
Untung saja Om Kenta bertindak lebih cepat kalo tidak Rian dan Melati pasti sudah menikah kala itu.
Rian dari dulu sangat menghargai keputusan apapun yang Melati pilih, bahkan dia bisa merelakan nya saat Melati cerita akan di jodohkan oleh Ayah nya.
Dari dulu Melati lah yang mengejar-ngejar nya hingga Rian kasihan dan menjadikan nya sebagai kekasih.
Rian sadar diri saat itu bukan siapa-siapa bahkan dia tidak sebanding dengan Melati yang anak orang kaya, dia sering bilang putus tapi Melati tidak mau dan saat Kenta menyuruhnya melanjutkan study di luar negri dia sangat senang walau di sisi lain dia juga sakit karna harus meninggalkan Melati tapi ini cara dia memberi kesempatan untuk Melati agar melupakan nya.
Namun ternyata Melati masih setia selama 5 tahun lamanya dan itu membuat nya kembali yakin kalo dia harus memperjuangkan Melati lagi, dia tidak tahu kalo kepulangan nya ke tanah air sedikit terlambat.
Dia baru tahu kalo Melati sudah menikah beberapa bulan setelah nya, dia tidak menyangka akhirnya Melati menyerah dan menikah dengan orang yang di pilihkan oleh Ayahnya.
Namun berbeda dengan saat sekarang Rian begitu bersyukur dengan takdir yang di gariskan kepadanya mereka karna semua yang terjadi itu menang yang terbaik.
Rian terus menggenggam tangan adiknya itu dia akan menjelaskan kepada Melati siapa dia sebenarnya.
Rian memang sudah mengatakan pada Kenta kalo dia ingin Melati tahu tentang hal itu dan Kent juga akan memberi tahu Zoya dan Bimo pelan-pelan.
"Mel, aku tahu aku pernah melakukan kesalahan di masa lalu dan aku minta maaf atas hal itu. Namun kita harus berterimakasih kepada Om Kenta kalo tidak mungkin kita akan terpuruk dalam penyesalan," ucap nya membuat Melati bingung.
"Maksud nya?"
"Om?" ucap Rian sambil melirik Om Kenta dia bisa melihat kalo Kenta menganggukan kepala nya.
Mungkin dengan memberi tahu Melati beban di pundak nya akan sedikit merasa ringan.
"Mel dengarkan aku baik-baik aku dan kamu bersaudara, kita tidak mungkin menikah kalo pun tidak ada Bayu diantara kita."
Melati mengerutkan kening nya apaan sih Rian ini kok bicara seperti itu.
__ADS_1
"Aku adalah saudara kembar kamu Mel, kamu bisa tanya Om Kenta dia yang tahu semua nya dan Ayah kamu makanya Ayah sampe terkena serangan jantung saat tahu kita pacaran,"
"Aku juga tidak menyangka kalo kita saudara tapi aku yakin di balik semua ini akan ada hikmah ya, aku bisa melindungi kamu sebagai saudara bukan sebagai suami kamu seperti janji ku dulu aku akan selalu menjagamu walau pun dalam kondisi yang berbeda."
Hening
Melati mencerna apa yang Rian katakan lalu dia manatap Kenta yang berdiri di dekat Rian.
"Itu gak bener kan? lulucon macam apa ini?" ucap nya sambil tertawa.
"Maafkan Om Mel, ini semua karna kami terlambat menyadarinya kalo saja saya menemukan Rian lebih awal mungkin ini tidak akan terjadi kalian tidak akan sempat berpacaran tapi itu memang kenyataan nya," ucap nya sendu.
Kenta pun menceritakan semua nya membuat Melati semakin terisak dia tidak menyangka kalo Ayah nya tega memisahkan mereka,namun dia masih belum percaya bisa saja kan kalo mereka bohong apalagi ayahnya sudah tiada.
"Aku tidak parcaya dengan ucapan kalian, ini semua bohong kan tan di sini hanya tante yang aku percaya," ucap nya lirih dia tak kuasa menahan tangis nya.
"Itu semua benar nak, tante juga baru tahu hari ini semoga kamu bisa menerima Rian sebagai saudara kamu," ucap Ayunda menengakan nya.
"Kalo kamu tidak percaya kamu bisa datang ke rumasakit dimana kalian dilahirkan," ucap Om Kenta.
Melati pun mengingat kalo tanggal lahir dia dan Rian juga sama karna mereka sudah 3 kali merayakan nya bersama, lalu golongan darah mereka juga sama dulu ayah nya pernah bilang kalo darah nya sama dengan ayah nya dan darah itu sangat langka dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memiliki nya termasuk keturunan nya.
Itu tidak mungkin kebetulan dan dia harus mencari tahu agar semua nya jelas, namun dia yakin kalo Rian benar-benar saudaranya.
Melati mengusap air matanya lalu dia menatap Rian.
Rian pun langsung membawa nya kedalam pelukannya dia tahu dari dulu Melati sangat nyaman saat di peluk oleh nya.
"Udah jangan nangis gak malu apa sama anak kamu, dasar cengeng."
__ADS_1
"Yan kamu tuh ya bisa gak sih kalo hibur aku aja, bukan nya ngeledek," ucap nya mencubit pinggang Rian.
"Aww sakit Mel," ucap nya langsung melepaskan pelukannya.
Kenta dan Ayunda pun tersenyum ternyata Rian bisa dengan mudah membuat mood Melati kembali baik mereka pun kembali duduk di sofa membiarkan mereka berbicara.
Bagitu juga dengan Melati dia tersenyum ternyata dia mempunyai saudara yang baik seperti Rian.
"Apa sih Yan orang aku cuma pelan nyubir nya apa sesakit itu?" ucap Melati dia langsung khawatir saat melihat Rian meringis dan baru sadar kalo pipi Rian sedikit lebam sama seperti wajah suami nya tadi.
Apa yang terjadi apa mereka sempat berantem saat dirinya tidak sadarkan diri?
"Luka kamu?"
"Oh ini," ucapnya tersenyum."Ini hadiah dari suami kamu karna aku tadi yang duluan hajar dia," lanjutnya membuat Melati kaget.
"Tapi kenapa kalian sampe ribut kek gitu sih, aku tahu kamu Yan kamu gak mungkin pukul orang tanpa sebab apa salah Mas Bayu?"
"Dia selingkuh, paham kamu," ucap nya pelan membuat Melati terdiam.
"Kamu sudah tahu kan sehingga kamu diam saja?" tanya nya lagi mereka bicara sedikit berbisik karna takut Kent dan Ayunda mendengar nya.
"Aku aku-
"Apa karna itu juga kamu menangis di pusara Ayah kamu, aku mendengar semua nya Mel awal nya aku tidak percaya kalo Bayu seperti itu tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dan aku juga mendengar kalo wanita itu adalah pacarnya."
"Rian plis jangan bahas itu, kita gak tahu kan kebenaran nya kaya gimana aku takut kita malah salah paham nanti nya. Sebaiknya kita cari tahu dulu kalo pun itu benar aku akan terima kok aku mau Mas Bayu bahagia ya walau pun tanpa aku," ucap nya meski pun berat dua kan mengiklaskan nya.
"Aku akan bantu kamu Mel, walau bagaimana pun kamu adikku aku gak mau buat kamu sedih," ucap nya sambil mengalus rambut panjang Melati.
__ADS_1
"Apaan sih Yan geli tahu dengar nya lagian kita gak tahu kan siapa kakak nya, bisa aja kan aku lahir lebih dulu," ucap nya membuat mereka terkekeh.