio beberapa bulan yang lalu.
***
Selama berhari hari Bayu terus mencari keberadaan Melati, bahkan dia sampai ke kampung halaman nya Dira dia berharap Melati ada di sana namun nihil, kemana sebernarnya istri kesayangan nya itu kenapa masih betah bersembunyi.
"Sayang pulang lah aku sangat metindukan mu," gumannya sambil memejamkan matanya dia terlelap di Sofa karna terlalu lelah mencari istrinya beberapa hari ini.
Sedangkan di kamar Melati sudah berganti pakaian karna dia baru saja selesai mandi, untung saja Bryan sudah tidur sehingga dia tidak terlalu repot malam itu.
Melati memang sudah sampai tadi siang, dia ingin membuat kejutan untuk suami nya. sungguh dia sangat kasihan saat mendengar Bayu mencarinya kemana mana dia tidak tega dan akhirnya dia memutuska n pulang dan mengakhiri hukumannya yang sudah berjalan 2 minggu.
Selama dua minggu itu Bayu nampak terus mencari nya kesana kemari bahkan Bayu tidak merawat dirinya dan makan nya pun berantakan.
"Loh kok Mas Bayu tidur di Sofa sih?" gumannya melihat wajah yang selama ini dia rindukan.
__ADS_1
"Mas bangun," ucapnya sambil mengekus pipi Bayu pelan.
Bayu yang merasakan ada yang menyentuhnya pun membuka matanya.
"Mel kamu pulang sayang, plis jangan pergi lagi maafkan aku sayang," ucap nya terisak.
Dia menarik Melati dalam pelukan nya, Bayu merasa kalo mimpinya itu seperti nyata tidak seperti mimpi mimpi sebelumnya.
"Plis jangan dulu pergi aku masih merindukan mu sayang, biarkan mimpi ini lebih lama," pinta nya masih memejamkan mata.
Bayu merasa kalo dia sedang mimpi memeluk istrinya itu. Melati pun gemas sekali dengan suaminya itu bahkan Bayu belum sadar kalo itu semua adalah nyata.
Melati mengecup bibir suami nya dan Bayu pun langsung membalas nya dia masih menganggap kalo itu masih mimpi.
Bayu langsung membalasnya dengan menahan tengkuk istrinya itu, sungguh dia sangat takut kalo mimpinya itu cepat berakhir,hingga ciuman itu pun semakin panas.
Melati pun menghentikan nya dengan mendorong tubuh suaminya itu.
"Astaga apa apaan aku ini, apa saking rindu nya aku jadi seperti itu," gumannya sambil memegangi bibirnya.
Sedangkan Bayu kembali terlelap dalam tidurnya.
"Sebaiknya aku biarkan Mas Bayu istirahat dulu aku yakin dia kelelahan," gumannya.
Lantas dia pun mengambilkan selimut dan menyelimutinya.
Setelah itu dia kembali kekamarnya dan segera merebahkan tubuhnya di tempay tidur dan tak lama kemudian dia mulai terlelap.
Saat tengah malam Bayu terbangun dari tidurnya dia kaget saat melihat selimut melekat dalam tubuhnya.
"Perasaan tadi gak ada ini deh, kenapa sekarang ada? apa jangan jangan ada yang masuk ke sini diam diam,"
Bayu pun masuk kedalam kamar nya dan begitu kaget nya dia saat melihat Melati sudah pulang.
__ADS_1
"Apa aku masih bermimpi," gumannya mencubit pipinya pelan.
"Aww sakit juga ternyata," ucap nya sambil melebarkan matanya kalo dia tidak bermimpi.