Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 139


__ADS_3

Bayu yang memang baru sampai ke kantor pun terpaksa meninggalkan ruang metting karna mendengar istrinya di larikan kerumasakit.


"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Bayu benar benar khawatir.


"Keadaan nya mulai membaik namun maaf kami tidak bisa menyelamatkan bayi dalam kandungan nya," ucap Dokter paruh baya itu.


"Maksud nya istri saya hamil Dok?" tanya Bayu benar benar kaget mendengar istrinya hamil dan keguguran.


"Iya Pak istri anda memang hamil dan baru berumur 4 minggu, maaf kami tidak bisa menyelamat kan nya dan kami mohon persetujuan dari anda suami nya kami akan melakukan curet/ pembersihan sisa darah yang masih tersisa," ucap Dokter itu.


"Lakukan saja yang terbaik Dok agar istri saya kembali sehat," ucap nya dengan sedikit bergetar.


"Baik lah kami permisi," ucap sang Dokter di ikuti dua perawat di samping nya.


Bayu pun tertunduk lesu Ia tidak menyangka kalo sifat manja istrinya ternyata bawaan dari sang bayi.


Dan mereka harus kehilangan calon bayi itu sebelum tahu kehadiran nya.


Tak kuasa Bayu pun menahan air matanya, sedangkan bi Sumi hanya bisa diam menahan tangis nya, sungguh Ia juga merasa gagal karna tidak bisa menjaga Melati dengan baik.


"Terimakasih bi sudah membawa istri saya kemari," ucap Bayu menatap bi Sumi yang terlihat sedih.


"Saya yang harus nya minta maaf Mas karna tidak bisa menjaga Mba Melati dengan baik, jujur saya minta maaf yang sedalam dalam nya," ucap sendu.


"Bibi jangan minta maaf ya semua sudah takdir dari yang kuasa, namun saya mohon sama bibi jangan beri tahu Melati kalo dia keguguran, saya takut Melati akan menyalahkan diri nya sendiri dan nanti nya akan menjadi beban pikiran bagi nya," pinta Bayu karna tidak ada yang tahu selain mereka berdua.


Dan Bayu juga akan meminta Dokter untuk merahasiakan ini dari Melati, semua demi kebaikan Melati.


"Baik lah Den bibi akan merahasiakan nya, semoga saja Mbak Melati tidak menyadari nya," ucap bi Sumi.


Walau bagaimana pun pasti Melati akan bertanya apa yang terjadi sehingga dia merasakan sakit yang hebat di dalam perut nya sehingga dia tidak sadarkan diri selama perjalanan ke rumasakit.

__ADS_1


Setelah menunggu akhir nya Dokter pun keluar dari ruang Melati, untung saja semua berjalan lancar dan Melati pun langsung di pindahkan keruang rawat.


"Lalu apa yang harus saya katakan bila Melati bertanya tentang perut nya?" tanya Bayu bingung.


"Bilang saja dia baik baik saja, dan itu biasa terjadi akibat benturan keras," jelas Dokter itu.


Memang sedikit tidak masuk akal namun Bayu tidak punya pilihan lain lagi.


"Baik lah terimakasih banyak Dok," ucap nya.


Bayu pun bisa bernafas lega sekarang walau pun harus kehilangan calon bayi nya namun Bayu masih bersyukur Melati baik baik saja.


Dia pun langsung masuk ke dalam ruangan Melati, dan untuk bi Sumi sendiri Bayu sudah menyuruh nya pulang bersama Pak Ujang.


Melati pun tersenyum melihat suaminya datang, dia merasa kan perut nya masih sedikit sakit namun Ia berusaha menahannya.


"Mas bukannya kamu ada metting?" tanya Melati.


"Maafkan aku Mas aku benar benar ceroboh, niat nya gak mau kerumasakit karna takut di suntih eh malah di infus sekalian," ucap nya menunjuk jarum yang ada di tangan nya.


"Sudahlah jangan pikirkan apa apa yang penting kamu baik baik saja," ucap nya tersenyum.


Bayu sangat bersyukur melihat Melati sudah sedikit pulih, meski dia tidak tahu apa yang sebenar nya terjadi namun itu lebih baik.


"Tadi aku sedikit pusing saat menaiki tangga, untung saja ada bi Sumi yang menolong ku dan juga aku baru beberapa langkah naik ke tangga belum sampai ke atas," jelas nya menceritakan apa yang terjadi.


"Apa yang sakit?" tanya Bayu bertanya takut nya Melati mengalami benturan di kepala.


"Cuma perut ku saja yang sakit, apa dokter belum memeriksa nya ya?" tanya Melati heran.


Bayu pun sedidik gugup saat ingin menjelaskan, walau bagaimana pun dia tidak pernah bisa berbohong kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Perut kamu baik baik saja sayang rasa sakit yang kamu rasakan mungkin karna benturan, jadi tenang lah tidak ada penyakit di perut kamu dan kata dokter kamu jangan stres biar mentruasi nya lancar," jelas Bayu menambahkan karna nanti dia takut kalo Melati bertanya lagi kalo sampai di rumah masih ada darah di bawah sana.


"Aku merasa baik baik saja kok tapi ya memang aku sedikit telat datang bulan ku kira aku hamil eh ternyata itu terjadi karna stres ya," ucap nya membuat Bayu merasa bersalah karna tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Bersabarlah sayang nanti kalo sudah waktu nya kamu pasti hamil lagi kalo mau kita program ya," bujuk nya membuat Melati tersenyum.


"Jadi boleh program sekarang, bukannya Mas bilang Bryan masih kecil?" ucap Melati mengingat percapan nya waktu itu kalo dia ingin hamil lagi.


"Boleh kita bisa program bayi kembar gimana?" ucap Bayu.


"Serius ya Mas, aku mau punya anak kembar apalagi kembar nya cewek uhh pasti lucu deh," ucap nya senang.


'Setidak dengan cara ini aku sedikit bisa mengalihkan perhatian nya, dan jika kemudian hari Melati mengetahui semua nya dis sudah bisa iklhas,' batinnya.


Tak berselang lama Rian dan Dira pun datang, mereka mendengar kabar dari Bayu kalo Melati masuk rumasakit karna jatuh dari tangga.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Rian benar benar was was, Ia langsung duduk di kursi bekas Bayu tadi duduk.


"Apaan sih Bang, aku gak papa kok," ucap Melati, setelah Rian menikah Rian mengharus kan Melati memanggilnya Abang karna tidak enak kalo kakak di panggil nama.


"Abang cuma khawatir takut kenapa napa, lagian kenapa kamu tuh selalu saja ceroboh sih," ucap Rian.


Mungkin kalo mereka tidak tahu mereka adik kakak, mereka akan mengira kalo mereka pasangan suami istri karna Rian sangat perhatian pada adiknya.


"Aku baik baik saja gak usah lebay deh," jawab nya sambil mengecututkan bibirnya.


"Sayang sini aku mau bicara dulu dengan Mas Bayu di luar, titip bentar ya," ucap nya dan Dira pun menggantikan Rian duduk di sana.


Namun sebelum itu Rian mencium dulu kening sang istri, membuat Melati memutar bola nya malas.


"Bucin dasar," ucap nya membuat Rian terkekeh sedangkan Dira sudah memerah wajay nya karna malu.

__ADS_1


"sirik aja bos," ucap Rian sambil berlalu keluar ruangan itu di susul Bayu di belakang nya.


__ADS_2