
Satu minggu berlalu setelah kejadian itu Melati memutuskan untuk resign dari pekerjaan nya dan Bayu juga tak mempermasalah kan nya.
Dan acara liburan pun terpaksa di undur karna Melati masih sering mual-mual di pagi hari, Bayu tidak mau Melati kenapa-napa apalagi kota yang akan mereka datangi lumayan jauh dan harus naik pesawat dan Melati sangat tidak suka naik pesawat.
"Sayang kamu mual lagi?" tanya Bayu heran melihat istrinya baru keluar dari kamar mandi.
"Aku gak papa kok, Mas tahu kan aku cuma masuk angin biasa jadi nanti juga sembuh sendiri," ujar nya duduk di sofa sambil minum susu jahe yang di berikan ibu Ayunda.
Ya selama ini hanya itu yang membuat mual nya reda, ibu Ayunda sengaja membawa nya dari kampung untuk Melati karna dari dulu dia sangat menyukai susu jahe yang di buat nya itu.
"Cepat mandi Mas ini sudah siang," ujar nya dan Bayu pun mengangguk masuk ke kamar mandi.
Melati pun membereskan tempat tidur dan menyiapkan pakaian kerja untuk suami nya lalu dia menyiapkan roti panggang untuk sarapan.
Selama satu minggu terakhir ini Melati jarang masak gak tahu kenapa dia malas sekali memasak.
Bayu sudah siap dan memakai baju yang di sediakan oleh istrinya, lalu menghampiri Melati yang sedang berdiri di dekat meja makan.
"Maaf ya hanya ini yang aku buat untuk sarapan," ujar nya merasa tidak enak.
"Tidak masalah aku bisa makan apapun asal kamu yang membuatnya," ucap Bayu tersenyum.
Melati pun ikut duduk di depan suami nya dan memberikan air putih hangat untuk nya.
Melati tak membiarkan suami nya minum kopi di pagi hari jadi hanya air putih saja yang dia sediakan.
"Kamu gak sarapan?" tanya Bayu melihat istri nya diam saja.
"Aku bisa sarapan nanti Mas," jawab nya tersenyum dan Bayu pun menganggukan kepalanya.
"Jangan terlalu cape dan makan dengan teratur aku lihat kamu kurusan," ucap nya.
Namun saat mendengar kata itu Melati menjadi sedikit kesal, gak tahu kenapa mood nya menjadi buruk.
"Jadi kalo aku kurus aku gak cantik lagi dan Mas gak cinta lagi sama aku," ucap nya tiba-tiba dan matanya berkaca kaca membuat Bayu heran kenapa isyrinya ini.
"Sayang bukan begitu kamu tetap cantik ko aku selalu cinta sama kamu sayang," ujar nya menggegam tangan Melati dan mengusap nya lembut.
__ADS_1
"Udah ya jangan sedih lagi Mas mau berangkat kerja dulu," ujar nya dan Melati pun mengangguk.
Mereka kini ada di depan pintu gak tahu kenapa Melati memeluk dulu suami nya itu.
"Sayang kamu kenapa biasanya kalo aku peluk suka gak mau," ujar nya mengelus rambut nya.
"Gak tahu kenapa nyaman aja gitu, o-ya Mas hari ini Ayumi mau main ke sini boleh ya," ujarnya meminta izin.
"Boleh kamu boleh bawa siapa pun asal wanita jangan pernah membawa teman pria kesini," ujar nya mencium kening nya dan Melati pun mengangguk.
Bayu pun berangkat dan Melati menutup pintu unit nya dia kembali ke dapur membereskan meja makan.
Untung saja mual nya sudah reda, dia biasa mual dari jam 3 pagi sampai jam 6 pagi, dan dia selalu turun ke dapur saat mual dia tidak mau kalo sampai Bayu bangun karna terganggu oleh dirinya.
Melati pun segera mandi dan ganti baju dia akan menunggu sahabatnya Ayumi yang sudah kembali dari kampung halaman nya.
Dua hari yang lalu Ayumi datang ke kantor namun Melati tidak ada jadi dia menitipkan saja pesanan susu jahe nya kepada Bayu.
Dan hari ini Ayumi dan ibu nya akan berkunjung ke apartemant nya.
Jam 10 pagi akhirnya Ayumi pun datang bersama ibu Ayunda, mereka sangat senang bisa berkunjung kesana begitu juga Melati dia juga merasa seperti itu.
"Kabar baik bu aku sudah mendingan,bagaimana kabar kalian?" jawab nya memang Melati selalu bertukar kabar dengan mereka dan Melati juga menceritakan tentang kondisi nya yang sering mual-mual.
"Kami juga baik," jawab Bu Ayunda.
"Syukur lah ayo silahkan masuk," jawab nya mempersilahkan mereka masuk.
Mereka pun duduk di ruang tamu dan Melati pun mengambilkan makanan ringan dan minuman untuk mereka.
"Silahkan di minum," ujar nya dan ikut duduk di samping Ayumi.
Ayumi mengeluarkan sebuah keresek kecil dari tas nya dan itu membuat Melati penasaran.
"Kamu bawa apa?" tanya Melati bingung.
"Aku bawa ini buat kamu, kata ibu kondisi kamu itu ciri-ciri orang yang lagi hamil Mel," ucap nya memberikan pelastik itu ke tangan Melati.
__ADS_1
"Tespeck??" tanya Melati bingung.
Bu Ayunda pun tersenyum melihat Melati yang nampak kebingungan lantas dia menjelaskan apa yang harus di lakukan nya.
"Mel kapan kamu mestruasi nak?" tanya Bu Ayunda.
Melati pun nampak berfikir dia sampai lupa kapan terakhir mentruasi itu gara-gara pekerjaan nya yang terlalu sibuk jadi dia melupakan siklus mentruasi nya.
"Aku lupa bu bentar aku liat di kalender biasa nya aku suka membulati nya," ujar nya beranjak masuk ke dalam kamar.
Dia mengambil kalender yang ada di atas meja rias nya dan benar saja bulan kemarin tak ada bulatan sama sekali.
Dia pun lantas membawa nya ke ruang tamu,menunjukan nya kepada Ayumi dan ibu nya.
"Kaya nya bulan kemarin aku gak dapat," jawab nya.
Bu Ayunda pun tersenyum pasti pirasat nya benar kalo Melati sedang hamil.
"Kamu coba ini dulu aku beli nya dua takut nya gak akurat, jadi kamu pakai dua-dua nya cepetan kita tunggu di sini," ucap Ayumi.
Melati pun menganggukan kepala nya rasa gugup cemas takut campur aduk, dia takut kalo negatif dan terjadi sesuatu dengan diri nya atau ada penyakit yang serius yang bersarang di badan nya.
Setelah menunggu beberapa saat Melati tak berani melihat nya dia langsung membawa nya kepada mereka.
"Gimana Mel hasil nya?" tanya Ayumi dia benar-benar penasaran sekali.
"Aku gak tahu belum di lihat," jawab nya memberikan itu kepada Ayumi agar dia yang melihat nya lebih dulu.
Ayumi pun menerima nya dengan tangan yang bergetar, sungguh dia sangat penasaran sekali.
"Gimana Ay hasil nya?"
Ayumi pun tersenyum bahagia saat melihat garis dua di kedua alat tersebut.
"Positip Mel kamu beneran hamil, selamat ya," ucap nya langsung memeluk sahabatnya itu mereka tersenyum bahagia.
"Selamat ya nak kamu akan menjadi seorang ibu."
__ADS_1
"Iya terimakasih," jawab nya mengusap air matanya yang tiba-tiba mengalir.
Melati tak menyangka akan mendapat kan momongan secepat ini karna pernikahan mereka masih sangat baru, tapi dia sangat bersyukur ternyata Tuhan mempercayai nya.