
"Maksud nya gimana?" tanya Bayu takut salah dengar.
Melati pun menceritakan semua nya kepada suami nya itu dan Bayu pun sama kaget nya.
"Kok dunia kaya sempit gitu yah, aku gak nyangka sekali ternyata kamu keponakan nya tante Ayunda, ehh berarti Om Kenta itu Om kamu dong sayang."
"Iya begitu lah,"
Bayu pun akhirnya tahu kenapa Kenta tidak menyukai Melati itu karna salah paham, lalu kenap Om Kenta juga tidak menyukai nya apa mungkin orang tuanya punya salah kepadanya.
Lalu apa hubungan Rian dengan Om Kenta kenapa dia selalu ada bersama nya, itu yang Bayu harus cari tahu. Apa mungkin Rian adalah suruhan Kenta yang sengaja ingin menyakiti Melati.
Bayu pun terlarut dalam lamunan nya sehingga tepukan di tangan nya pun akhirnya menyadarakan nya.
"Mas."
"Mas ko malah bengong sih?"
Bayu pun kaget dan langsung menoleh."Ehh apa sayang?"
"Mas besok ada waktu gak temenin aku ke dokter kandungan," ucap Melati.
Gak tahu kenapa dari kemarin dia merasa gak enak di perut nya, apa mungkin dia strees sehingga berdampak pada kehamilan nya.
"Perut nya kenapa? Siang aja gimana kalo pagi Mas ada metting dulu di kantor atau ajak Dira saja takut nya dede bayi nya kenapa-napa," ucap nya nampak khawatir.
"Gak papa kok cuma mau cek kandungan aja, biasa nya kan tiap bulan periksa nya."
Bayu duduk mendekat dan mengelus perut istrinya yanh sudah sedikit menonjol."Maafin Papa ya terlalu sibuk kerja sehingga lupain kamu sama Mama."
"Gak papa kok Mas aku tahu Mas kerja untuk nafkahin kita," jawab nya tersenyum.
Melati menyandarkan kepalanya di pundak suami nya yang duduk di belakang nya dengan gemas Bayu menciumi leher nya dan itu sukses membuat Melati meremang.
Tanpa aba - aba Bayu pun menyandarkan tubuh istrinya di sofa dan malam panas pun terjadi, entah kenapa Melati juga sangat menikmati nya.
.
Keesokan hari nya mereka sudah berada di rumahsakit untuk memeriksa kan kandungan nya, Melati nampak duduk menunggu panggilan sedangkan Bayu pergi ke toilet sebentar.
"Periksa kandungan juga?" tanya seseorang di samping nya membuat Melati kaget siapa wanita yang menyapa nya itu. .
__ADS_1
"I-ya." jawab nya.
"Sudah berapa bulan?" ucap wanita itu lagi
Melati nampak menoleh mengingat siapa wanita itu ternyata wanita itu adalah teman satu devisi nya saat dulu di kantor namun Melati tidak tahu kenapa dia berhenti bekarja.
'Astaga Mbak Asa?" batin nya.
Wanita itu tersenyum dia benar-benar tidak salah orang rupanya dia benat-benat tidak menyangka akan bertemu Asa di sini.
"Asa kamu di sini juga?" tanya Melati melihat Asa dengan perut yang membuncit sedangkan yang dia tahu Asa belum menikah entah lah dia tidak mengingat lagi teman-teman kantor nya.
"Iya, aku minta maaf Mel karna dulu sering bikin kamu kesal dan mendapat hukuman dari bu Dina, tapi itu bukan keinginan ku aku hanya di suruh sama seseorang," ucap nya menunduk dia merasa bersalah kepada Melati karna dulu dia sering membuly wanita itu.
"Maksudnya apa?" tanya Melati bingung, siapa yang menyuruh Asa.
Melati ingin bertanya lebih lanjut namun nama nya sudah di panggil dia mengurungkan niat nya mungkin dia bisa bertanya lain waktu pikirnya.
"Kira-kira siapa yang nyuruh Asa ya, apa mungkin bu Dina karna dia yang selama ini gak suka sama aku," batinnya.
Sebelum masuk Bayu ternyata sudah kembali dari toilet dan mereka pun masuk ke ruangan dokter.
Dia merasa gugup apalagi ada suami nya yang sedari tadi memperhatikan nya saat di periksa.
Bayu nampak berkaca-kaca mendengar detak jantung bayi mereka.
"Kandungan nya sehat namun sedikit lemah jadi saya harap kan ibu jangan stres atau banyak pikiran," ucap nya dan Melati pun menganggukan kepala nya.
"Tapi Bayi nya gak apa-apa kan Dok?" tanya Bayu khawatir.
"Gak Papa kok Pak, cuma makan nya harus di jaga ya," jawab Dokter itu dan mereka pun mengangguk.
"Apa ibu tidak ada mual dan keluhan yang lain nya?"
"Tidak Dok sekarang saya sudah tidak mual lagi," jawab nya.
"Syukurlah kalo begitu, berarti anda sudah melewati masa itu karna memang biasa nya mual terjadi di awal pertama kehamilan dan sampai usia 4 bulan, tapi ada juga sih yang sampai 7 bulan dan bahkan sampai 9 bulan," ucap nya.
Dan Melati pun bersyukur telah melewati masa itu, sehingga dia tidak harus bangun pagi karna merasa mual.
Melati pun di buatkan beberapa resep obat dan juga Vitamin agar memperkuat kandungan nya.
__ADS_1
"Ini resep obat sama Vitamin nya jangan lupa di minum sampai habis ya," ucap Dokter itu memberikan nya kepada Bayu.
"Iya dok terimakasih banyak dan kami permisi."
Mereka pun keluar dari ruangan Dokter Melati menunggu sebentar karna Bayu mau menebus obat dulu.
Melati sendiri sedari tadi melirik kiri kanan mencari Asa namun dia tidak ada, apa mungkin di sudah pergi pikir nya.
Setelah periksa kandungan mereka mampir ke ruang rawat Ayumi ternyata di sana sudah ada Kenta yang terus menjaga anak nya itu.
Bayu nampak kaget melihat Kenta ada di sana namun dia ingat kalo Ayumi adalah anak kandung nya, dia sendiri tidak mengerti kenapa Kenta bisa menjadi ayah Ayumi.
Mereka pun menyalami Ayunda dan juga Kenta walau bagaimana pun mereka adalah Om dan tante nya Melati.
"Sore Ay gimana keadaan kamu?" tanya Melati mengelus tangan sahabatnya itu.
"Udah mendingan aku juga bisa pulang sore ini."
"Syukur lah," jawab nya.
"Suami kamu gak ngantor?" bisik nya karna bagaimana pun ini masih siang.
"Ngantor sih cuma bentar tapi habis anterin aku periksa kandungan," jawab nya.
"O-iya aku kok sampai lupa ya kalo kamu lagi hamil, gimana kandungan kamu sehat kan?"
"Alhamdulilah," jawab nya.
Mereka pun berbincang namun sepertinya Ayumi nampak menunggu seseorang karna sedari tadi matanya tidak bisa diam dan terus memperhatikan pintu.
Dan itu pun tidak lepas dari penglihatan Melati apa mungkin Ayumi menunggu kedatangan Dewa?
Sedangkan Ayunda izin ke kantin dulu bersama Kenta mereka keluar untuk mencari makan karna mereka belum makan siang.
"Kamu lagi nunggu seseorang?" tanya Melati penasaran.
Namun Ayumi menggelengkan kepala nya ingin sekali Ayumi bertanya kepada Bayu tentang Rio karna selama dia sudah sadar Rio tidak terlihat batang hidung nya.
Mungkin nanti kalo sudah pulang dia akan menelpon Rio, dia ingin berterima kasih kepada bos nya itu karna sudah membawa ke rumasakit.
Dia ingat kalo sebelum dia pingsan dia melihat wajah Rio panik dan berteriak memanggil-manggil nama nya.
__ADS_1