Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 122


__ADS_3

"Rian ada apa kamu pagi pagi kesini, apa ada yang penting nak?" tanya bu Zoya ikut duduk di sofa bersama Rian.


Rian mengeluarkan surat dan juga poto dari saku baju kemeja nya, namun bu Zoya nampak biasa saja saat melihat poto itu dan tentu saja itu semua membuat Rian penasaran, sepertinya bu Zoya tahu sesuatu pikir nya.


"Apa Melati cerita sesuatu pada ibu?" tanya Rian.


Bu Zoya menghela nafas, dia yakin kedatangan Rian ada hubungan nya dengan Melati dan benar saja,tidak mungkin anak nya itu mau datang jauh jauh menemui nya kalo bukan tentang adik nya itu.


"Ibu kemarin sempat berbicara dengan adikmu itu, Melati cerita kalo dia melihat Bayu bersama seorang wanita di dalam kantor nya, ibu juga belum tahu siapa wanita itu yang jelas wanita itu adalah wanita yang sama dengan yang ada di poto ini, ibu ingat kalo ciri ciri yang Melati katakan itu sangat mirip."


"Maksud nya Melati sudah tahu ini dari lama?" tanya Rian.


"Seperti nya begitu dia mengeluh lelah berjuang sendiri, tapi ibu selalu menyemangati nya karna sumber kebahagiaan Melati adalah Bayu," ucap Ibunya.


"Berarti ibu tahu dimana Melati sekarang?" tanya Rian penasaran sedangkan Bu Zoya nampak diam tidak menjawab.


"Katakan dimana Melati bu?"


"Ibu juga tidak tahu pasti dia pergi kesana atau tidak, ibu akan menanyakan nya dulu."


Bu Zoya pun menghubungi sesorang dan berbincang sebentar setelah itu dia menutup sambungan telpon nya.


"Bagaimana bu?"


"Sepertinya memang benar Melati akan kesana karna tadi pagi dia menghubungi Ayumi," ucap nya.


"Ayumi? jangan bilang kalo Melati mau ke Jepang menemui Ayumi?" tanya Rian dan Bu Zoya pun mengangguk.


"Kenapa harus jauh sekali sih, kalo memang dia ingin rehat dan menenangkan pikiran kenapa gak di puncak saja kan ada vila keluarga di sana malah jauh jauh kenegri orang," ucap nya kesal sungguh dia sangat marah kepada adiknya itu karna sudah bertindak gegabah harus nya Melati meminta saran padanya bukannya malah kabur begitu saja.


"Kenapa ibu tidak melarang nya sih malah mendukung nya, harusnya kita bantu dia menyadarkan Bayu bukan malah membiarkan nya pergi."


"Rian dengar nak Melati juga butuh waktu untuk sendiri kita gak tahu seberapa besar beban yang ada di pundak nya di tambah lagi dengan kehadiran poto ini, ibu yakin Melati juga ingin membuat Bayu segera mengingat nya tapi Bayu sendiri sepertinya sudah nyaman dengan dirinya sendiri tanpa Melati dan juga Bryan," ucap nya.

__ADS_1


"Aku benar benar tidak habis pikir kenapa Bayu tidak mau mengingat Melati, seharus nya Bayu mengingat kenangan manis bersama Melati bukan malah meninggalkan nya, ingin rasanya aku membuka otak nya agar bisa mengembalikan memori nya bersama Melati," ucap nya benar benar kesal.


Rian pun berdiri dia ingin membuat perhitungan dengan adik ipar nya itu, jujur saja kalo Bayu masih menyakiti Melati dia yang akan membuat mereka berpisah bagaimana pun caranya.


"Rian tunggu kamu mau kemana nak?" tanya Bu Zoya mengajar Rian yang sudah keluar dari ruangan nya.


"Aku harus menemui Bayu dia harus bertanggung jawab atas pergi nya Melati," ucap nya sedikit emosi.


"Rian tenang nak, ibu tahu kamu kesal dan ibu juga sama kesal nya dengan mu tapi kamu jangan gegabah mengambil keputusan biar nanti Papa Bimo yang akan berbicara dengan Bayu," bujuk nya namun Rian tidak mau mendengar nya.


"Aku tidak peduli aku harus memberikan pelajaran padanya," ujarnya segera pergi.


"Rian.. Rian berhenti," ucap Bu Zoya namun Rian sudah masuk kedalam lift.


Bu Zoya pun masuk ke dalam ruangan nya dan segera menghubungi suami nya.


(Hallo Mas Bimo)


(Hallo sayang ada apa?) tanya Bimo di sebrang sana.


(Aku baru selesai metting di Cafe mawar, memang nya kenapa apa kamu sakit? atau terjadi sesuatu dengan anak anak?) tanya Bimo, dia yakin kalo istrinya itu sedang panik.


(Bukan Mas bukan itu, ini tentang Bayu) ucap nya


(Bayu kenapa dengan dia?) Bimo penasaran kenapa Zoya mengetakan itu apa Bayu sudah mengingat semua nya pikir nya.


(Melati pergi dari rumah gara gara Bayu dan sekarang Rian marah dan pergi ke kantor Bayu, Mas ku mohon susul Rian sekarang aku tidak mau mereka sampai berkelahi) jelas nya.


(Ya sudah kalo begitu aku akan segera ke sana)


Setelah itu Bu Zoya pun mematikan ponsel nya ingin menyusul mereka namun dia harus metting penting pagi ini, biarkan suami nya saja yang mengurus mereka.


Sedangkan Rian baru saja sampai di depan kantor Bayu, dia yang juga sering ke sana membuat para karyawan tahu siapa Rian.

__ADS_1


"Apa Bayu ada di dalam?" tanya Rian pada sekertarisnya Bayu.


"Oh ada Pak mari saya antar," ucap nya.


Rian pun mengikuti pria itu dan setelah di persilahkan masuk dia segera masuk, sedangkan sekertaris nya Bayu kembali keruangan nya.


"Mau apa lagi kamu kesini?" tanya Bayu.


Karna sudah sering Rian kesana membujuk Bayu agar dia tinggal bersama Melati dan juga Bryan, namun Bayu bersikukuh tidak mau pergi dari unit apartemant nya.


"Gua mau bikin perhitungan sama lu," ucap Rian menarik kerah baju Bayu membuat pria itu kaget.


"Apa apaan sih kamu datang datanga membuat masalah?" tanya Bayu bingung.


Rian pun melepaskan tangan nya dan melempar kan sebuah poto ke wajah Bayu.


"Jelaskan apa itu," ucap nya.


Bayu pun mengambil nya."Oh ini kenapa kamu harus marah?" ucap Bayu merasa tidak bersalah.


Sedangkan Rian mengepalkan tangan nya dan segera melayang kan bogem mentah nya ke wajah Bayu.


bugh


"Bajingan seharusnya lu mati saja saat kecelakaan itu sehingga lu gak bisa nyakitin adik gua," ucap nya membuat Bayu diam dia mengusap darah di bibir nya, dia memang tahu kalo Rian adalah saudara kembar dari Melati itu pun Bimo yang memberitahu nya.


"Kamu berani berani nya ya, aku bisa laporkan kamu kepolisi tentang kasus penganiayaan," ucap nya membuat Rian tertawa.


"Lapor kan dan setelah itu aku akan melayangkan gugatan cerai kalian kepengadilan," ucap nya.


Namun Bayu seperti nya tidak peduli dengan kata kata Rian.


"Lakukan apapun yang kamu mau, karna aku tidak perduli," ucapnya.

__ADS_1


Rian pun kembali emosi dia melayangkan lagi bogem mentah nya hingga membuat Bayu terbatuk batuk, untung saja Om Bimo segera datang dan merelai pertengkaran mereka.


__ADS_2