
Melati menikmati liburan nya, dia jalan jalan bersama Ayumi sedangkan bayinya di asuh oleh bibi Yuna, Bibi Yuna adalah sepupu nya Om Kenta.
Bibi Yuna orang nya sangat baik dan menyayangi Ayumi seperti anak kandung nya karna anak nya cuma satu laki laki yaitu Lee .
Sedangkan Rio yang memang sibuk membiarkan mereka jalan jalan bersama supir.
"Apa kamu sering ketempat ini?" tanya Melati namun Ayumi menggelengkan kepalanya.
Mereka duduk di sebuah kedai yang cukup ramai di sana menyediakan banyak makanan khas Jepang, tentu saja Melati sangat menikmatinya.
"Tidak juga, aku terlalu sibuk dengan kuliahku ."
Melati mengerti karna memang Ayumi datang ke sana untuk menyelesaikan kuliah nya Ayumi ingin meraih mimpi nya menjadi desainer terkenal.
"Bagaimana keadaan kak Bayu sekarang apa masih sama?" tanya Ayumi, dia penasaran dengan rumah tangga sepupu nya itu.
"Lebih parah Ay, sekarang dia lebih berani membawa wanita dan bermainnya juga bukan di Mall atau pun Cafe tapi di hotel," ucap nya membuat Ayumi melebarkan matanya.
"Whatt? lu serius?" dan Melati pun menganggukan kepalanya dia tidak kuasa menahan kesedihan nya.
"Aku tidak habis pikir kenapa dia cuma ingat orang orang di masalalu nya saja sedangkan dia melupakan orang yang penting dalam hidupnya," ucap Ayumi dia sangat kasihan dengan Melati.
Seharusnya Melati sudah bahagia sekarang bersama keluarga nya, namun cobaan rumah tangga nya benar benar bertubi tubi.
"Aku sudah beberapa kali bertanya kepada dokter dan Dokter mengatakan kalo itu wajar terjadi dan itu akan sembuh dengan sendirinya, bisa lama bisa juga cepat tergantung pasien itu sendiri bisa mengingat atau tidak," ungkap nya.
karna memang hanya itu yang Dokter katakan setiap kali dia bertanya tentang keadaan suami nya.
"Sabar ya Mel, semoga ini semua bisa segera berakhir dan Kan Bayu bisa segera mengingat kalian," ucap nya mengelus bahu Melati seolah memberi selamat.
"Iya, makasih Ay," jawab nya sambil tersenyum.
"Kamu tidak boleh sedih lagi ya, ada aku di sini aku akan bantu kamu dalam hal apapun."
Melati mengusap air matanya yang tiba tiba jatuh, untung saja tidak ada yang memperhatikannya termasuk Ayumi, mereka makan dengan tenang.
***
__ADS_1
Bayu sendiri sudah pulang kerja dia memutuskan untuk datang di acara Reoni sekolah itu, acara yang di adakan di sebuah tempat itu ternyata sangat ramai di sana bisa di lihat kalo teman teman Bayu kesana bersama pasangan masing masing.
"Bay kamu akhirnya datang," ucap Marta dia tersenyum senang akhirnya Bayu datang juga.
"Iya maaf sedikit terlambat tadi sedikit macet," ucap nya.
"Tidak masalah, ayo bergabung dengan yang lain," ajak nya menghampiri teman teman nya yang lain.
Mereka menyambut kedatangan Bayu, ternyata Bayu adalah siswa fopuler saat di SMA dulu sehingga masih banyak yang mengenali nya, mereka juga menanyakan kabar Bayu dan juga istri.
"Dimana istri lu Bay kok gak di ajak?" tanya teman nya.
"Kami punya anak lecil dan istriku paling tidak suka kalo harus meninggalkan nya di rumah," bohong nya.
Jujur Bayu merasa bersalah karna sudah berbohong, dia juga mulai cemas karna belum tahu kemana Melati pergi.
Bayu pun memisahkan diri setelah menyapa teman temannya, Marta sendiri entah kemana karna tidak terlihat lagi.
Bayu menatap deburan ombak yang tidak jauh dari tempat acara, tiba tiba kepala nya pusing.
Dia ingat kalo pernah ke pantai dengan wanita yang dia lihat di ingatan nya itu adalah Melati.
Bayu terus memegangi kepalanya, bayangan demi bayangan saat bersama Melati mulai bermunculan hingga dia tidak tahan dengan sakit di kepalanya itu.
bug
Bayu pun jatuh tak sadarkan diri dan itu sukses membuat semua orang panik melihat Bayu pingsan termasuk Marta, wanita itu sedang mengambil minum langsung berlari menghampiri Bayu.
"Bay lu kenapa?" ucap Marta menepuk nepuk pipi Bayu pelan.
"Sebaiknya kita bawa dia kerumasakit takut nya kenapa napa," ucap yang lain.
"Iya betul, ayo bawa kemobil gua aja lebih dekat dari sini," ucap temannya yang lain.
Mereka pun membawa Bayu oe rumasakit terdekat dan Marta hanya menatap nya saja saat mereka membawa Bayu kedalam mobil.
'Semoga lu bisa cepat sadar Bay, maafin gua selama ini malah bikin semua nya tambah rumit, tapi gua janji setelah ini gua gak akan bikin masalah lagi sama lu itu janji gua,' batinnya.
__ADS_1
-flasback-
Pagi itu Dira mengunjungi Marta di ruangan nya, setelah mengunjungi Elga dia langsung bergegas ke kampus hanya untuk menemui dosennya tersebut.
"Dira ada apa kamu pagi pagi kesini?" tanya Marta bingung melihat Dira ada di ruangan nya.
"Maaf bu mengganggu waktu nya, saya hanya ingin melanjutkan pembicaraan kita yang kemarin," ucap nya memohon.
"Tapi Dira ibu sudah jelaskan sama kamu kalo ibu tidak bisa membantu kamu," ucap nya sambil memalingkan wajah nya.
"Saya mohon bu, ibu terpaksa kan melakukan itu, ayolah bu bantu saya."
"Sebaiknya kamu pulang saja karna ibu tidak bisa membantu kamu sama sekali," jawab nya.
Dira tidak kehilangan akal dia mengambil ponsel nya dan memperlihatkan Video Jovanka bersama ibu Riana.
"Ibu bisa lihat di sana ibu itu mengatakan di bayar oleh Pak Han dan anak anak nya, aku yakin ibu terpaksa kan melakukan ini karna di suruh oleh suami ibu," ucap nya sedikit kesal.
Sedangkan Marta nampak kaget melihat itu dia tidak mau kalo sampai Bayu tahu kalo dia yang memelakukan itu pada Bayu.
Walau bagaimana pun Bayu adalah teman yang baik bagi nya karna sejak dulu Bayu selalu membantu nya.
"Bagiamana apa saya harus memberikan ini pada Mas Bayu?" tanya Dira sedikit menyunggingkan senyum nya, karna dia bisa melihat ketakutan dari raut wajah bu Marta.
"Jangan jangan lalukan itu, saya tidak mau Bayu tahu semua ini," ungkap nya.
"Baiklah saya tidak akan memberi tahu siapa siapa tapi ibu harus bantu Mas Bayu agar bisa mengingat istrinya."
"Bagaimana caranya?"
Dira pun membisikan sesuatu dan Bu Marta pun menganggukan kepalanya.
"Baik akan saya lakukan tapi kamu jangan pernah bicara kan ini dengan Bayu."
Dira pun setuju, setelah itu Dira keluar dengan senyum yang mengembang semoga ini awal yang baik untuk Melati karna dia tahu Melati sangat mencintai suaminya itu.
"Tinggal satu langkah lagi, semoga bu Marta melakukan nya dengan baik dan Mas Bayu bisa mengingat semua nya secepatnya.
__ADS_1
Dira memutuskan untuk membaca buku di perpustakaan karna tidak ada kelas lagi setelah dia menyelesaikan skrifsinya.