
Ayumi lansung di tangani oleh dokter sedangkan bu Ayunda baru saja datang dia nampak tergesa-gesa dia hanya memankai daster dan jaket rajut saja malam ini ,mungkin karna terlalu cemas dia lupa mengganti baju nya.
"Pa Rio?" panggil nya.
Rio pun membalikan badan nya saat ada yang memanggil nya, dan ternyata seorang wanita paruh baya dia yakin kalo itu adalah ibu nya Ayumi.
Bu Ayunda sangat cemas sekali kenapa ini terjadi kepada anak nya, apalagi acara pernikahan Ayumi sudah dekat.
"Bagaimana keadaan Ayumi?" tanya wanita paruh baya itu, sangat terlihat kalo dia sedang cemas.
"Masih di tangani oleh dokter," jawab nya mereka pun duduk dengan gelisah.
"Ibu tunggu di sini dulu ya sebentar," ujar nya.
Rio pun bergegas melunasi admistrasi perawatan Ayumi, bagaimana pun dia ikut adil dalam kecelakaan itu walau pun bukan salah nya.
Sedangkan di sisi lain Dewa terus mencari keberadaan Ayumi, dia menyambangi kontrakan nya namun tidak ada sahutan.
'Apa mungkin dia sudah tidur?' batinnya.
Dewa pun lantas melanjutkan lagi mobil nya mungkin besok dia akan kembali lagi ke sana.
Rio sendiri sudah kembali dan duduk di dekat Ayunda namun getar di ponsel Ayumi membuat Rio kaget dia bisa melihat panggilan dari Dewa yang sudah puluhan kali, mungkin saking cemas nya tadi dia tidak menyadari nya.
Namun ada satu notifikasi yang membuat nya penasaran ternyata itu adalah pesan dari Melati dia langsung saja membuka nya ternyata di sana banyak sekali pesan chat antara Melati dan Ayumi.
Dan yang membuat Rio heran ternyata Ayumi sudah tahu dimana Melati sekarang, terserah lah mau di bilang lancang atau apa buka-buka ponsel orang yang jelas dia benar-benar ingin tahu dimana Melati, dia sudah bosan tiap hari melihat Bayu yang menyusahkan nya.
Rio sangat bersyukur sekali bisa memegang ponsel Ayumi jadi dia tidak perlu susah-susah lagi mencari tahu dimana Melati.
__ADS_1
'Sorry Ay aku gak maksud lancang tapi aku terpaksa ngelakuin ini demi kebebasan ku,' batinnya.
Lantas Rio pun mengirimkan alamat yang Melati kirim ke chat nya Ayumi, kepada sahabat nya yaitu Bayu agar dia bisa secepatnya menyusul dimana berada namun ponsel Bayu sepertinya mati sehingga belum terkirim.
Sedangkan di sebuah apartemant Bayu masih terkapar di atas sofa dia sedang tertidur pulas dia belum beranjak dari sana.
Saat sedang menunggu balasan dari Bayu tiba-tiba pintu ruangan pun terbuka dokter pun keluar dari ruang ICU, Rio dan Bu Ayunda pun langsung berdiri saat melihat dokter keluar mereka langsung menodongkan beberapa pertanyaan.
"Bagaimana kedaaan anak saya dokter?" Bu Ayunda sudah menangis dari tadi menunggu kabar.
"Pasien masih belum sadar," ucap Dokter itu.
Bu Ayunda pun segera berdiri dari duduk nya menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan nya dokter, dia baik-baik saja kan?" ujar nya dia menunggu kabar yang akan dokter katakan kepadanya semoga anak nya baik-baik saja.
Mereka pun bisa bernafas lega setelah mendengar kabar Ayumi yang baik-baik saja dan Rio pun nampak bersyukur sekali mendengar nya.
"Terimakasih banyak dokter," ucap Rio mewakili wanita paruh baya itu.
Dokter dan suster pun meningalkan tempat itu, sedangkan Ayumi masih belum bisa di tengok mungkin besok pagi dia di pindahkan ke ruang rawat.
"Terimakasih banyak pak Rio sudah membawa Ayumi ke sini, maaf sekali sudah merepotkan mungkin kalo tidak ada Bapak saya tidak akan tahu keadaan anak saya." ucap nya.
Bu Ayunda memang sudah tahu soal Rio karna Ayumi pernah menceritakan tentang Rio kepada nya, Rio adalah sosok yang baik namun Ayunda kaget saat tahu Rio adalah teman kuliah nya Ayumi dulu.
"Kebetulan saja saya sedang ada di tkp jadi saya langsung bergerak cepat, lagian itu terjadi di area saya sudah menjadi kewajiban saya menolong nya." jawab nya.
Di mata Ayunda Rio adalah sosok yang sopan pantas saja Ayumi betah bekerja di sana, karna Rio bos yang sangat baik.
__ADS_1
Bu Ayunda pun menyuruh Rio pulang karna waktu sudah mulai pagi, jam tiga pagi Rio masih menunggu di sana dia tidak tega meninggalkan wanita paruh baya itu,bagaimana pun mereka tidak punya siapa- siapa di sini.
Rio tahu kalo Ayumi anak rantau dan beberapa bulan yang lalu ibu nya berkunjung .
"Sebaiknya Pak Rio pulang saya takut nanti orang tua Pak Rio marah karna menunggu di sini," ujar nya.
Rio pun hanya terkekeh sejak kapan orang tuanya seperhatian itu jangankan sekarang dulu juga saat dia tinggal serumah mereka tidak pernah bertanya dia kemana dan mau kemana.
"Jangan panggil saya Bapak dong bu gak enak banget denger nya panggil saya Rio saja dan ibu tenang saja irang tua saya sangat membebaskan saya tidak ada larangan pulang malam bahkan tidak pulang sekali pun." ucap nya.
"Loh kenapa kak memang anda adalah bos nya Ayumi saya tidak mau di bilang tidak sopan sama bos anak saya," jawab nya.
"Tidak apa-apa bu saya merasa lebih nyaman saja di panggil nama," ujar nya dan bu Ayunda pun menganggukan kepalanya.
Ya sudahlah yang penting dia sudah menyuruh nya pulang.
Di sebuah kamar Melati nampak tidak bisa tidur dia teringat akan suami nya, ya meskipun dia sangat kesal dengan suami nya itu namun dia tidak bisa membohongi perasaan nya bahkan setiap malam dia akan bangun dan melihat poto suami nya.
"Kenapa sih dek,kamu kangen ya sama Ayah?" ucap nya mengelus perut nya yang masih rata.
Melati pun terbangun dari tidur nya dia mengambil ponsel nya benar apa yang Dira katakan kalo dia harus bisa menyelesaikan masalah nya agar semua nya jelas.
Melati bertekat pulang ke rumah Ibu nya sudah cukup dia merepotkan Dira selama beberapa bulan ini.
Dira terlalu baik kepada nya dia merasa malu kepada gadis itu yang tak pernah menunjukan kesedihan nya walau pun Melati sangat tahu hati nya sangat rapuh.
Beberapa hari yang lalu Melati menemukan fakta bahwa laki-laki yang sering mereka temui itu adalah mantan pacar nya Dira dan sekarang dia pacaran dengan anak tante Dinar.
Pantas saja Dira selalu kesal dengan Dinar dan sepepupu nya itu karna mereka selalu saja membuat masalah dengan nya.
__ADS_1