Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 140


__ADS_3

"Kenapa liatin gua kaya gitu?" tanya Bayu bingung melihat Rian terus saja menatap nya.


Bayu memang sedikit gugup namun dia berusaha baik baik saja, Ia tahu kalo Rian pasti mencurigainya memang kakak ipar nya itu selalu saja tahu kalo Ia menyembunyikan sesuatu.


"Jujur sama gua apa yang terjadi sama Melati," ucap Rian menyelidik.


"Astaga cuma mau tanya itu aja sampe merhatiin gua dari atas sampe kebawah, geli banget tahu," ucap Bayu menyandarkan tubuhnya di bangku taman itu.


Memang Rian mengajak Bayu keluar dari ruangan Melati, Ia hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Lu bisa bohong sama Melati tapi lu gak bakalan bisa bohong sama gua, karna apa yang Melati rasain gua juga rasain," ucap nya.


Bayu lupa kalo mereka kembar, pantas saja Rian ngotot ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan adik kembar nya itu.


Bayu menghela nafas, Ia bingung harus bicara atau tidak kepada Rian kalo Melati tahu bagaimana.


"Ayolah bro gua janji deh gak akan kasih tahu Melati," ucap nya memohon.


"Melati keguguran dan baru saja selesai curet," jawab nya sambil menghela nafas.


"Keguguran? sejak kapan Melati hamil kok gua gak di kasih tahu?" tanya Rian bingung.


Rian tidak menyangka kalo Melati keguguran, dia menyangka kalo Melati punya penyakit parah di perut nya.


"Gua juga gak tahu kalo Melati hamil dan Melati sendiri juga tidak tahu dan gua minta sama lu jangan kasih tahu Melati soal ini," ucap nya memohon, walau bagaimana pun pasti Melati akan menyalahkan dirinya sendiri karna hal itu.


"Lu gak nyalahin Melati tentang hal ini kan?" tanya Rian membuat Bayu kesal.


"Astaga dimana otak lu mana bisa gua nyalahin dia lagian kan semua udah takdir, melihat Melati baik baik saja gua udah merasa bersyukur banget," jawab nya.


Bingung Bayu sama kakak ipar nya itu kenapa Ia sampe kepikiran kaya gitu, padalah Bayu gak pernah kepikiran untuk menyalahkan Melati lagian masalah anak nanti juga kalo di percaya pasti di kasih lagi.


Sudah cukup Bayu kehilangan Melati karna salah paham dan Ia gak mau itu semua terjadi lagi, sampai kapan pun Ia akan selalu di samping istrinya.

__ADS_1


Lagian ini semua bukan salah Melati karna musibah siapa yang tahu,semoga saja Melati cepat sehat seperti semula lagi.


"Syukurlah kalo begitu gua merasa tenang," jawabnya.


Mereka pun sama sama diam dalam pikiran nya masing masing setelah membahas hal itu.


Tiba tiba ponsel Bayu berdering dan mengagetkan merekab berdua.


"Astaga lu tuh ya mau bikin jantung gua copot apa," ucap Rian kesal. Sedangkan Bayu hanya cengengesan dan langsung mengangakat ponsel nya.


"Sorry," ucap nya pelan.


(Hallo bu ada apa?) tanya Bayu saat mengangkat telpon dari bu Zoya.


(Bayu tolong Bryan) ucap nya sambil menangis.


(Hallo ibu, kenapa dengan Bryan?) tanya Bayu dia saling melirik dengan Rian bingung lalu dia membesarkan volume ponsel nya agar Rian mendengar nya.


(Bryan di culik ini ibu sama Om kamu sedang mengejar penculik itu) ucap Bu Zoya.


(Kami menuju jalan Xx dan kami kehilangan mobil penculik itu) ucap nya membuat Bayu frustasi.


(Ya sudah Ibu sama Om Bimo sekalian ke sini saja kami sedang di rumasakit, Melati di rawat di rumasakit Medika, yang ada di jalan Xx) ucap nya.


(Astaga kenapa dengan Melati?)


Rian yang tahu ibu nya panik pun merebut ponsel nya Bayu.


(Sebaiknya ibu kesini saja, kami tunggu) ucap nya segera mematikan ponsel nya.


"Kita harus cepat mencari tahu siapa yang menculik Bryan," ucap nya menarik Bayu agar mengikutinya.


Bayu memang syok mendengar anak nya di culik sehingga Ia tidak bisa berfikir dengan jernih bahkan Ia tidak sadar kalo kini sudah ada di depan rumasakit.

__ADS_1


Mereka menunggu Bu Zoya dan Papa Bimo di sana, untung saja tidak terlalu lama mereka langsung datang.


"Ibu kenapa Bryan sampe bisa di culik?" tanya Bayu penasaran.


"Bayu, Ibu minta maaf karna tidak bisa menjaga kamu dengan baik, saat kami sedang tidur namun saat kami melihatnya Bryan sudah tidak ada dan kami melihat cctv rumah mati, kami pun mencari dan melihat cctv komplek dan memang ada satu mobil yang mencurigakan berhenti di depan rumah kita dan benar mobil itu yang membawa Bryan, maafkan ibu," ucap bu Zoya terus terisak.


"Sudah Ibu tenang ya biar kami yang mencari Bryan, Pah ajak Ibu masuk jangan kasih tahu ini pada Melati dan kami minta tolong titip Melati dan Dira, kami pergi sekarang," ucap Rian menenangkan Ibunya Ia tahu kalo Ibunya sangat sedih dan juga merasa bersalah atas apa yang terjadi.


"Iya Bu Rian benar sebaiknya ibu tenang ya, kami akan berusaha mencari Bryan," ucap Bayu berusaha tenang meskipun perasaan nya tidak karuan.


Setelah meninggalkan rumasakit mereka pun pergi untuk mencari Bryan.


"Sebenarnya kita mau kemana sih kok malah muter muter gini?" tanya Rian bingung melihat Bayu menyetir tidak tentu arah.


"Gua mau cari Bryan, mungkin dia lagi nangis ketakutan sekarang," ucap nya sendu. Tak terasa air matanya pun mengalir Ia merasa gagal melindungi anak anak nya.


"Berhenti biar gua yang nyetir," ucap nya membujuk Bayu agar pindah tempat.


Bayu pun akhirnya mengalah dari pada malah terjadi sesuatu dengan mereka, siapa yang akan mencari Bryan.


Rian melajukan mobil nya menuju cafe milik Erwin, Ia tahu kalo Erwin bisa membantu nya.


"Loh kok malah kesini sih? kita mau cari anak gua bukan mau cari makan," ucap Bayu kesal.


Bagaimana tidak Rian seolah tidak serius ingin membantu mencari anak nya, memang kurang ajar sekali kakak ipar nya itu pikir Bayu.


"Kita memang mau cari Bryan tapi kita minta bantun Kak Erwin dulu, kita kan gak tahu kemana penculik itu membawa Erwin," ucap nya.


Di sisi lain Dira nampak bingung saat ada telpon baru masuk ke ponsel nya,Ia menatap Melati yang masih telelap Ia bingung mau mengangkat nya atau tidak, takutnya itu orang iseng.


Dira pun membiarkan ny hingga satu chat masuk kedalam ponsel nya di sana terlihat Bryan sedang terlelap dalam sebuah kamar yang Dira tidak tahu dimana itu.


Dira segera menghubungi nomor itu, Ia penasaran siapa yang telah mengirimkan chat padanya namun tidak diangkat.

__ADS_1


Saat Ia dalam kebingungan Ibu mertua nya datang bersama Papa Bimo, mereka nampak berantakan Dira di buat semakin bingung melihat nya.


"Ibu, Papa dimana Bryan?" tanya Dira ingin memastikan kalo apa yang di lihat nya tidak benar.


__ADS_2