
"Ada apa tan kok cemas begitu?" tanya Melati melihat tante nya yang berbeda saat menemui nya di kamar.
"Bayu.. Bayu kecelakaan," ucap tante Ayunda sambil bergetar.
Melati pun diam Ia nampak Syok mendengar nya, lantas Ia pun menitipkan anak nya pada bi Sumi.
"Titip Bryan sebentar ya Bi aku harus ke rumasakit," ucap nya Ia pun berlari keluar namun Ia lupa kalo tadi tidak membawa mobil kesana.
"Di rumasakit yang tadi kamu periksa Mel ini kunci mobil nya," ucap tante Ayunda Ia tahu kalo keponakan nya itu sangat cemas pada suami nya.
Meski Melati sedang kasel namun Ia ingin memastikan kalo Bayu baik baik saja, Ia tidak ingin Bayu kenapa napa.
Melati pun mengendari mobil nya menjuju rumasakit yang tadi Ia mengendarai nya dengan sedang Ia harus tenang meski perasaanya tidak karuan.
Sesampai nya di sana Ia langsung masuk ke ruang rawat Bayu, Bayu baru saja selesai di periksa untung saja luka nya tidak parah hanya kening nya saja yang harus di jahit.
"Ah syukurlah," ucap Melati mengusap air mata nya sedari tadi Melati menangis Ia takut Bayu kenapa napa tapi setelah melihat Bayu baik baik ia pun lega.
"Sayang kamu di sini?" tanya Bayu mengerjapkan mata nya sadar Ia berbinar setelah melihat sang istri di sana.
"Gak usah kepedaan ya aku kesini cuma buat mastiin aja kamu baik baik saja, aku marah sama kamu aku benci semua yang telah kamu lakukan," ucap Melati beranjak dari duduk nya Ia ingin segera pergi dari sana.
Jujur saja dada nya sangat sesak sekali Ia tidak bisa menahan emosi nya saat mengingat kejadian tadi siang.
"Mel plis aku bisa jelaskan," ucap Bayu meski tubuh nya sakit Ia berusaha bangkit dan menggenggam tangan istrinya itu.
"Apa yang ingin kamu jelaskan hmm? aku kamu mau bilang khilaf terus mau nikahin dia gitu," ucap Melati sambil terisak sungguh Ia tidak bisa membendung air mata nya.
__ADS_1
"Astaga sayang kamu ngomong apa sih? aku sama Marta tidak pernah ada hubungan sama sekali dan tadi itu cuma salah paham dan Marta sudah menjelaskan pada suami nya kalo anak yang di kandung nya bukan anak ku, ya gak mungkin juga lah kita gak pernah ngelakuin gak mungkin kan Marta hamil anak ku, anakku cuma Bryan dan calon yang ada di perut kamu sayang aku gak pernah selingkuh meski dalam keadaan amnesi sekali pun," ucap Bayu menjelaskan semua nya.
Melati masih terisak entah lah Ia harus percaya atau tidak karna Ia masih belum yakin dengan apa yang Bayu katakan.
"Udah jangan nangis, kasian bayi kita nanti ikut sedih aku minta maaf ya karna udah buat kamu kaya gini," ucap Bayu mengusap air mata di pipi cantik istrinya itu.
"Kamu jujur kan, gak ada yang kamu sembunyikan dari ku," ucap Melati menatap sayu suami nya itu.
"Aku sudah jujur sejujur jujur nya tidak ada yang aku sembunyikan semua sudah aku katakan yang sesungguh nya," ucap Bayu dan Melati pun mengangguk Ia akan bersurusaha percaya namun jika nanti Bayu berbohong Ia tidak akan segan segan meninggalkan suani nya itu.
"Bayu bagaimana keadaan mu nak?" tanya Om Bimo datang bersama Bu Zoya.
"Aku baik baik saja Om, maaf sudah membuat khawatir," ucap Bayu merasa tidak enak.
"Syukurlah kalo begitu, Mel Ibu bawakan makan siang untuk mu sayang tante Ayunda bilang kamu tidak sempat menyentuh makanan mu karna mendengar kabar buruk dari rumasakit," ucap bu Zoya meletakan makanan di atas meja.
Bayu pun tersenyum meski Melati marah dan kesal istrinya itu masih sangat menghawatirkan nya bahkan Melati melupakan diri nya sendiri dan langsung bergegas ke sana.
Memang Ia sangat mengidam ingin makan makanan itu namun belum sempat Ia bicara Ibu nya sudah membawakan nya terlebih dulu.
"Makasih ya bu aku suka," ucap Melati dan bu Zoya pun mengangguk.
"Habiskan makanan mu setelah itu suapi suami mu ibu bawakan sup dari rumah," ucap Bu Zoya.
Sedangkan Om Bima nampak menatap Bayu Ia tahu kalo ada yang terjadi dengan Bayu dan juga Melati.
"Ada masalah apa lagi Bay?" tanya Om Bimo.
__ADS_1
"Tidak ada kok Om, cuma salah paham aja," ucap Bayu Ia tidak mau masalah nya di ketahui oleh mereka.
"Selesai kan masalah mu jangan buat Melati sedih,Zoya yakin Melati hamil apa itu benar?" tanya Om Bimo penasaran.
Bayu pun tersenyum lalu menganggukan kepala nya, Ia juga masih belum percaya kalo Melati akan hamil secepat itu.
"Kami tadi habis periksa dan hasil nya memang positif Melati hamil 3 bulan," ucap Bayu sambil menatap istrinya yang sedang makan dengan lahap.
"Kami ikut senang mendengarnya, om minta sama kamu Bay jangan biarkan Melati stres dan kamu juga harus menjaga Melati dengan baik jangan sampai kejadian di masalalu terulang," ucap Om Bimo dan Bayu pun mengangguk Ia juga masih ingat saat Melati keguguran beberapa bulan lalu hati nya sangat sakit karna kelalayan nya Melati kehilangan bayi nya.
"Aku akan menjaga nya dengan baik Om," ucap Bayu yakin.
"Om percaya sama kamu Bay, kamu suami yang bertanggung jawab," ucap Bimo tersenyum.
Melati pun menyuapi suami nya setelah Ia kenyang dan untung saja Bayu bisa segera pulang tanpa harus menginap di sana.
Mereka kini sudah sampai di rumah, ternyata bi Sumi dan Bryan pun sudah ada di sana mereka di antar pulang oleh tante Ayunda.
Ayunda yakin kalo yang Melati lihat adalah kesalahan sehingga Ia pun meminta orang untuk mengecek cctv rumasakit dengan izin suami nya.
Rumasakit itu milik Kenta sehingga Ayunda bisa dengan mudah mengetahui semua nya.
Ia juga mencari tahu apa motif dari semua ini, ternyata memang Marta hamil anak orang lain dan Reno sengaja melimpahkan itu semua pada Bayu untuk ajang balas dendam nya namun semua rencana nya gagal total karna Bayu kecelakaan.
Bayu yang kecelakaan membuat Melati sadar kalo cinta nya begitu besar kepada suami nya itu, mana bisa Ia hidup tanpa Bayu karna salama ini Bayu lah pelangkap hidup nya.
Meski mereka menikah karna perjodohan namunTuhan menyatukan mereka dengan lahirnya Bryan, danTuhan juga mengirimkan satu lagi malaikat kecil di perut Melati untuk melengkapi kebahagian mereka.
__ADS_1
Sudah banyak cobaan yang datang pada mereka sekarang waktu nya mereka bahagia.
~ Tamat~