
"Ayo ketuk kenapa malah diem?" tanya Rian heran melihat nya.
"Kita balik aja ya aku takut ganggu atau kita tunggu aja sampe mereka keluar gimana?"
"Ya sudah kalo gitu ayo."
Saat mereka ingin beranjak ternyata pintu terbuka keluarlah asistennya Bayu dari dalam sana.
"Bu Mel di sini?" tanya asistennya yang bernama Angga itu.
"Iya kamu kenapa sih Ga ko tegang kaya tegang gitu?" tanya Melati namun Angga hanya menggelengkan kepalanya.
Melati pun mendorong Angga agar menjauh dari pintu dia ingin masuk, saat dia masuk dia nampak kaget saat melihat Bayu sedang bersama wanita itu.
Sepertinya wanita itu sedang mengoda Bayu dengan duduk di atas meja membuat darah nya mendidih begitu juga dengan Rian dia tidak menyangka akan terjebak di sana ingin pergi namun tangan nya di genggem erat oleh Melati.
"Mel kamu di sini sayang," ucap Bayu saat menyadari kehadiran istrinya di sana namun senyum nya hilang saat melihat wajah pemuda yang tak ingin di lihat nya.
"Apa aku tidak boleh datang kesini sayang aku ingin mengantarkan makan siang untuk suamiku," ucap nya manja dia langsung melepaskan tangan nya Rian dan berjalan lalu memeluk suami nya.
"Aku kangen sama kamu tahu gak," ucap nya membuat Bayu kaget sedangkan Ana nampak mengepalkan tangan nya dia benar-benar kesal karna harus gagal lagi, seharusnya Melati cemburu melihat kedekatan mereka berdua namun ini apa Melati malah bersikap manja dengan Bayu.
"Sial," batinnya.
Sedangkan Rian nampak menggelengkan kepalanya dia sangat tahu bagaimana Melati menyingkirkan wanita-wanita yang dekat dekar dengan nya dulu.
"Sekarang lu benar-benar dalam bahaya Bay," batinnya dia sangat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
Ingin pergi namun Melati menatap nya tajam sehingga dia berdiri saja menjadi penonton siapa tahu nanti akan di butuhkan.
"Kamu jangan pura-pura bodoh ya Mel, aku sudah katakan kalo Bayu tidak pernah mencintaimu dan dia hanya mencintaiku, aku wanita yang di cintainya sejak dulu bukan kamu kalian menikah karna perjodohan jadi jangan berharap Bayu bisa mencintaimu," ucap nya tidak tahu diri.
Memang Ana pernah menelpon Bayu malam-malam untung saja kala itu Bayu tertidur pulas dan malam itu Melati sedang menyusui Bayinya.
Awalnya dia sangat penasaran dengan wanita namun saat melihat chat nya Bayu tidak merespon dan hanya menjawab seperlunya saja di sana dia bisa tahu kalo wanita itu terus menggangu suami nya.
Saat Melati mengangakat telpon Ana terdengar sangat kecewa dia tidak percaya kalo yang mengangakat telpon nya adalah istrinya Bayu.
Tentu saja itu menjadi kesempatan Ana meneceritakan yang tidak-tidak agar Melati menceraikan Bayu, namun Melati tidak bodoh meski dirinya kesal namun dia berusaha sabar dan akan melakukan sesuatu pada wanita itu.
Melati menatap wanita itu sambil tersenyum dia melepaskan pelukan nya membuat Bayu cemas, pasti istri nya itu akan sangat marah gimana kalo Melati meminta cerai darinya?
Bayu sudah mengepalkan tangan nya ingin rasanya dia menampar wanita itu karna sudah berkata yang tidak-tidak pada istrinya.
"Mel aku-
"Kamu yakin kalo Bayu masih mencintaimu?"
"Tentu saja apa aku tahu dia tidak pernah bisa melupakanku," ucapnya.
Melati pun lalu menyimbak rambut panjang nya memperlihatkan leher jenjang nya yang putih dia ingin menunjukan beberapa tanda merah di leher nya dia sengaja memperlihatkan itu agar wanita itu tahu kalo Bayu adalah milik nya.
Semalam Melati memang menggoda suami nya sehingga malam panas pun terjadi Bayu yang sudah beberapa bulan puasa pun akhirnya bisa berbuka namun Bayu tidak tahu kalo di balik itu istrinya itu merencanakan sesuatu.
Melati memang sudah menyalidiki Ana sebelum nya dan dia di bantu oleh para bodyguart nya agar membantu nya menyelesaikan misinya dan hari ini adalah kebetulan baginya karna Ana benar-benar ada di sana awal nya dia ingin memberi tahu dulu siapa Rian namun karna dia terlajur kesal melihat Ana ingin mencium Bayu jadi dia tunda saja biarkan Bayu penasaran dengan hubungan mereka.
__ADS_1
"Baiklah kalo kamu mau ambil aku tidak alan melarang jika itu membuatnya bahagia namun sebelum itu aku akan memecatnya dari perusahaan ini," ucap nya.
Membuat Bayu kesal apa-apaan istrinya itu memang dia barang apa? kenapa malah berbicara seperti itu bagaimana kalo Ana dengan senang merebut nya apa Melati sudah rela kehilangan nya.
"Maksud kamu apa?" tanya Ana gugup.
"Aku sudah tahu Ana kalo orang suruhan kamu yang membawa kabur uang perusahaan," ucapnya membuat Bayu tercengang begitu juga dengan Rian dia tidak tahu di balik diam nya Melati selama ini ternyata dia sudah punya cara tersendiri.
Begitu juga dengan Ana dia nampak berkeringat tidak menyangka kalo Melati secerdas itu bisa dengan cepat mengetahui. semua nya.
"Jaga bicara mu yah aku bisa menuntut kamu dan asal kamu tahu aku gak pernah berniat sedikit pun berbuat perusahaan Bayu hancur," ujar nya dia tidak mau Melati mempermalukan nya di depan Bayu.
"Ooww begitu ya lalu siapa dia," ucap nya menunjuk pintu dan munculan dua orang dari sana dan salah satu nya adalah pria paruh baya yang Bayu kenal tangan nya di borgol.
"Pak Haris?" ucap Bayu.
Bayu benar-benar tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan pria yang sudah membuat nya lelah pikiran selama beberapa bulan ini hingga Bayu melupakan istrinya yang membutuhkan perhatian nya kala itu.
Sedangkan Ana menatap pria itu tajam dalam hatinya dia terus menggerutu kenapa pria itu bisa di temukan sedangkan dia sudah menyuruhnya pergi jauh.
"Bagaimana Ana apa kamu mau mengelak lagi, semua bukti sudah aku dapatkan jadi mengakulah," ucapnya memutar rekaman pembicaraan nya dengan Pak Haris di sebuah Cafe.
Untung saja Cafe itu milik Mita anak nya Pak Ali sehingga dia bisa meminta rekaman nya, semua yang Melati lakukan atas bantuan Pak Ali dia menceritakan semua nya saat mereka datang berkunjung sehingga Pak Ali dengan sigap mengirim pengawalnya untuk membantu Melati menyelidiki nya.
Jangan di tanya mereka adalah orang kepercayaan nya Pak Ali dan bahkan mereka pintar meretas dan mencari informasi maka Melati dengan mudah mencari tahu kebusukan Ana.
Ana menggelengkan kepala nya dia tidak ingin nama baik nya dan orang tuanya tercemar walau bagiamana pun dia tidak bisa mengelak lagi.
__ADS_1
Ana ingin berlari namun Rian mencekal tangan nya dia tidak ingin melepaskan wanita yang sudah membuat perusahaan nya hancur.
Saham milik Bayu hanya 30 persen sedangkan yang 50 persen milik Melati dan 20 persen lagi milik Rian yang di beli nya dengan bantuan Kenta.