
Sore harinya bu Ayunda pun datang dengan tergesa-gesa setelah dia bernegosiasi dengan Kenta akhirnya dia bisa terlepas dari pria itu dan dia cepat-cepat kembali ke rumasakit.
Saat membuka pintu ruang rawat Ayunda bisa melihat Rio di sana dia terlihat sedang fokus dengan leptop nya.
"Maaf nak Rio pasti menunggu lama yah, maaf sudah merepotkan," ucap nya merasa tidak enak dan segera duduk di kursi dekat ranjang Ayumi sedangkan sang anak masih belum sadarkan diri.
Rio pun mengangkat kepala nya menatap wanita paruh baya itu dia sangat kasihan sekali melihat nya, Ibu Ayunda tampak sebab mungkin dia terus saja menangis karna anak nya belum juga sadarkan diri.
"Tidak apa-apa bu aku gak repot kok lagian aku bisa pantau pekerjaan ku di sini sambil memantau pekerjaanku," jawab nya.
Bu Ayunda pun tersenyum sambil mengusap air matanya, dia sangat bersyukur sekali bertemu dengan anak sebaik Rio semoga Tuhan memberikan wanita yang baik untuk bos anak nya itu.
Andai saja Ayumi belum bertunangan pasti dia akan meminta nya menjadi menantu nya, ehh ngomong-ngomong soal menantu dimana calon menantu nya itu kenapa tidak menjenguk Ayumi apa mungkin dia tidak mengetahui nya ah mana mungkin.
Sedangkan dia tadi melihat Dewa masuk ke dalam lift, dia menyangka Dewa ada di sini menjenguk anak nya apa mungkin dia salah sangka.
"Nak apa tadi ada Dewa ke sini?"
Rio pun menatap bu Ayunda heran kenapa beliau bertanya begitu apa beliau curiga hubungan anak nya sedang tidak baik-baik saja.
"Maksud ibu Dokter Dewa?"
Dan Bu Ayunda pun menganggukan kepalanya, di kepala banyak sekali pertanyaan selama dia tinggal di sana hanya dua kali Dewa datang ke rumah dan Ayumi juga tak pernah dia antar mau pun di jemput oleh Dewa.
"Iya apa dia datang kesini?"
Rio pun menggelengkan kepala nya."Gak ada kok bu kan tadi ada Dokter Arman yang udah ngecek kondisi nya Ayumi," jawab nya dia pura-pura tidak tahu saja kalo Dewa adalah tunangan dari Ayumi.
Setelah beberapa saat akhirnya Rio pamit pulang, karna dia sudah janji akan makan malam di rumah malam ini.
__ADS_1
.
Keesokan harinya Melati, Bayu dan juga Dira berangkat ke Jakarta agak siangan karna Dira harus ke kampus dulu kebetulan dia akan mulai libur semester jadi dia sekalian saja pindah kuliah nya.
Mereka naik bus, Melati dan Dira yang sudah terbiasa dengan kendaraan umum pun tenang-tenang saja berbeda dengan Bayu dia benar-benar mabuk kendaraan dia sampai harus mengoles terus perut nya dengan kayuputih.
Melati yang melihat suami nya pun membantu nya memijat pundak nya dia sangat kasihan sekali bisa-bisa nya ya Bayu mabuk kendaraan sedangkan Dira memejamkan mata nya.
Beberapa jam berlalu mereka pun sampai di terminal dan mereka segera naik taxi tujuan nya adalah rumah besar Ibu Zoya.
Perjalanan pun cuma beberapa menit saja kini mereka sampai di perumahan elit itu, mereka pun langsung keluar dari mobil dan langsung di sambut dengan senyuman oleh Bu Zoya dan Mbok Darmi.
"Sayang kamu akhirnya pulang sayang," ujar nya langsung memeluk Melati sedangkan Dira memeluk ibu nya yaitu Mbo Darmi.
"Ayo masuk sayang, Bayu, Dira kalian pasti cape kan ayo istirahat di dalam," ajak nya.
Dira di ajak masuk ke kamar tamu yang ada di dekat ruang tv, memang Zoya sudah menyiapkan tempat untuk Dita dia ingin Dita merasa nyaman tinggal di sana.
"Terimakasih Mbok," ucap nya dan Mbok pun mengangguk dan segera pamit kebelakang dia kembali menghampiri Dira di kamar.
"Mel kamu tuh kenapa sih gak cerita sama ibu apa kamu sudah tidak menganggap ibu sebagai ibu kamu lagi?"
Melati pun menggelengkan kepalanya jujur saat itu dia putus asa dan bingung, sehingga dia tidak bisa berfikir dengan jernih bahkan dia sampai lupa kalo masih ada ibu yang menampung nya.
"Ibu maafkan Mel ya, Mel gak mau buat ibu sedih lagian Mel cuma mau nenangin diri aja kok," ujar nya menggenggam tangan ibu nya dan mengelus nya pelan.
Sedangkan Bayu nampak menunduk dia merasa malu dengan mertua nya itu karna semua yang terjadi atas kesalahan nya.
"Maafkan Bayu juga ya bu gak bisa jagain Melati dan malah membuat nya sedih Bayu benar-benar menyesal, Bayu janji ini gak akan terulang lagi Bayu akan selalu percaya dengan Melati," ucap nya.
__ADS_1
Melati pun tersenyum mendengar nya begitu juga dengan ibu nya, semoga ini adalah awal yang baik untuk mereka dan cobaan kemarin bisa menjadi pelajaran bagi mereka karna tak selama nya yang kita lihat itu benar ada kala nya mata salah melihat dan mengartikan.
"Sudah kalian jangan meminta maaf karna semua sudah berlalu, ibu harap untuk kedepan nya kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, jangan sampai kalian menyesal karna tidak bisa menahan emosi.Dan kamu Mel kalo ada masalah coba ceritakan kepada ibu mungkin ibu bisa memberikan jalan keluarnya jangan pergi tanpa kabar begitu jangan samakan saat kamu belum menikah nak kamu adalah seorang istri gak baik kabur-kaburan seperti itu walau bagaimana pun kamu masih punya rumah nak."
"Maaf," ucap Melati menundukan kepalanya dia tahu dia salah karna sudah membuat ibu nya khawatir.
"Ya sudah kalian istrirahat sana, pasti kalian cape kan."
Melati pun menganggukan kepala nya dan dia pun langsung menarik suami nya menuju kamar nya yang ada di lantai dua.
Bayu baru kali ini masuk ke dalam kamar nya Melati karna selama ini mereka jarang berkunjung sekali nya berkunjung pun tidak akan menginap.
Kamar Melati nampak bersih dan juga rapi, terdapat beberapa bingkai poto di tembok termasuk poto nya dengan orang tua nya ada juga foto Melati bersama Ayumi dan di situlah Bayu ingat tentang Ayumi.
"Sayang."
"Hmm."
"Maaf aku lupa ngasih tahu kemarin, kalo teman kamu masuk rumasakit karna kecelakaan," ujar nya.
Melati yang baru saja keluar dari kamar mandi pun langsung melebarkan mata nya apa tadi katanya teman nya yang mana?
"Maksud Mas Bayu siapa?"
"Ayumi."
"Apa!! Ay-yumi?" dan Bayu pun menganggukan kepala nya.
"Ya Tuhan Mas kenapa sampai lupa sih? ayo kita ke sana sekarang," ajak nya.
__ADS_1
Bayu pun menganguk namun sebelum itu mereka mandi terlebih dahulu sebelum pergi kerumasakit.