Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 137


__ADS_3

"Bagaimana rasanya mencicipi bekas?" ucap Ilham membuat Rian tidak bisa mengintrol emosi nya.


"Jangan pernah bicara sembarang lagi, atau aku akan merebok mulut mu itu," ucap Rian menarik kerah baju nya Ilham.


Rian sudah ingin melayangkan pukulan nyan namun Dira segera memeluk nya dari belakang, dia tidak mau Rian sampai berkelahi cuma gara gara dia.


"By sudah jangan hiraukan dia, kamu tahu kan aku tidak seperti yang dia katakan," ucap Dira berbisik di belakang nya tangan nya memeluk erat perut Rian.


Rian pun menghela nafas, dia tidak mau melihat Dira takut dan Ia langsung melepas kan Ilham dengan kasar lalu dia menepuk nepuk tangan nya seolah jijik.


"Dengar ya Ilham aku sangat berterimakasih padamu karna sudah memberikan sebuah berlian padaku dimana hanya aku yang pertama baginya, dan kamu harus tahu bibir nya sangat manis kamu belum mencobanya bukan," ucap Rian memanas manasi.


Rian sungguh kesal karna gara gara kelakuan Ilham Dira sampai ketakutan saat mereka pertama melakukan malam pertama mungkin Dira sedikit trauma, untung saja Rian selalu membuat istrinya itu nyaman sehingga Dira bisa melupakan trauma nya.


"By apaan sih," ucap Dira sudah memerah pipi nya menahan malu.


'Astaga By kenapa bilang kek gitu sih? bikin malu tahu gak,' batinnya.


Sedangkan Ilham menggeram kesal karna memang benar dia tidak pernah bisa menyentuh Dira jangankan mengambil kesucian nya untuk mencium bibir nya pun dia tidak pernah bisa.


"Dengar ya sampai kapan pun Dira adalah istri terhebat yang gua punya, maka jangan pernah lu coba coba mendekati nya apalagi merebutnya dari gua, karna sebelum itu terjadi lu akan berhadapan dengan gua ingat itu," ucap nya menunjuk dada Ilham.


Sedangkan Ilham sudah mengepalkan tangan nya dia benar benar ingin menghajar Rian karna sudah membuat nya kesal, namun tiba tiba Melati dan Bayu datang membuat Ilham mengurungkan niat nya dan berusaha tenang.


"Eh ada apa kok rame gini?" tanya Melati pura pura tidak tahu padahal dirinya sudah tahu kalo tamu nya itu sedang bertengkar.


"Tidak ada apa apa kami hanya saling menyapa saja dulu dia tetangga Dira jadi biasalah, oya Mel apa buah mangga yang di depan boleh di petik sepertinya istri cantik ku sedang menyidam ingin mangga muda," canda nya membuat Dira melotot tidak percaya dengan apa yang Rian katakan.


'Astaga by malah bilang gitu lagi padalah kamu tahu kalo aku sedang datang bulan,' batinnya.

__ADS_1


Sedangkan Melati tersenyum bahagia mendengar kakak ipar nya sudah hamil walau bagaimana pun pantas kalo Dira hamil karna pernikahan mereka sudah lama bahkan sebelum Bayu kecelakaan.


Berbeda dengan Ilham yang nampak memerah menahan amarah karna dia menyangka kalo Dira benar benar hamil anak nya Rian.


'Harusnya lu hamil anak gua Ra, bukan anak pria gak jelas seperti dia," batinnya.


Sedangkan Rian tersenyum senang sambil merangkul pinggang istrinya seolah menunjukan kalo Dira hanya milik nya.


"Sana ambil kalo mau mangga, pake tangga aja naik nya biar gak di gigit semut," ucap Melati dan Rian pun menganggukan kepalanya.


"Ayo sayang kita sudah dapet izin dari yang punya rumah," ajak nya menarik tangan Dira agar mengikuti nya.


Rian sengaja menyenggol Ilham karna dia masih kesal dengan pemuda itu karna sudah menghina istrinya, jujur dia sangat membenci Ilham dan ingin rasanya dia menghajar nya namun dia menghargai Melati sebagai pemilik rumah, dia tidak mau membuat keributan.


"By apaan sih kamu kok pake bohong segala?" tanya Dira saat mereka sudah sampai di dekat pohon mangga.


"Sudahlah jangan pikirkan itu yang penting kita bisa pergi dari hadapan pria brengsek itu," ucap nya.


Rian memang pernah ingin melaporkan Ilham ke polisi atas kasus pelecehan Dira, namun Pak Rusim memohon padanya agar tidak melapor karna bagaimana pun nama baik nya sebagai kepala daerah di pertarukan.


Rian yang sudah kenal lama dengan pria paruh baya itu tidak tega, karna selama ini Pak Rusim selalu saja membantu nya dalam masalah apapun.


"Sebenarnya sejak kapan kamu tahu Ilham adalah sepupu nya kak Bayu?" tanya Dira penasaran.


"Aku tahu saat kita berlibur dimana Erwin yang memberi tahuku, kalo sebenarnya selama itu ada yang memata mataimu, dan Erwin yang memang selalu siaga dia menyuruh orang untuk menjadi pengawal bayangan mu, dan benar saja selama ini Ilham terus mengikuti mu kemana pun kamu pergi," ucap nya.


"Tapi untuk apa dia mengikuti ku? apa motif nya?" tanya Dira penasaran.


"Entah lah aku juga tidak tahu yang jelas kamu jangan pernah pergi kemana pun tanpa aku," ucap nya membuat Dira mengangguk.

__ADS_1


Dira sangat tahu kalo Ilham orang nya sangat nekad, Ia takut kalo pria itu melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.


Setelah mendapatkan mangga muda itu Rian kembali masuk ke dalam rumah untung saja pemuda gila itu sudah tidak ada di sana.


"Kemana dia, apa sudah pergi?" tanya Rian menatap sekeliling namun tidak menemukan Ilham dimana mana.


"Sudah dari tadi, dia hanya sebentar kok," ucap Bayu karna memang tujuan Ilham adalah bertemu dengan nya, namun karna Rian dan Dira ada di sana Ilham malah melupakan tujuan nya.


"Apa dia meminta pekerjaan padamu?" tanya Rian menatap kakak ipar nya.


"Kok kamu tahu kalo dia meminta pekerjaan padaku, apa kamu kenal baik dengan Ilham?" tanya Bayu karna dia memang tidak mengetahui masalalu Ilham seperti apa.


Selama ini Bayu tidak pernah mendengar kabar dari mereka, dan Bayu hanya tahu kalo tante nya sudah menikah dengan seorang pengusaha kaya.


"Bukan aku yang mengenal baik dia tapi istriku," ucap nya membuat Dira menggelengkan kepalanya.


"Kok aku sih by kamu tuh aneh aneh saja," ucap Dira membantah walau bagaimana pu dia tidak mau mengingat orang itu.


"Iya Ra dulu bukannya kamu cinta ya sama dia, gimana cerita nya kok kamu bisa menikah dengan Rian, aku penasaran sekali," ucap Melati karna dia hanya tahu Dira di lecehkan oleh seseorang dan Rian yang bertanggung jawab.


Dira pun menceritakan semua nya dari awal hingga akhirnya mereka bisa menikah.


Melati menggelengkan kepalanya sambil menyapa Bayu ternyata pria brengsek itu adalah sepupu dari suami nya.


"Jangan natap aku kaya gitu dong sayang aku kan gak tahu apa -apa lagian aku kan sudah bilang kalo Ilham pasti menuruni sifat dari ibu nya," jelas Bayu.


"Lalu apa rencana mu apa kamu mau memberi nya pekerjaan?" tanya Rian penasaran.


"Entah lah aku juga bingung, mungkin aku akan menempatkan nya di kantor cabang dan sebagai karyawan biasa," ucapnya dan mereka pun mengangguk setuju karna bagaimana pun mereka tidak tahu apa yang Ilham rencanakan.

__ADS_1


__ADS_2