Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 130


__ADS_3

Rian pun sampai di depan rumah Erwin, dan untung saja saat dia sampai Erwin pun juga baru sampai, pria itu baru saja memarkirkan motor nya.


"Loh Rian ngapain lu di sini?" tanya Erwin melihat Rian baru saja keluar dari dalam mobil.


"Gua mau jemput Dira," jawabnya.


"Dira gak ada di sini kok," bohongnya membuat Rian kesal.


"Oyah, tapi gua gak percaya sama lu," ucap nya.


"Gua kan udah bilang kalo Dira gak kesini kok lu maksa sih," ucap Erwin.


Namun Rian menyunggingkan senyum nya dan memperlihatkan ponselnya kalo ponsel Dira ada di rumah itu.


'Astaga harus alasan apalagi gua sama Rian,' batinnya.


"Udah Bang lu gak usah boong lagi sama gua, lu tinggal nunjukin aja dimana tempat nya," ujar Rian.


Erwin pun susah payah menelan silva nya, mau tidak mau dia menunjukan dimana Dira berada.


"Dia udah tidur di kamar tahu, terserah lu mau bawa pulang atau mau nginap sekalian yang jelas jangan kasih tahu Dira kalo gua yang kasih tahu luka dia di sini," ungkap nya karna Erwin sudah berjanji tidak akan memberi tahu Rian kalo dia ada disana.


"Oke, makasih bang."


Erwin pun mengangguk dan berjalan kearah tangga menunju kamar nya yang ada di lantai atas.


Sedangkan Rian masuk ke kamar tamu yang Dira tempati, kamar itu memang di kunci dari dalam namun Rian meminta kunci cadangan nya pada Erwin.


Rian sempat marah saat mendengar suara laki laki yang mengangkat telpon nya, namun saat dia melacak ponsel itu dan alamat nya adalah rumah Erwin, dia yakin kalo lakilaki yang mengangkat telponnya adalah Erwin atau Elga.


"Jadi di sini kamu sembunyi, setelah seharian ini membuat ku kesal," gumannya pelan saat melihat Dira sudah tertidur pulas.


Dira memang tifikal susah bangun kalo sudah tidur bahkan dia tidak pernah menyadari kalo Rian sering menemani nya tidur.


Rian pun mengambi tas Dira lalu mengendongnya di belakang, setelah itu dia mengangkat tubuh Dira, Ia ingin membawa Dira pulang ke rumah dan menghukum nya.

__ADS_1


Selama perjalanan Dira nampak pulas dan tidak terganggu sama sekali, hingga mereka pun akhirnya sampai di rumah.


Rian pun mengangkat tubuhnya lagi dan membawa Dira ke dalam kamar nya.


"Ini hukuman buat kamu karna udah ngerjain aku," ucap Rian membuka kemeja Dira.


Meskipun Ia nampak gugup namun Ia ingin memberi hukuman untuk Dira, setelah melepaskan kemaja nya Rian memberikan beberap tanda di sana, Ia yakin besok pagi Dira akan kaget melihatnya.


Setelah memberikan tanda di badan Dira dia pun masuk ke dalam kamar mandi, walau bagaimana pun dia pria normal dan harus menuntaskan nya sendiri.


Keesokan harinya Dira nampak mengerjapkan matanya, Ia merasa asing dengan kamar itu dan Ia juga nampak kaget saat tangan besar memeluk tubuhnya dari belakang.


"Ahhhhh...," teriak Dira.


Ia langsung melepas kasar pelukan itu, jujur Ia takut kalo Erwin atau Elga yang memeluknya dan Ia juga baru menyadari kalo tubuhnya atasnya hanya terbalut bra saja.


Dira pun mulai terisak Ia tidak berani menengok kebelakang Ia sangat takut sekali,Ia memeluk erat selimut di dada nya Ia merasa sangat malu karna tubuhnya tidak memakai baju.


Rian yang mendengar isak tangis Dira pun lantas terbangun dia bingung kenapa Dira menangis.


"Hey kenapa?" tanya Rian mengusap rambut Dira.


"Kenapa aku bisa ada di sini, bukannya semalam aku menginap di rumah kak Erwin," ucap nya sambil terisak.


"Maaf ya, aku yang mindahin kamu kesini habisnya aku kesal kamu udah ngerjain aku," ucap nya membawa Dira dalam pelukannya.


"Maafin aku ya jangan nangis lagi," ucap nya merasa bersalah.


"Aku nangis karna takut yang ngelakuin ini ke aku orang lain, makanya aku nangis."


Rian pun mengulas senyum ternyata istri nya benar benar menghargai rumah tangga mereka meskipun itu terjadi karna terpaksa.


"Oh jadi kamu nangis karna itu, sekarang udah tahu kan kalo yang ngelakuin itu suami kamu jadi jangan nangis karna ini halal untukku dan kamu juga tidak berdosa memperlihatkan nya padaku," ucap nya tersenyum nakal membuat Dira kesal dan mencubit pinggang nya.


"Awww.. aduhh sakit tahu," ucap nya meringis.

__ADS_1


"Rasain, ngapain sih Kakak pake buka baju aku segala dan ini aduh kalo ibu tahu gimana," ucap nya menunjuk tanda yang ada di dada nya.


"Ya kamu tinggal bilang aja kalo ini di gigir serangga," canda nya.


"Mana ada seperti itu ihh bikin kesel aja deh, sana pergi ambilin aku baju aku malu," ucap nya menutup wajah nya dengan selimut.


Sedangkan Rian hanya tersenyum lalu bangun dan mengambil kemeja putih di lemarinya.


"Nih pake terus tidur lagi, baru juga jam 3," ucap nya.


"Balik sana jangan menghadap sini aku mau pake baju," ucap nya.


"Astaga Dira aku udah liat semalam masih malu juga, lagian udah kewajiban tahu kamu ngasih liat itu sama aku bahkan aku berhak atas semua yang ada di tubuh kamu," ucap nya.


"Mesum, udah hadap sana dulu. Aku masih marah ya sama Kakak karna udah nyuri start saat aku tidur," ucap nya membuat Rian tertawa.


Mau tak mau Rian pun menuruti apa yang Dira mau setelah Dira memakai baju nya lantas Rian pun ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Dira.


"Ngapain sih Kakak pake jemput segala, mana gak bangunin aku lagi," ucap nya.


"Aku cuma gak mau kamu menginap di rumah mereka, walau bagaimana pun mereka bukan saudara kandung kamu aku takut kamu kenapa napa," ucap nya.


Dira pun berpikir seperti itu namun dia malu untuk mengiyakan nya.


"Terus kenapa Kakak gak bawa aku ke kamar aku bukan malah bawa kesini pake acara nanda nandain segala apa sih maksud nya?" ucap Dira kesal.


Namun Rian bingung bagaimana mengungkapkan perasaan nya karna dulu saja saat pacaran dengan Melati, gadis itu yang bilang cinta duluan.


"Aku.. gimana ya kok aku bingung bilang nya kek gimana?" ucap Rian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa karna kita suami istri Kakak bebas melakukan apapun tanpa seizinku?"


"Bukan begitu Ra, aku benar benar cemburu sehingga aku membuat tanda seperti itu," ucap nya jujur.


"Cemburu? astaga yang benar saja, bukankan kita menikah karna terpaksa?"

__ADS_1


"Aku sudah suka kamu sejak dulu, terserah kamu mau percaya atau tidak yang jelas aku cinta sama kamu Ra."


"Hah??"


__ADS_2