Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 125


__ADS_3

Jovanka pergi terburu buru setelah mendapatkan telpon dari seseorang dan itu membuat Dira curiga, gadis itu pun mengikuti Jovanka kemana wanita itu pergi.


Tidak tahu kenapa Dira penasaran dengan siapa Jo bertemu karna tadi Jovanka mengatakan 'jangan ganggu Melati'


"Aku yakin Kak Jo tahu sesuatu aku tidak boleh kehilangan jejak nya," ucap Dira melajukan motor nya di belakang mobil Jo.


Mobil pun berhenti di depan sebuah Cafe, Dira yang penasaran terus mengikuti Jovanka, hingga dia bisa melihat wanita paruh baya dengan rambut di cat merah tersenyum menyambut Jovanka.


"Apa kabar baby kenapa kamu sulit sekali di temui," ucap wanita Itu.


Dira terus mempehatikan mereka dari meja belakang Jovanka.


"Mammy mau apa lagi sih?" tanya Jovankq tidak suka.


"Kamu tidak senang bertemu Mommy girl?" tanya wanita itu sendu.


"Cukup mom aku tidak suka berbasa basi, apa mau mommy sebenarnya apa uang mommy sudah habis sehingga mommy menemuiku lagi?"


Karna memang benar ibu nya itu akan mencari nya jika uang nya habis.


"Jo kamu itu keterlaluan ya Mommy hanya rindu padamu sayang, kamu jangan khawatir mommy banyak uang sekarang ." ucap nya menunjukan kartu tanpa batas.


"Dari mana Mommy mendapatkan ini? apa mommy menipu orang lagi?"


"Hahhaa pikirin mu sangat cerdas sayang, mommy bukan menipu tapi membantu membalas dendam dan ini imbalannya," ucap nya sambil terbahak.


"Apa maksud mommy?"


"Sudah lah kamu tidak perlu tahu, mommy hanya ingin bermain main saja biarkan orang orang itu yang bertindak dan kamu tidak usah ikut campur," jawab nya.


Jovanka semakin bingung dengan apa yang ibunya katakan.


"Mom ayolah aku anak mu kenapa mommy jadi seperti ini,katakan dengan jelas jangan membuatku bingung," ucap nya.

__ADS_1


"Anak hhahha.. aku dari dulu tidak pernah menginginkan mu, karna kamu adalah terlahir karna kesalahan."


Jovanka mengusap air matanya dia tahu kalo dari dulu ibu nya tidak pernah menyayanginya.


"Aku tahu Mom tapi aku juga ingin bertanya siapa ayahku yang sebenarnya?"


Wanita itu diam saat Jo bertanya sjapa ayahnya, apa mungkin Jovanka tahu kalo Kenta bukan anak nya pikirnya.


"Tentu saja Kenta siapa lagi, bukannya dia menyayangimu dari dulu?"


"Iya Papa Kenta memang baik dan tulus menyayangiku, tapi dia bukan ayah ku siapa sebenarnya ayahku itu mom?"


"Baik kalo kamu memaksa mom akan ceritakan semua nya, tapi jangan pernah kamu temui dia," ujar nya.


"Ayahmu adalah Herman, dulu dia adalah anak dari supir keluarga kita dia sangat mencintaiku namun aku hanya memanfaatkan nya saja, saat itu aku sangat mencintai Arya namun Arya malah memilih Zoya aku frustasi dan mengajak Herman minum awalnya dia menolak namun karna aku dia terpaksa meminumnya, kami berdua mabuk hingga tidak sadar dengan apa yang kami lakukan."


"Beberapa bulan kemudian aku hamil namun aku tidak mau menikah dengan Herman, ingin sekali aku menjebak Arya namun dia sangat cerdas sehingga aku pun membalas dengan menjebak Kenta biar saja Ayunda yang merasakan balasan atas apa yang Arya dan Zoya lakukan padaku."


"Maksud nya Pak Han ayah nya Ana?" tanya Jovanka tidak percaya.


"Tentu saja dia adalah pengusaha kaya raya dan bisa memberiku banyak uang, aku cuma perlu memberi tahu kelemahan Melati dengan begitu aku bisa medapatkan uang yang banyak," ucap nya.


"Tapi mom Melati tidak salah apa apa kenapa Mommy mengusiknya?"


"Justru karna dia tidak bersalah mommy ingin membuat Zoya hancur dengan menumbalkan anak nya," ucap nya sambil tersenyum jahat.


"Aku tidak menyangka mommy akan setega itu," ucap Jo menggelengkan kepalanya.


"Mommy melakukan ini demi masa depan mommy karna Han memberikan banyak uang," jawab nya.


"Apa yang sebenarnya mommy sepakati dengan Om Han?"


"Tidak banyak mommy hanya memberikan obat pelupa ingatan untuk Bayu agar dia tidak bisa mengingat Melati dan juga anak nya dan itu cukup berhasil membuat Melati frustasi bukan dan jika obat itu di berikan terus menerus itu akan membuat Bayu melupakan Melati untuk selamanya."

__ADS_1


Dira yang sedari tadi diam kini menutup mulut nya tidak percaya, untung saja dia merekam semuanya agar bisa memperlihatkan itu pada Bu Zoya.


Sedangkan Jovanka sama juga kaget nya tidak habis pikir kenapa sejahat itu pada keluarga yang menurut nya sangat baik.


"Aku kecewa padamu kenapa aku terlahir dari wanita jahat sepertimu, andai saja aku tahu kalo Mommy sejahat ini aku tidak akan mengakui mu sebagai ibuku."


"Diam dan janga bicara lagi dan jangan sekali kali ikut campur urusan ku."


Setelah berdebat Jovanka pun meninggalkan tempat itu dia benar benar sangat kesal dengan ibu nya yang super matre itu.


"Aku harus bertemu Melati dan mencerikan semua nya semoga saja Melati bisa mencari jalan keluar nya," ucap Jo mengendari mobilnya dia ingin ke rumah Melati.


Sesampai nya di sana dia melihat Dira juga baru sampai, Dira sedang memarkirkan motornya.Memang Dira langsung pergi setelah melihat perdebatan ibu dan anak itu.


"Ra kamu baru pulang?" tanya Jo sedangkan Dira nampak kaget melihat Jovanka juga ada di sana


"Ah iya kak, kakak di sini juga?" ucap Dira salah tingkah semoga saja Jovanka tidak menyadari kalo dia tadi mengikutinya.


"Iya aku ingin bertemu dengan Melati, apa dia ada di rumah?" tanya Jovanka dia ingin sekali membantu Melati dan menjelaskan semuanya.


Semenjak keguguran beberapa waktu yang lalu sikap Jovanka berubah menjadi baik bukan pada Melati saja tapi pada Ayunda, dia seperti menemukan sosok ibu pada wanita itu karna Ayunda juga sangat menyayangi nya.


"Aku gak tahu Kak sebaiknya kakak masuk dulu biar nanti aku tanya ibuku," ucap nya dan Jovanka pun menunggu di ruang tamu.


"Bu Dira pulang," ucap nya melihat bu Darmi di dapur sedang membereskan barang belanjaannya.


"Gimana kuliah kamu lancar?" tanya Ibu nya sambil tersenyum


"Lancar bu. oya apa Mbak Mel sudah ada kabar belum?" tanya Dira dan Mbok Darmi pun menggelengkan kepalanya.


"Ada kak Jo di depan dia ingin bertemu Mbak Mel, ibu temui saja dulu bilang kalo Mbak sedang keluar, jangan kakatan Mbak Mel kabur dari rumah," ucap nya.


"Iya ibu mengerti," jawab nya dan segera menghampiri Jovanka di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2