
Keesokan hari nya mereka sudah bersiap-siap menyaksikan acara pertunangan yang akan di adakan siang ini.
"Kamu cantik sekali sayang," ucap Bayu memeluk istri nya dari belakang.
Melati pun terkekeh sudah beberapa hari ini Bayu terlihat manja sekali padanya bahkan untuk tidur pun dia seperti anak kecil harus di peluk dan di elus dulu kepalanya.
"Ayo siap-siap para tamu sudah ramai, sepertinya calon suami nya Ayumi juga sudah datang," ucap Melati mengelus tangan Bayu agar melepaskan pelukan nya.
Mereka berdiri di depan jendela danbisa melihat jelas keluar kamar.
Terlihat beberapa mobil sudah memenuhi halaman rumah bu Ayunda,mungkin saja salah satu nya adalah mobil.
Mereka pun lantas keluar menghampiri Ibu Ayunda yang sudah duduk di ruang tamu bersama keluarga Dewa.
Bayu nampak heran melihat mereka apa mungkin kecurigaan nya itu benar, kalo Dewa yang ibu Ayunda maksud adalah Dewa sahabat nya.
Tapi bukannya Dewa sudah punya kekasih, sebenarnya apa yang terjadi bukan kan minggu lalu dia masih bertemu dengan Dewa dan juga pacar nya lalu ini apa.
Sebuah tatapan yang benar-benar kaget dan cemas melihat Bayu ada di sana dia adalah ibu nya Dewa, entah apa yang ada di pikiran nya.
'Apa Dewa yang memberi tahu anak ini, dasar Dewa kenapa kamu kasih tahu Bayu tentang acara ini,' batinnya.
Wanita paruh baya itu terus menatap ke arah Bayu yang berada di depan rumah sedangkan mereka berada di tempat acara yang tak jauh dari sana.
"Mas kamu kenapa sih?" tanya Melati heran melihat suami nya diam saja.
Melati mengajak nya duduk namun dia tak mendengarkan nya karna terlalu fokus memikirkan Dewa yang tiba-tiba ingin melamar Ayumi.
"Mas, ayo duduk di sini," ujar nya menarik tangan suami nya agar duduk di samping nya.
"Eh."
Melati pun terkekeh melihat suami nya nampak kaget, apa yang sebenarnya terjadi dengan suami nya itu kenapa diam saja.
"Kamu kenapa sih Mas?" tanya Melati sedangkan Bayu hanya menggaruk kepala nya yang tak gatal dia bingung mau bicara apa.
Acara pun di mulai terdengar suara Mc sedang berbicara dia mengucapkan bismilah sebelum acara di mulai dan Melati bisa melihat Ayumi sudah naik di panggung kecil yang penuh dengan dekorasi dia sangat cantik berbeda dari biasanya
Ayumi sudah berdiri di sana dengan seorang pria yang lumayan tampan.
__ADS_1
"Ciyeee serasi banget loh."
Ayumi tamapak malu pipi nya pun memerah karna semua orang memperhatikan nya.
"Kita mulai acara tukar cincin nya, ayo silah kan Mas nya pakaikan cincin di jari tangan Ayumi."
Dewa pun membuka kotak berwarna merah itu dan terlihat cincin putih yang sangat indah di sana.
Dewa langsung memasangkan cincin itu begitu juga dengan Ayumi, meskipun dia sedikit grogi namun akhirnya semua berjalan lancar.
Suara tepuk tangan dan helaan nafas orang-orang nampak terdengar mereka mengucapkan syukur karna acara berjalan lancar.
"Kini kita masuk acara sesi poto yah.Kalian bisa pamer di jari masing-masing."
"Mas Dewa, Ayumi boleh kalian tunjukan cincinnya kearah kamera." Mc kembali mengucapkan intruksi kepada mereka agar melihat ke arah kamera yang ada di depan.
Mereka pun berpose dengan menunjukan cincin di jari tangan mereka dengan senyuman yang menghiasi wajah mereka.
Banyak yang mengatakan kalo mereka sangat serasi sekali yang satu cantik dan tampan.
Namun senyuman Dewa menghilang saat mata nya menangkap sosok yang sangat di kenal nya yaitu Bayu yang ada di antara keluarga Ayumi.
Sedangkan Melati nampak berbinar melihat senyuman di wajah Ayumi, walau pun dia juga belum tahu maksud dari poto Rio yang ada di kamar Ayumi.
"Serasi banget ya Mas mereka," ucap Melati tersenyum bahagia akhirnya Ayumi mendapat kan pria yang baik.
"I-iya," jawab Bayu terbata, tidak tahu kenapa dia masih harus meminta penjelasan kepada sahabat nya itu.
"Ayo Mas kita ucapkan selamat," ucap nya dan Bayu pun hanya mengangguk saja.
Melati sangat heran ada apa dengan suami nya itu kenapa jadi kaku sekali pikir nya.
Mereka pun ikutan pose poto, Bayu dan Dewa sempat menyapa meski tak seperti biasanya ada sedikit canggung diantara mereka.
"Selamat ya Ay, Dokrer Dewa akhirnya semua berjalan lancar," ucap Melati tersenyum sambil mengulurkan tangan nya.
Dewa pun tersenyum menyambut tangan Melati begitu juga dengan Ayumi dia memeluk sahabatnya itu haru.
"Makasih banyak Mel," ujar nya.
__ADS_1
Berbeda dengan Melati dan Ayumi, Dewa dan Bayu tampak canggung bahkan untuk bertanya pun Bayu bingung harus mulai dari mana.
Hingga ibu nya Dewa menyapa nya."Bayu kamu hadir nak sama siapa?"
Bayu pun tersenyum mendengar wanita paruh baya itu."Saya bersama istri saya kebetulan mereka berteman," jawab nya.
Ibu nya Dewa pun melebarkan mata nya dia tidak menyangka kalo Ayumi berteman dengan istri nya Bayu.
"Bagaimana mungkin Ayumi bisa mengenal istri nya Bayu yang seorang pewaris dari perusahaan," batinnya.
Dia pun sedikit menyungingkan senyum nya kepada Melati yang berdiri tak jauh dari nya.
Melati menatap suami nya seolah meminta penjelasan karna Bayu nampak akrab dengan Dewa.
"Sayang kenalin Dokter Dewa ini dulu satu kampus sama aku, kita juga lumayan dekat, dan yang sebelah nya ibunya, l" ujar nya.
Melati dan Ayumi pun saling memandang, kenapa dunia sesempit ini mereka sahabatan dan laki-laki yang menjadi suami dan calon suami itu ternyata berteman dekat.
"Senang bertemu dengan anda," ucap Melati tersenyum.
Sama hal nya dengan Melati yang jaget, Ayumi pun sama dia tidak menyangka kalo Bayu berteman dekat dengan calon suami nya itu.
Acara pun di lanjut kan dengan acara makan-makan, Melati duduk agak jauh dari yang lain dia ingin bertanya sesuatu kepada suami nya itu
"Kenapa hemm, kok ngajak duduk di sini?" tanya Bayu mengusap kening istrinya itu dengan tisu.
"Mas kok gak bilang sih kalo kenal sama Mas Dewa," ucap nya mulai mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi di pendam nya.
Bayu nampak tersenyum dan menggenggam tangan istrinya itu."Mas juga gak tahu sayang, Mas kira bukan Dokter Dewa yang ini," jawab nya.
"Mas sudah lama mengenal dokter Dewa?" tanya Melati penasaran.
Bayu sudah mengira kalo Melati pasti ingin bertanya akan hal itu kepada nya tentang Dewa.
Bayu pun menghala nafas, dia tidak mungkin bercerita lebih banyak kepada istri nya itu dia hanya menceritakan kedekatan nya saat sekolah dulu.
"Tentu saja, kita kenal dari SMA dan ketemu lagi saat kuliah," jawab nya.
Namun Melati bisa menangkap keanehan dari gaya bicara Bayu yang seolah mereka tahu rahasia masing-masing seperti nya Melati harus cari tahu.
__ADS_1