Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 89


__ADS_3

Bayu kembali ke kantor, hari ini dia akan pulang lebih cepat karna sudah janji kepada Melati.


Selama menunggu waktu pulang Bayu nampak gelisah perasaan nya mendadak tidak enak, dia harus segera pulang dan menjelaskan apa yang terjadi.


"Apa jangan-jangan Rian sudah bercerita macam-macam padanya?" batin Bayu.


Bayu pun bergegas membereskan berkas-berkas dan segera pulang, waktu menunjukan jam 5 sore memang sudah waktu nya dia pulang.


Sesampainya di apartemant Bayu nampak heran melihat ruangan tampak sepi, biasanya Melati akan menyambutnya dengan senyuman namun kali ini tidak ada.


Pikiran nya pun melayang kemana-mana, dia menggelengkan kepala nya membuka lemari baju istrinya ternyata masih utuh matanya tak sengaja melihat ponsel Melati yang tergeletak diatas tempat tidur.


Bayu mengambilnya ternyata ponsel nya mati, Bayu pun lepas mengisi batrai dan dia pun mengeluarkan ponsel milik nya yang juga mati.


Bayu bingung kenapa ponsel nya mati padahal baru tadi padi dia mengisi batrai nya, dia pun menghidupkan nya ternyata batrai nya banyak.


"Kenapa mati tiba-tiba?"


Bayu pun melihat ada beberapa panggilan yak terjawab dari tante Ayunda tiga jam yang lalu.


"Ada apa tante Ayunda menghubungiku?"


Bayu pun menghubungi nya kembali namun tidak diangkat, dia pun memutuskan mengirimkan chat padanya.


[Ada apa tan? apa ada sesuatu yang penting?] Bayu.


Di rumasakit tempat nya di taman Ayunda sedang bersiap mendengarkan cerita dari Kenta sehingga dia tidak menyadari kalo ponsel nya bergetar dalam tas.


"Mas ayo jelaskan apa yang terjadi?"


Kenta pun mengusap keringat nya dengan tangan kanan nya dan meremas tangan Ayunda dengan tangan kirinya lalu dia menghala nafas.


Mungkin ini waktu nya Ayunda tahu kebenaran nya.


"Bagini cerita nya."


~Flasback~


Hari itu Zoya dan Marisa sama-sama datang ke rumasakit untuk melahirkan, Marisa yang kala itu melahirkan normal harus kehilangan bayi nya karna meninggal di dalam kandungan.


Sedangkan Zoya harus melahirkan secara cesar, Kenta nampak kewalahan menghadapi adik nya yang histeris karna kehilangan bayi nya.

__ADS_1


Marisa hampir saja lompat dari jendela rumasakit untung saja ada Arya yang tak sengaja melihat nya.


Arya dan Kenta sama-sama bingung harus bagaimana dan saat itu pula Zoya melahirkan dua bayi kembar yaitu Melati dan Rian.


Arya yang tidak tahu bayi nya kembar nampak sangat bahagia sekali, Arya dan Zoya sering memeriksa kandungan namun bayinya cuma satu yaitu perempuan jadi Zoya hanya mempersiapkan semua nya berwarna pink untuk bayi perempuan mereka.


Kenta terus membujuk Arya agar memberikan bayi laki-laki nya dan dia berjanji akan menyayangi nya seperti keponakan nya sendiri.


Arya di landa kegelisahan dia tidak mau anak nya harus di pisahkan bagaimana kalo Zoya tahu dia pasti akan kecewa.


Kenta terus membujuk nya dan Arya pun terpaksa memberikan satu anak nya kepada Marisa yang saat itu hampir gila.


Sedangkan Zoya kala itu masih belum sadar, sehingga dia tidak tahu kalo bayinya itu kembar.


Setelah Zoya sadar Arya pun membawa istri dan Bayi nya pulang sedangkan Marisa pergi mengikuti suami nya ke Kalimantan.


Sejak saat itulah Arya tidak perah bertemu dengan Marisa mau pun anak nya.


Selama itu Kenta pun tinggal di luar nergi, karna yang dia tahu Marisa baik-baik saja bersama suami nya di Kalimantan jadi dia tidak mencarinya karna dia juga sama kala itu masih terpuruk paska di tinggal olah Ayunda.


Ternyata Kenta salah mengira adik nya baik-baik saja, suami Marisa meninggal saat Rian masih kecil Marisa kerja banting tulang untuk menghidupi anak nya sampai bisa kuliah di ibukota dengan batuan beasiswa Rian bisa masuk ke universitas faforit yang dimana kala itu dia bertenu dengan Melati.


Setalah tahu Marisa sudah meninggal Kenta mengambil hak asuh Rian dan memindahkan Rian keluar negri karna Kenta tahu kalo Rian menjalih hubungan dengan adik kandung nya.


~Flasback Off~


"Jadi saat Mas tahu kalo Rian dan Melati pacaran, Mas langsung mengirimkan Rian keluar negri?"


"Iya karna itu satu-satu nya jalan, agar Melati mau di jodohkan dengan Bayu kamu tahu disitu aku merasa menjadi orang yang paling kejam diantara mereka namun ini demi kebaikan mereka aku gak mungkin membiarkan saudara kandung menikah."


"Apa Mas Arya juga terkena serangan jantung karna tahu Rian anak nya?"


Kenta pun mengangguk lesu dia merasa bersalah kepada Arya karna tidak memberi tahu dari awal, sehingga Arya kaget dan meninggal dunia.


"Kenapa jadi serumit ini ya, bagaimana cara kita menjelaskan kepada mereka apalagi pada Mbak Zoya?"


"Sebaiknya kita jangan memberi tahu mereka, kita bisa simpat ini rapat-rapat," ucap Kenta.


Sedangkan Rian yang sedari tadi mengepalkan tangan nya pun langsung mendorong kursi roda nya ke hadapan mereka.


"Ri-an kamu di sini?" tanya Kenta gugup dia takut Rian mendengar semua nya.

__ADS_1


"Aku sudah mendengar semua nya Om," ucap nya lirih.


Ayunda langsung memeluk Rian dan mengusap pundaknya.


"Sabar ya nak, semua memang sudah takdir kamu harus bisa menerima semua ini," ucap Ayunda berusaha menenangkan keponakan nya itu.


Sedangkan Rian sudah mulai terisak dia tidak kuasa menahan lagi air matanya, dia benar-benar kecewa dengan keadaan kenapa di saat dia memiliki harapan lagi semua harus seperti ini.


"Maafkan Om Rian, Om memang belum sempat menceritakan semua nya karna Om takut kamu membenci Om dan pergi meninggalkan kami," ucap nya sambil mengusap air matanya.


Setelah sedikit tenang Ayunda pun memberikan ruang untuk Rian dan suami nya berbicara, dia duduk agak jauh dari mereka.


Rian pun menatap Kenta, mungkin kalo bukan karna Kenta dia sudah menikahi saudara kandung nya.


"Makasih Om karna Om aku dan Melati tidak jadi menikah, jujur aku sempat marah dan kecewa karna Om misahin kami berdua namun setelah aku tahu kenyataan nya aku sangat berterimakasih sekali," ucap nya.


Kenta pun memberanikan diri menatap Rian dan dia langsung memeluk nya mereka sama-sama terlarut dalam kesedihan hingga lupa keadaan Melati yang masih kritis.


Ayunda menyadari kalo ponsel nya bergetar dia langsung mengambilnya ternyata Zoya yang menelpon nya.


"Mas aku ke sana dulu ya Zoya sudah di sini kalian kalo sudah baikan susul kami ke dalam."


Mereka pun mengangguk, sedangkan Ayunda langsung saja pergi sambil mengankat telpon dari Zoya.


Ternyata Zoya sudah ada di depan ruang operasi bersama dengan Bimo.


Zoya langsung memeluk sepepupu nya itu."Ay kamu dari mana?"


"Aku dari toilet, gimana sudah ada kabar dari dokter?"


Zoya menggelengkan kepala nya sambil terisak sedangkan Bimo sudah mundar-mandir menghubungi Bayu namun tidak diangkat.


"Siapa yang mendonorkan darah untuk Melati?" tanya Zoya dia sedari tadi terus berfikir karna golongan darah Melati sama dengan mendiang suami nya dan sangat langka.


"Rian yang mendonorkan darahnya," jawab Ayunda.


Bimo yang sedang mondar-mandir pun nampak diam mendengar nama itu sedangkan Zoya nampak mengerutkan kening nya.


"Rian mantan pacar Melati?"


Ayunda pun menganggukan kepala nya sedangkan Zoya merasa heran kenapa darah Rian sama dengan anak nya.

__ADS_1


__ADS_2