Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 114


__ADS_3

"Dira tunggu!!"


Dira pun langsung menoleh dia tidak menyangka kalo wanita itu akan memanggilnya.


"Eh Kakak sudah lama?" tanya Dira basa-basi.


"Baru satu jaman lah," jawab nya.


"Oh ternyata belum lama, apa mungkin saat aku datang kak Jo juga baru datang ya," batinnya.


"O-ya Ra apa kamu sibuk?"


Dira pun menggelengkan kepalanya."Gak ko aku lagi santai, ada apa?" tanya Dira bingung.


"Tidak ada aku hanya ingin mengobrol saja sudah ayo temani aku duduk di sana, aku gak ada teman," ucapnya.


"Kak Rian nya kemana?"


"Dia lagi keluar, ayo."


Dira pun hanya bisa menganggukan kepalanya dan mengikuti kemana Jo berjalan, ternyata Jo kembali ke tempat yang tadi dimana dia dan Rian berbincang.


Mereka pun duduk di sana sambil menikmati angin cuaca memang sangat terik siang ini namun mereka duduk di tempat yang teduh dekat kolam.


"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu," ucap nya tiba-tiba membuat Dira mengerutkan kening nya.


"Ada apa ya Kak seperti nya serius sekali?" tanya Dira, di benar-benar bingung melihat Jo seserius itu.


"Aku mau kamu jauhi cowokku, bisa kan?"


"Hah apa?"


"Tentu kamu mengerti apa yang aku katakan karna hanya kamu wanita yang berani mendekati dia selain aku," ungkap nya.


Jo masih ingat poto yang Rian perlihatkan dimana Dira sedang tersenyum bersama Erwin, mereka juga duduk bersebelan.


Sedangkan yang ada di pikiran Dira adalah Rian, Rian adalah pacarnya Jo sehingga Jo marah saat Dira dekat dengan Rian, tuh kan Jo salah ngomong jadi salah paham kan.


"Bagaimana kalo Kak Jo tahu kalo aku sudah menikah dengan Kak Rian, pasti dia sakit hati sekali.Aku harus bagaimana dong?" batinnya.


"Dira kok malah bengong sih gimana kamu bisa kan jauhi dia?" tanya Jo menyadarkan Dira dari lamunan nya.


"Aku.. aku akan menjauhinya kakak tenang saja," jawab nya.

__ADS_1


"Bagus kalo begitu, makasih banyak ya Dira kamu wanita yang baik."


"Kakak gak tahu aja kalo aku pasti akan buat kakak marah dan kakak gak akan bilang baik kalo tahu aku istrinya Rian." batinnya.


"o-ya Dira besok ada acara di kantor cabang apa kamu akan ke sana?" tanya Jo karna Jo memang bekerja di kantor cabang tidak seperti Dira dan Rian yang di tempatkan di kantor pusat.


"Aku gak tahu kak mungkin hanya orang penting saja yang akan pergi kesana," ungkapnya.


"Oh begitu ya,tapi kalo kamu mau kesana kamu bisa bareng sama Rian, karna dia pasti bakalan hadir di sana," ucapnya.


"Katanya jangan dekat-dekat sama Kak Rian eh sekarang malah nyuruh bareng gimana sih Kak Jo ini?" batinnya.


"Iya nanti aku tanya yang lain aja Kak takut nya aku gak ikut," ungkap nya.


Mereka pun terus berbincang hingga Rian pun datang bergabung bersama mereka.


"Dari mana aja sih lu lama amat?"


"Sorry tadi gua ketemu teman, kalian lagi apa kok kayanya serius banget?" tanya Rian sambil meletakan minuman yang sedang viral saat ini yaitu MIxue.


"Thank Yan lu udah beliin yang gua mau, seblak nya pedaskan," ucap nya mengambil minuman itu.


Selain membeli Mixue dia juga membeli seblak seefood yang di pesan oleh Jo, memang sepupunya itu selalu saja membuat nya repot namun dia juga tidak pernah bisa protes.


Dan Rian pun memberikan satu kotak seblak untuk Dira dan tak lupa minuman nya Dira pun menerimanya sambil tersenyum.


"Makasih kak," ucap nya.


Dira tidak menyangka kalo Rian tahu minuman kesukaannya, dan rasanya pun benar-benar rasa yang sering di belinya.


Dan untuk seblak nya ternyata Rian membeli nya campur sama seperti punya Jo dan dirinya tidak ada yang berbeda.


Namun senyum Dira hilang saat menatap Jovanka dia teringat kalo harus menjauhi Rian, jadi dia harus segera pergi dari sana.


"Aku masuk dulu ya Kak, ada yang harus aku kerjakan," bohongnya padahal dia ingin menghindari mereka.


"Udah di sini aja dulu temenin kita, jarang-jarang kan kita ketemu dan santai bareng, kita makan ini sama-sama," ucap Jo menarik tangan Dira agar kembali duduk.


Mau tak mau Dira pun menuruti keinginan Jovanka, walau pun dia merasa tidak nyama namun dia berusaha tenang.


Rian malah sengaja duduk di sebelah nya membuat nya tidak nyaman.


"Astaga kaya obat nyamuk aja gue, kenapa sih kalian tuh kalo mau pacaran berdua aja gak usah ajak-ajak gua," batinnya terus menggerutu.

__ADS_1


Sedangkan Jovanka sibuk dengan makanan nya sendiri hingga dia lupa dengan orang di sekeliling nya.


Rian memperhatikan Dira yang tidak menyentuh makanan nya membuat nya bingung.


"Kenapa tidak di makan apa kamu tidak suka?" tanya Rian.


"Ah tidak kak aku hanya masih kenyang," bohong nya padahal dari pagi dia hanya baru makan dua lembar roti saja.


"Makanlah aku tahu kamu lapar," ucap nya.


"Kok dia tahu ya kalo gua lapar," batinnya.


"Udah ayo makan atau mau aku suapin?" tanya Rian sambil tersenyum membuat Dira diam lalu menggelengkan kepalanya.


"Astaga kok ganteng banget sih," batinnya.


"Ayo aa..."


Dira pun terpaksa membuka mulut nya meski dalam hati nya waswas takut Jovanka marah.


"Gua kok jadi takut ya padahal kan gua yang istri sah nya tapi gua ngerasa jadi orang ketiga di sini," batinnya.


Dira menatap Jovanka takut kalo wanita itu akan marah namun Jovanka biasa saja saat Rian menyuapi nya, bahkan Rian tidak segan makan dengans sendok yang sama dengan nya.


"Ya Tuhan ini benar-benar tidak masuk akal," batinnya.


Sedangkan Rian terus tersenyum melihat Dira, karna ini yang dia inginkan berada dekat dengan gadis itu meski dia sedang kesal karna Dira dekat dengan pria lain namun Rian tidak bisa marah padanya.


"Kok malah liatin aku terus sih ada yang aneh ya sama wajahku?" tanya Dira sambil menguap ngusap wajah nya.


"Enggak ko, kamu cantik sehingga aku gak bisa berpaling dari wajah kamu," ucap nya sambil tersenyum.


bluss


Wajah Dira memerah dia banar -benar tidak menyangka kalo Rian akan berkata seperti itu apalagi ada Jovanka di sana.


"Ya Tuhan kenapa jantungku berdetak kencang sekali, dan kenapa aku malah senang Kak Rian memujiku harus nya aku sadar kalo pria ini sudah punya pacar," batinnya.


Dira kemudian menatap Jovanka yang nampak asyik dengan ponsel nya mungkin Jo tidak menyadari apa yang terjadi dengan Rian dan dirinya.


"Semoga kak Jo gak dengar apa yang Kak Rian katakan barusan," batinnya.


Sedangkan Rian nampak heran melihat Dira yang sedari tadi memperhatikan Jovanka.

__ADS_1


__ADS_2