Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 98


__ADS_3

Melati sudah sampai di rumah dengan selamat sedangkan Rian kembali ke kantor.


Rian langsung masuk ke dalam ruangan Om Kenta dia ingin bertanya kenapa Ibu nya ada di sana tadi.


"Bagaimana Ibu mu apa dia baik-baik saja?" tanya Om Kenta dia takut Zoya kenapa-napa.


"Gak papa kok tadi saat aku kembali dia sedang istirahat," ucapnya dan Kenta pun mengangguk.


"Syukurlah aku sangat takut sekali karna Ayunda mewanti-wanti agar aku tidak membuat penyakit lama nya kambuh."


"Apa Ibu punya penyakit serius?"


"Aku tidak tahu yang pasti Zoya dulu punya penyakit asma, mungkin saja sekarang sudah sembuh tapi Zoya itu tidak seperti Ayunda yang jika kesal akan melampiasakan nya Zoya akan memandam nya sendiri."


Rian berharap Ibunya baik-baik saja dia tidak mau kehilangan Ibunya lagi, cukup dia kehilangan Mama Marisa orang yang sangat menyayangi nya sejak kecil.


"O-ya besok kamu ke luar kota ya urus peresmian hotel kita Om gak bisa datang karna ada klien dari luar negri," ucap nya.


"Sama siapa?"


"Ajak saja Reno tapi itu terserah kamu mau mengajak siapa saja, yang penting ada salah satu dari kita yang hadir," ucap nya membuat Rian menganggukan kepalanya.


Rian pun kembali ke ruangan nya namun saat dia ingin kembali tak sengaja seorang wanita menabrak nya untung saja dia gak jatuh.


"Maaf pak saya gak sengaja," ucap nya sambil mengambil kertas yang bersetakan di lantai.


"Kamu lagi kamu lagi ada apa sih sama mata kamu tuh selalu saja nambrak saya," ucap nya saat melihat gadis itu menabrak nya.


"Saya kan gak tahu kalo Bapa ada di sana, maaf sekali lagi."


"Baiklah saya maafkan kamu tapi kamu harus menemani saya ke luar kota besok ini perintah," ucapnya menyeringkai.


Rian memang sangat suka sekali melihat wajah gadis cantik itu jika sedang panik sangat menggemaskan.


"Tapi Pak-


"Tidak ada tapi-tapian Dira ini adalah tugas," ujar nya membuat Dira hanya bisa menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Oke good girl," ucapnya langsung pergi dari sana sedangkan Dira mengetuk pintu ruang kerja Kenta karna ingin memberikan berkas dia di suruh oleh menejer keungan mengantarkan itu.


Dira memang sudah satu minggu magang di perusahaan itu namun dia tidak tahu pasti siapa pemilik nya karna yang merekomendasikan nya adalah kampus nya.


Tadi nya Dira ingin ikut magang di perusahaan nya Bu Zoya namun semua tidak sesuai keinginan nya.


"Masuk," ucap Kenta dari dalam.


"Permisi Pak saya mau memberikan berkas-berkar ini pada Bapak," ucap nya sambil menunduk dia benar-benar gugup.


"Dira tidak perlu gugup saya tidak akan makan kamu," ucap nya terkekeh melihat Dira yang berkeringat ketakutan.


"Maaf Pak," jawab nya dia tidak berani melihat wajah bos nya itu.


"Kamu tidak perlu sungkan, saya takut nanti Zoya marah lagi sama saya kalo kamu ketakutan bekarja dengan saya," ucap nya.


"Dia kenal Ibu," batinnya.


Dira pun memberanikan diri mentap pria paruh baya itu dia nampak kaget ternyata yang menjadi bos nya itu adalah Kenta.


Pertanyaan macam apa itu Dira pikir nya sungguh konyol sekali.


Kenta pun tersenyum."Bekerjalah dengan nyaman di sini, Zoya menitipkan anak bungsu nya kepada saya dia ingin kamu bisa sukses suatu saat nanti."


Dira pun merasa bangga bisa kenal dengan keluarga yang baik seperti saat ini, jujur dia merasa tidak pantas di perlakukan seperti itu.


"O-ya Dira besok kamu temani Rian ke luar kota ya," ucap nya.


Kenta memang mendengar keributan tadi di depan dan dia bisa melihat dari cctv, biasanya Rian tidak akan seperti itu apalagi pada karyawan baru namun yang dia lihat sekarang sangat berbeda seolah Rian ingin mencari perhatian.


Malam harinya sekitar jam 9 malam Bayu baru pulang karna ada metting dadakan dia pulang bersama Bimo karna metting itu juga di hadiri oleh paman nya.


"Loh kok gelap ya Om, apa lampu nya mati?" tanya Bayu melihat seluruh rumah nampak gelap padahal rumah para tetangga terang.


"Om juga gak tahu," jawab Bimo.


Mereka pun masuk kedalam rumah dengan bantuan senter di ponsel, Bayu nampak cemas menghawatirkan anak dan istrinya.

__ADS_1


"Kok sepi ya Om, dimana semua orang?"


"Sayang kamu dimana?" teriaknya berlari keatas ke kamar mereka.


Namun tidak ada siapa-siapa di sana Bayu semakin cemas dia takut Melati pergi lagi.


"Mel kamu dimana? jangan tinggalin aku Mel aku gak punya siapa-siapa," ucap nya terus mencari dia kembali ke ruang tamu namun Om nya nampak menghilang.


Dia semakin bingung sebenarnya apa yang terjadi kenapa semua orang tidak ada di sana?


"Kumohon Mel jangan pergi," ucap nya dia sudah sangat kacu sekali jangan di tanya penampilan nya sekarang.


Saat sedang bingung seperti itu terdengar suara derap langkah yang mendekat, Bayu pun waspada takut nya ada maling yang masuk.


Saat dia sedang berjaga-jaga tiba-tiba lampunya menyala terlihat istrinya tersenyum membawa kue ulang tahun di tangan nya.


Suara nyanyian selamat ulang tahun pun terdengar ternyata mereka memberikan kejutan untuk nya.


"Kejutan selamat ulang tahun sayang," ucap nya namun Bayu nampak diam saja dia masih mencerna apa yang terjadi takut nya hanya mimpi.


"Mas kok diem sih kamu masih marah, maaf ya aku terpaksa melakukan itu demi buat kejutan buat kamu," ucap nya memberikan kue ulang tahun itu kepada Mbo Darmi.


Bayu pun langsung memeluk istrinya dalam dekapan nya sambil mengusap air matanya.


"Jangan tinggalkan aku Mel, aku gak punya siapa-siapa maaf untuk semua nya aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian," ucap nya dan Melati pun mengangguk.


"Aku yang seharusnya minta maaf karna sudah membuat kamu marah," ucap nya.


"Udah woy pelukan nya mencemarkan mata suci gue aja kalian," ucap Rian membuat semua orang tertawa.


Sedangkan Bayu merasa bingung kenapa si brengsek itu ada di sana apa mungkin Melati mengundang nya.


Disana bukan cuma ada Rian tapi ada Tante Ayunda, Om Kenta, Pak Ali, Bu Fatma dan juga Jovanka.


"Jadi aku beneran gak mimpi kan?" ucap Bayu dan Melati pun menggelengkan kepala nya dia mengambil kue agar Bayu meniup lilinnya.


"Tiup lilin nya Mas," Bayu pun menuruti nya suara tepuk tangan pun terdengar meriah namun hati Bayu masih tidak tenang apalagi dia bisa melihat Rian sangat dekat dengan Ibu mertua nya apa yang terjadi pikir nya.

__ADS_1


__ADS_2