Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
part 103


__ADS_3

Rian terpaksa mengikuti keinginan warga menikahi Dira malam itu juga, sedangkan Ilham nampak marah dan menyesal telah melakukan hal itu jujur dia tidak rela melihat Dira menikah dengan pria itu.


"Sekarang kalian sudah syah menjadi suami istri, kami harap kalian bisa rukun dalam berumah tangga," ucap pak ustadz yang menikahkan mereka.


Rian dan Dira menikah secara agama karna waktu yang tidak memungkinkan mereka menikah secara negara, apalagi sudah malam.


Semua orang telah pulang menyisakan kedua sejoli yang masih sibuk dengan pikiran nya masing-masing.


Rian mentap Dira yang masih tenang dalam lamunan nya."Istirahatlah ini sudah malam," ucap Rian dia merasa bersalah melihat Dira nampak sedih.


"Terimakasih sudah menolong saya dan maafkan saya semua malah jadi seperti ini , Bapak bisa ko menceraikan saya sekarang juga toh keluarga kita tidak ada yang tahu," ujar nya lirih.


Dira tidak mau mengecewakan ibu nya bagaimana cara menjelaskan kepada ibu nya kalo tahu mereka sudah menikah.


"Apa kamu menyesal menjadi istri saya?" ucap Rian merasa kecewa.


Jujur Rian bahagia bisa memperistri Dira namun dia juga merasa bersalah karna membuat Dira harus kehilangan kebebasannya, apa dia harus menceraikan Dira di hari pertama menikah?


"Bukan -bukan maksud saya seperti itu namun saya merasa tidak pantas menjadi istri anda, anda terlalu sempurna untuk saya dan anda bisa lihat saya tidak punya apa-apa saya merasa tidak pantas menjadi istri anda," ucap Dira tak kuasa menahan tangisnya.


Rian pun mendekat dan membawa Dira dalam pelukan nya.


"Jangan pernah merendahkan dirimu, aku tidak pernah menyesal telah menikahimu aku yakin ini adalah takdir dan kamu lah jodoh yang Tuhan berikan untuk saya," ucap nya mengelus rambut panjang Dira.


Dira menatap Rian dia tidak percaya kalo bos nya itu tidak menyesal menikah dengan nya, harusnya Rian marah karna dia sudah membuat nya terjebak dengan pernikahan ini.


"Tapi bagaimana dengan pacar anda, saya tidak mau menjadi orang ketiga diantara kalian."


Rian pun terkekeh dan melepaskan pelukannya, kedua tangan nya menangkup pipi Dira yang basah dan mengusap nya dengan ibu jarinya.


"Dengar Dira aku tidak punya pacar dan yang kamu dengar kemarin itu hanya candaan saja, Jovanka adalah sepupu ku jadi kamu tidak perlu cemburu kepadanya."

__ADS_1


Dira pun mengerucutkan bibirnya dia benar-benar kesal dengan suami nya itu, siapa yang cemburu pikirnya dia cuma tidak mau orang lain berfikir macam-macam dengan nya.


"Apaan sih Pak siapa yang cemburu mana ada seperti itu, saya cuma menjaga omongan orang saja," jawab nya.


Namun Rian masih penasaran dengan apa yang di bilang Melati kemarin kalo Dira sudah punya pacar.


"Aku dengar kamu juga sudah punya pacar apa kamu mencintainya?" tanya Rian jujur hatinya sakit menanyakan akan hal itu.


Namun jika memang Dira mencintai pacar nya itu, Rian akan menceraikan Dira sebelum orang lain tahu tentang pernikahan mereka termasuk ibu Zoya dan Mbok Darmi.


Dira nampak menggelengkan kepalanya."Saya tidak punya pacar, memang Mbak Mel mengenalkan saya dengan teman nya namun saya tidak berminat saya masih ingin melanjutkan kuliah dan bekerja agar bisa membantu Ibu saya," jawab nya.


Rian pun bernafas lega ternyata dia tidak perlu bersusah payah merebut Dira dari siapa pun, dan ini mungkin awal dimana Rian akan menjadi seorang imam bagi istrinya meskipun dia tahu kalo Dira belum menyukai nya namun seiring berjalan nya waktu dia yakin Dira bisa menerima nya sepenuh hati.


***


Keesokan harinya Melati sudah terbangun rasanya badannya terasa sakit semua entah mengapa menuruti kemauan suami nya itu membuat nya susah berjalan.


"Aku kesal sama kamu Mas, badanku rasanya sakit semua," ungkap nya membuat Bayu terkekeh lalu mencubit hidung istrinya gemas.


"Udah gini aja baru nyalahin bukannya kita udah sepakat ya, udah sekarang aku gendong ke kamar mandi yah," bujuk nya membuat Melati tersenyum.


Bayu pun membawa istrinya ke kamar mandi dan dia pun ikut mandi, hanya mandi ya karna Bayu tahu istrinya itu masih lelah menemani nya begadang.


"Mas kapan kita pulang?"


"Astaga sayang kamu tuh ya baru aja sehari pergi kenapa sudah uring-uringan kaya gini sih bukanya kita pulang besok," ujar nya.


"Aku cuma rindu sama baby B, apa dia nangis gak ya di tinggal semalam? gimana kalo Ibu sama tante Ayu kesusahan menjaga nya, gimana kalo asinya kurang," ujar nya sungguh dia benar-benar tidak bisa tenang.


Bayu pun mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas, lalu menghubungi ponsel ibu mertua nya. satu panggilan saja langsung diangkat oleh bu Zoya.

__ADS_1


Bayu melakuan Video call agar bisa melihat bayi nya, dia bisa melihat wajah bayi itu sedang tertidur lelap dalam box bayi.


"Lihat sayang anak kita baik-baik saja," ucapnya menyerahkan ponselnya kepada Melati.


Dan Melati pun tersenyum mendengar perkataan ibu nya kalo bayi nya baik-baik saja juga baru saja tertidur sehabis mandi dan minum susu, semalam pun tudur nya sangat pulas hanya satu kali menangis dan minum susu.


"Bagaimana apa kamu masih mencemas kan nya?" Melati pun menggelengkan kepala nya.


"Ya sudah kalo begitu kita cari sarapan di bawah."


Mereka pun keluar dari hotel, meski badan Melati sedang tidak enak tapi dia terpaksa ikut keluar dia tidak mau di kamar terus.


Mereka berjalan-jalan setelah menikmati sarapan di resto depan hotel.


"Mas kok diem aja sih tadi antusias sekali ngajak keluar, ko sekarang malah gak semangat gitu?"


"Bagaimana aku semangat kalo ngeliat istri nya di goda pria lain di depan matanya," jawab nya.


Melati pun menghela nafas kasar kenapa Bayu semakin cemburuan saja sih pikirnya.


"Mas kamu tahu dia cuma bercanda, sudahlah aku tidak mau berdebat," ungkap nya cuma masalah sepele saja di bikin ribet.


Ya tadi saat mereka sarapan Melati memang bertemu dengan pemilik resto yaitu Rendi dan Rendi tidak tahu kalo Melati sudah menikah dengan Bayu.


Rendi memang tadi bilang kalo Melati semakin cantik dan itu sukses membuat Bayu kesal dan tidak jadi makan di sana.


Bayu mengajak Melati makan di tempat lain, dia baru ingat kalo pria itu yang dulu bersama Melati saat liburan bareng Mita dan yang lain nya.


"Kenapa kamu tidak bilang kalo kita sudah menikah, kalo gitu kan dia gak akan godain kamu."


"Astaga Mas mana pernah aku ketemu sama dia lagi sih, ya kan tadi aku baru ketemu lagi sejak dua tahun yang lalu lagian tadi kan aku kenalin kamu ke dia sebagai suami aku, apa lagi sih Mas yang bikin kamu marah kek gini?"

__ADS_1


Bayu pun diam dia tidak tahu kenapa setiap kali melihat istrinya dekat dengan pria lain dada nya selalu saja sesak dan berfikiran buruk.


__ADS_2