Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 136


__ADS_3

Rian dan Dira pun sudah kembali dari berlibur nya, namun Rian nampak tidak tenang saat mengetahui Ilham adalah sepupu dari Bayu.


"Hubby kenapa sih kok melamun?" tanya Dira melihat Rian termenung di depan jendela kaca kamar.


"Gak papa kok," jawab nya langsung memeluk sang istri.


"Cerita dong By ada masalah apa?" tanya Dira, Ia tidak mau ada rahasia diantara mereka.


"Tidak ada sayang, ayo kita sarapan aku sudah lapar," ajak nya.


"Tapi By-


Cup


"Udah ya, jangan berpikir macam macam," ucap nya mencium bibir Dira sekilas agar istri nya diam.


Mereka pun sarapan bersama, tak terasa sudah satu bulan pernikahan mereka dan mereka tinggal di rumah orang tua Rian.


Sedangkan Bu Darmi sudah tidak bekerja lagi di sana karna sudah tua, sedangkan Dira sendiri sibuk membantu Rian mengelola hotel nya.


"By bukannya kita mau ke rumah Mbak Mel, aku udah kangen loh sama Bryan," ucap nya.


"Iya nanti kita ke sana sekalian mampir ke rumah Jo sebentar ya ada yang ingin aku sampaikan pada mereka," ucapnya.


"Baiklah," jawab nya.


Setelah makan mereka pun berangkat ke rumah Bayu, namun mampir dulu ke rumah Jovanka.


"Akhirnya kalian sampai juga," ucap Jovanka memeluk Dira.


"Iya Kak, bagaimana kabar nya?"


"Kabar baik, ayo masuk," ajak nya.


"Eh kok ada yang aneh ya, apa kakak sedang hamil?" tanya Dira melihat perut Jovanka yang sedikit membuncit.


Jovanka pun tersenyum sambil menujukan perut nya.


"Iya Ra aku sedang hamil kembar," jawabnya membuat Dira melebarkan matanya.


"Kakak serius?"


"Tentu saja, usia kandunganku sudah 4 bulan dan sudah terlihat kalo janin nya dua," jawab nya senang.

__ADS_1


"Kok aku juga jadi pengen ya punya anak kembar," ucap nya membuat Jovanka menggelengkan kepala.


"Yan, istrimu mau anak kembar juga katanya," ucap Jovanka kepada Rian yang sedang berbincang dengan Erwin di depan rumah.


"Siap nanti kita bikin balik dari sini," jawab nya membuat pipi Dira memerah.


"Apaan sih By gak jelas deh," jawab Dira sedangkan Rian hanya tersenyum sambil mengerlingkan sebelah matanya genit.


"Udah yuk masuk," ajak Jovanka membawa Dira masuk ke dalam rumah.


"Nah Ra cobain nih puding buatan aku, sorry baru belajar," ucap nya membawakan satu loyang puding untuk Dira.


Warna nya bening dan cantik dengan banyak buah di dalam nya membuat Dira penasaran dengan rasanya.


"Aku coba ya kak," ucap nya.


Dan setelah mencoba ternyata rasanya benar benar enak, membuat Dira kagum bagaimana tidak selama ini Jovanka tidak pernah yang namanya ke dapur, kalo di tanya mana garam dan gula juga dia tidak akan tahu.


"Enak kak," ucap Dira memuji puding buatan Jovanka.


"Baguslah kalo begitu, selama hamil aku seneng banget membuat beberapa masakan meski pun ya kadang tidak sesuai keinginan, tapi Mas Erwin selalu menyemangatiku sehingga aku tidak patah semangat untuk membuat lagi dan lagi," ucap nya.


Setelah menikah Erwin menjadi lebih baik, pria itu sangat menyayangi Jovanka meski dulu diri nya seorang palyboy dan casanova namun setelah menikah Erwin benar benar berubah bahkan Ia sudah jarang ke club.


Sedangkan Jo sendiri sudah tidak boleh bekerja jadi Ia setiap hari ada di rumah saja.


Rian menatap istrinya dari jauh yang sedang bercanda dengan Jovanka, dia tersenyum senang.


"Bagaimana dengan orang yang kamu maksud apa dia benar benar ada di kota ini?" tanya Rian.


Ya yang dulu menelpon Rian saat berlibur adalah Erwin selain pintar berkelahi Erwin juga seorang heker, dulu Ia adalah seorang mata mata.


"Tentu saja, aku selalu ingat wajah bajingan itu bukan kah dia sepupu dari kakak ipar mu?"


"Iya, aku yakin kembali nya dia ke kota ini akan membuat masalah bagaimana tidak dia pasti membalas dendam karna tidak bisa mendapatkan Dira," ucapnya.


"Baiklah kamu tenang saja aku akan meminta anak buah ku menjaga kalian, termasuk menjaga Melati juga, karna tidak menutup kemungkinan kalo Bayu dan Melati pun dalam bahaya," ucap Erwin.


Erwin memang mencari tahu siapa Nathali sebenarnya wanita itu sangat pintar dan licik jadi mereka harus hati hati.


"Aku setuju dengan apa yang kamu katakan nanti aku akan memberi tahu mereka," ucap nya.


"Dan kamu harus ingat kalo Nathali sudah lama bekerja sama dengan seorang mafia, jangan sampai kita lengah. Aku akan mencari bukti kejahatan nya agar kalian semua bisa aman," jelas nya dan Rian pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Setelah lama berbincang dengan Erwin mereka pun pamit karna harus kerumah Melati.


"Loh kok cuma bentar sih aku kan masih kangen," ucap Jovanka seolah tidak rela melihat Dira cepat pulang.


"Nanti kapan kapan kita main lagi, aku ingin mencicipi lagi makanan yang kakak buat," ucap Dira memeluk Jovanka sebentar.


"Janji ya nanti kita masak masak bersama," ucap nya.


"Iya kakak ku yang cantik," ucap nya membuat Jovanka tersenyum.


"Baiklah kalo begitu hati hati di jalan," ucap nya.


Setelah pamit kini mereka sudah sampai di rumah Melati, rumah itu juga nampak sepi hanya ada beberapa penjaga di sana.


Mereka langsung masuk saja saat pelayan membuka pintu, ternyata Melati sedang mengajak anak nya berenang di kolam belakang rumah.


"Hey kalian sudah sampai," ucap nya melambaikan tangan dari kolam.


Sedangkan Bayu segera ke pinggir mengambil kan kimono handuk untuk istrinya, mana bisa dia membiarkan istrinya terlihat **** di depan pria lain meskipun itu saudara nya sendiri.


"Hay Bry ayo sini sama aunty," ucap nya mengambil handuk yang ada di atas meja dan merentangkan nya.


Melati pun memberikan Bryan pada Dira dan Ia sendiri segera naik dan memakai handuknya.


"Kalian tunggu bentar ya kita bersih bersih dulu," ucap nya dan mereka pun mengangguk.


Mereka duduk di gazebo sambil menunggu Melati dan keluarga kecilnya bersiap.


"Aku baru lihat loh di sini ternyata ada rumah kaca," ucap Dira melirik tempat itu.


"Itu tempat tanaman hias Melati, kamu tahu kan kakak kamu sekarang jadi suka mengoleksi dan merawat tanaman," ucap Rian menjelaskan.


Saat mereka sedang asyik berbincang ternyata ada tamu yang menghampiri mereka dan sontak saja Dira menggenggam tangan suaminya dengan gemetar.


"Sayang tenang ada aku di sini," ucap Rian membawa Dira dalam pelukan nya.


"Waw ternyata ada tamu di sini, hallo Dira sayang apa kabar?" tanya pria itu yang ternyata Ilham.


"Jangan coba coba mengganggu istri ku," ucap Rian kesal melihat Ilham yang sok kecakepan.


"Aku lupa kalo Dira sudah menikah," jawab nya membuat Rian semakin geram.


"By udah ya jangan berkelahi ingat kita sedang bertamu," bisik Dira tidak mau terjadi keributan.

__ADS_1


__ADS_2