
Mereka pun akhirnya sampai di rumasakit namun lagi-lagi mereka harus bertemu dengan Rian di sana entah sedang apa dia di sana yang jelas dia tidak peduli.
Rian sendiri nampak tersenyum melihat Melati sudah bersama lagi dengan suami nya, ya dia sudah berjanji kepada dirinya kalo dia akan melupakan Melati meski pun itu sulit namun dia akan berusaha.
Rian teringat pertemuan nya yang tak sengaja dengan Ayumi di sebuah Kafe dan Ayumi menjelaskan apa yang terjadi kepada Melati selama dia pergi di sana dia tahu kalo Melati begitu terluka oleh nya dan sekarang saat dia sudah membaik dan menemukan pengganti apa dia akan tega merenggut lagi senyuman itu.
"Gua harap lu gak gangguin dia lagi Yan, lu harus nya sadar apa yang lu lakuin ke dia itu benar-benar jahat lu ngilang gitu aja tanpa alasan dan pergi bukan sebulan dua bulan tapi 5 tahun lu kira lima tahun itu cepet apa dia jalani nya sulit bahkan tanpa kehadiran orang tua.Dan sebaiknya lu juga move on Yan dari dia jangan sampai rasa sayang lu ke dia jadi obsesi yang ujung-ujung nya bakal nyakitin dia lagi," ucap Ayumi panjang lebar.
Dari dulu Ayumi adalah orang yang palong cerewet kepada Rian karna dia tidak mau Melati sakit hati dengan pria itu.
Rian pun masuk ke dalam ruang rawat Jovanka dia bisa melihat alat-alat medis masih masih menancap di tubuhnya, Jovanka memang sudah melewati masa kritis nya karna ada seorang pengawal Kenta yang ternyata golongan darah nya sama.
"Gue gak nyangka lu akan terbaring lemah di sini sedangkan kemarin lu masih merengek minta gue beliin mangga muda. Dan gua gak nyangka kalo kata-kata candaan gua kemarin itu beneran fakta," ujar nya mengelus tangan sepupu nya itu.
Ingatan nya menerawang ke hari kemarin kemarin saat Jovanka meminta nya membeli mangga muda,Rian malah menertawakan nya.
"Yan Beliin gue buah mangga dong tapi yang muda," ucap Jovanka memang seperti itu dia kalo ada mau nya aja pasti baik-baikin dia.
Usia Jovanka memang dua tahun lebih tua dari nya sehingga Jovanka selalu saja menyusah kan nya.
"Buat apa beli mangga muda kaya orang yang lagi ngidam aja lu, dimana gua harus beli sekarang kan lagi gak musim non," jawab nya sambil terkekeh.
Namun Jovanka terus memaksa sehingga Rian pun terpaksa mengabulkan permintaan kebetulan di salah satu rumah pegawai Kenta ada pohon mangga dan ada buah nya meskipun belum besar-besar yang penting keinginan Jovanka bisa dia penuhi kalo tidak Jovanka akan mengganggu nya seharian.
Dan benar saja Jovanka memakan nya dengan lahap hingga habis dua biji membuat Rian ngilu melihat nya, dia pun bertanya-tanya dalam hati nya apa Jovanka tidak merasakan asem di mulut nya.
Lamunan nya pun buyar saat seorang dokter dan suster memeriksa Jovanka namun dia sangat tahu siapa dokter itu karna dia sudah bertemu beberapa kali dengan nya.
"Dokter Dewa tugas di sini?" tanya Rian mempersilahkan Dewa memeriksa Jovanka.
__ADS_1
"Iya, kamu bukan nya sepupunya Joe ya?" tanya Dewa sambil memeriksa.
"Iya Dok gimana keadaan Jovanka sekarang?"
"Sudah membaik namun dia butuh istrirahat yang cukup apalagi luka jaitan nya masih belum kering," jawab nya.
Ya Jovanka memang sudah melakukan kuret di perut nya demi membersihkan darah kotor di dinding rahim nya dan karna efek obat dia masib tertidur pulas.
"Syukurlah kalo begitu,"
Setelah memeriksa Dewa pun meninggalkan mereka mungkin Dewa berusaha fropesinal dalam bekerja karna ada beberapa suster di sana.
Di sisi lain Melati nampak duduk sambil menggenggam tangan sahabat nya itu dia tidak kuasa menahan air mata nya di sana hanya ada ibu Ayunda saja karna Rio akan datang nanti malam.
"Ay bangun dong ini aku beneran pulang loh, bukannya kamu kangen sama aku."
Melati terus saja bercerita tentang keseruan mereka saat di pasar malam dulu membuat Melati tertawa dan sesekali menyeka air matanya.
Sedangkan Bayu hanya mengelus pundak istrinya itu, bu Ayunda sendiri memutuskan untuk membeli makanan ke kantin.
Saat Ayunda keluar dari ruang rawat Ayumi dia kaget melihat Kenta ada di depan nya, dia benar-benar sial kenapa harus bertemu lagi dengan si brengsek itu.
"Mas Kenta ngapain di sini?"
"Aku mau melihat anak ku bagaimana kabar Ayumi?" tanya kenta.
Ya Kenta sudah tahu kalo Ayunda melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Ayumi, dia pun mencari tahu keadaan Ayumi dari dokter yang menangani nya.
Kenta adalah pemilik dari rumasakit jadi dia bisa dengan mudah mengetahui semua nya termasuk anak kandung nya.
__ADS_1
Dia juga melakukan tes DNA kepada Jovanka sedangkan pada Ayumi sendiri dia yakin kalo Ayumi adalah anak nya karna golongan darah mereka sama.
"Kondisi nya masih sama," jawab nya sendu.
Ingin rasanya Kenta memeluk wanita yang sangat di cintai nya itu namun dia sudah berjanji akan membuat Ayunda nyaman dulu karna kalo dia memaksa dia takut Ayunda akan pergi lagi.
"Loh Om ngapain disini bukannya ruangan Jovanka di sana?" tanya Rian heran melihat paman nya ada di depan ruang rawat bersama seorang wanita paruh baya.
Namun dia merasa sangat femiliar dengan wanita paruh baya itu.
"Tante Ayu!!" ucap nya membuat Ayunda mengangkat kepala nya menatap pemuda tampan di hadapan nya.
"Tante Ayu kan ini aku Rian tan temen nya Ayumi dulu kita satu angkatan saat di kampus dan aku juga kan pernah beberapa kali ikut main ke rumah," ucap Rian mengulurkan tangan nya mencium tangan wanita paruh baya itu.
Ayunda pun ingat kalo pemuda ini dulu sering menginap di rumah nya bersama Melati saat libur semester.
Dulu Rian masih kurus tidak sekekar sekarang sehingga Ayunda sedikit lupa.
"Maaf ya nak Rian tante hampir lupa soal nya udah lama sekali yah kita tidak bertemu," jawab nya tersenyum.
"Tidak apa-apa tan, ngomong-ngomong tante lagi apa di sini apa ada kerabat yang sakit?"
"Ayumi dia kecelakaan kemarin malam dan masih belum sadarkan diri," jawabnnya sendu.
Rian nampak kaget mendengar nya pantas saja tadi dia melihat Melati kesana ternyata mereka ingin menjenguk Ayumi.
"Semoga Ayumi cepat sadar dan sehat kembali seperti semula ya tan," ucapa nya.
Sedangkan Kenta tidak menyangka kalo Rian sudah lama mengenal mereka.
__ADS_1