Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 67


__ADS_3

"Dokter Dewa kenapa kok babak belur begitu?" tanya Dokter Burhan yang tak sengaja berpapasan di lorong rumasakit.


"Tidak apa-apa Dok tadi hanya salah paham saja," jawab nya.


"Mendingan di obati dulu minta suster obatin luka kamu itu biar gak bengkak," ucap nya dan Dewa pun menganggukan kepala nya.


Namun saat Dokter itu pergi beberapa kertas yang di bawa nya jatuh ke lantai sehingga membuat Dewa mau tak mau mengambil nya.


"Dasar ceroboh," guman nya namun dia tidak sengaja melihat nama yang tertera di sana, ternyata itu data salah satu pasieun nya Dokter Burhan.


Dia melebarkan matanya dan membaca setiap detil yang ada di kertas itu.


"Ayumi Gea Mahendra," batinnya.


"Bukankah itu nama Ayumi tunangan ku," gumannya dan dia pun mengejar Dokter Burhan yang sudah masuk ke dalam lift dokter Dewa pun segera menaiki tangga agar cepat sampai di lantai dua.


Setelah sampai Dokter Burhan pun berjalan masuk ke ruang rawat pasien nya dan Dewa yakin kalo itu ruang rawat Ayumi, tapi kenapa dia bisa ada di rumasakit pikir nya.


Pantas saja selama satu minggu ini dia mencari keberadaan calon istri nya itu tidak ada ternyata dia ada di sini kenapa dia tidak tahu masalah ini pikir nya.


Dia teringat pada malam itu, setelah Ayumi pergi dia pun langsung memakai kembali baju nya dan dia juga berlari mengejar Ayumi namun nihil dia tidak menemukan nya.


Jujur dia mulai nyaman dengan Ayumi dan juga mulai suka dengan perhatian yang Ayumi berikan, dia benar-benar menyesal.


Keesokan hari nya seperti biasa Bayu akan berangkat berkerja Melati sendiri akan ke rumasakit pagi ini bersama dengan Dira.


"Mas aku izin ke rumasakit ya sama Dira juga kok," ucap nya sambil mengantar Bayu ke depan pintu.


"Iya kamu hati-hati ya, Mas berangkat kerja dulu," ucap nya sambil mencium kening Melati begitu juga setelah nya Melati mencium tangan suami nya.


Melati pun masuk ke dalam rumah dia bergabung kembali dengan Ibu dan juga Dira di meja makan.


"Bayu udah berangkat?" tanya Bu Zoya.


"Udah bu barusan, o-ya Ra ikut aku ke rumasakit yuk kita nengokin Ayumi," ajak nya dan Dira pun menganggukan kepala nya.

__ADS_1


"Ayumi masih belum sadar juga?"


Bu Zoya tahu dari Melati kemarin kalo sahabat nya kecelakaan dan belum sadarkan diri.


"Belum bu do'akan saja ya semoga Ayumi cepat sadar dan kembali sehat seperti semula," ujar nya dan di amini oleh mereka.


"Dia dirumasakit mana biar nanti siang Ibu nyusul sama Mas Bimo," ucap nya karna pagi ini dia harus bekerja jadi dia akan menjenguk nya saat makan siang.


Melati pun menyebutkan alamat rumsakit dan juga nomor ruangan dimana Ayumi di rawat.


"Ya sudah kalo gitu Ibu berangkat kerja dulu yah sayang, kalian hati-hati kalo mau pergi kalo ada apa-apa cepat hubungi ibu," ucap nya mengulurkan tangan kepada mereka.


Melati pun mencium tangan ibu nya begitu juga dengan Dira.


"Hati-hati bu," ucap mereka.


Setelah kepergian Ibu nya Melati nampak diam sambil mengaduk-ngaduk susu hamil nya dengan sendok.


"Mbak kenapa sih kaya bingung gitu?" tanya Dira sambil membereskan meja dan mencuci piring bekas sarapan.


Dira membantu Mbok Darmi mengerjakan pekerjaan rumah, agar cepat selesai.


"Mbak bingung Ra kenapa ya pacar nya Ayumi gak ada jenguk dia, padalah kan mereka udah rencana nikah bulan ini," ucap nya.


Dira pun menoleh lalu meneruskan mencuci piring."Mungkin sibuk kali Mbak orang kota kan biasa nya gitu apalagi pekerja kantoran."


"Ya tapi kan dia Dokter juga masa gak tahu kalo pacar nya di rawat di sana, padahal kata Mas Bayu Dokter Dewa itu dinas di rumasakit yang sama," ucap nya.


Mereka pun terdiam dengan pikiran nya masing-masing sehingga suara Mbok Darmi mengagetkan mereka.


"Loh kok pada bengong sih ada apa?" tanya Mbok Darmi yang baru pulang dari pasar.


Mereka pun sadar dan Dira membantu membawa barang yang ibu nya bawa.


"Mbok kapan datang ngagetin aja," ucap Melati.

__ADS_1


"Maaf non habis nya kalian kaya orang kesambet gitu," jawab nya.


Melati pun tersenyum lalu beranjak."Aku mandi dulu kamu siap-siap juga ya," ucap nya dan Dira pun mengangguk sambil mengangkat jempol nya.


Sedangkan Mbok Darmi nampak bingung mau kemana mereka pagi-pagi begini.


"Kamu sama Non Mel mau kemana sih pagi-pagi gini?" tanya Mbok Darmi.


"Mbak Mel ngajak kerumasakit jenguk temen nya itu loh bu yang kemarin Mbak Mel ceritakan katanya masih koma," jelas nya.


"Kasian ya teman non Mel itu, Ibu jadi sedih mendengar nya kamu hati-hati ya selama tinggal di sini jangan lupa kasih kabar kalo mau pergi kemana-mana di sini orang-orang nya beda sama di kampung kamu harus hati-hati jangan percaya sama orang yang baru kamu kenal," ucap nya dan Dira pun mengangguk.


.


Jam 10 siang mereka akhirnya sampai di rumasakit di sana sudah ada ibu Ayunda yang menjaga anak nya.


"Gimana kabar ibu hari ini?" sambil meletakan keranjang buah di atas meja.


"Kabar ibu baik nak," jawab nya.


"Oh iya buk kenal kan ini adik ku Dira, Dira ini bu Ayunda," ucap nya mengenalkan Dira kepada Ayunda.


"Siang bu saya Dira," ucap nya mencium tangan Ayunda.


Ayunda pun tersenyum melihat gadis manis yang nampak sopan itu.


"Senang bertemu dengan mu, ayo sini duduk," ajak nya menepuk sofa yang masih kosong.


Melati dan Dira pun duduk di sofa sambil bercerita tentang keadaan Ayumi yang masih sama belum ada perubahan.


"Apa tidak ada cara agar Ayumi cepat sadar?" tanya Melati dan Bu Ayunda pun menggelengkan kepala nya.


Saat mereka asyik berbincang tiba-tiba pintu terbuka dan muncul seorang pria memakai jas putih yakni dia adalah Dokter Dewa.


Bu Ayunda pun tersenyum melihat calon menantu nya ada di sana, sedangkan Dewa menunduk malu saat melihat ada calon mertua nya.

__ADS_1


"Nak Dewa pasti baru tahu ya Ayumi di sini?" tanya Ayunda dan Dewa pun menganggukan kepala nya sedangkan Melati menatap nya tajam entah apa yang ada di pikiran nya saat ini.


Satu minggu berlalu Ayumi masih saja belum sadar dari koma nya dan itu membuat Melati dan juga yang lain nya bersedih sedangkan Dewa tidak ada kabar sama sekali.


__ADS_2