
Melati masih belum sadarkan diri, sedangkan Rian dan Dira baru saja datang mereka baru saja tahu kalo Bayu kecelakaan bersama Pak Usman.
Rian di beri tahu oleh Om Kenta, Kenta sendiri di beri tahu oleh Ayunda, sehingga mereka segera bergegas pergi kerumasakit.
Dira menenangkan ibu nya sedangkan Rian masuk ke ruang rawat Melati, dia sangat kasihan melihat saudaranya itu.
"Rian kamu ada di sini juga?" tanya Bu Zoya masih terisak.
"Iya Bu bagaimana keadaan Bayu kenapa dengan Melati?" tanya Rian mendekati ranjang yang di tempati oleh Melati.
"Dia masih syok mendengar Bayu kecelakaan tadi sempat histeris sehingga suster memberinya obat tidur agar dia bisa tenang untuk beberapa saat, sedangkan Bayu juga belum sadarkan diri," ucapnya sendu.
"Ya sudah bu biar aku saja yang menjaga nya," usul nya.
"Baiklah ibu keluar dulu ya."
Bu Zoya pun keluar membiarkan Rian menemani Melati karna Rian selalu bisa menenangkan adik nya itu.
Bayu sudah sadar namun dia seperti orang bingung melihat orang -orang yang ada di sana di sana ada Kenta, Zoya dan Bimo, namun dia diam saja saat Bu Zoya bertanya.
"Apa yang kamu rasakan nak?" tanya Bu Zoya.
"Maaf ibu siapa?" tanya Bayu sambil memengang kepalanya yang terasa sakit.
Bu Zoya mengerutkan kening nya kenapa dengan Bayu apa dia tidak mengenalinya?
"Bay apa kamu tidak mengingat kami?" tanya Om Bimo.
"Tentu saja ingat, Om Bimo sama Om Kenta tapi aku tidak mengingat ibu ini," ucap nya.
"Yang benar saja Bay masa kamu lupa dengan mertua mu sendiri?" tanya Kenta heran.
"Mertua? Om jangan bercanda aku belum menikah dan Om tahu itu," ucap nya sambil tertawa.
Sedangkan Bu Zoya nampak menggelengkan kepalanya dia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Melati jika Bayu tidak mengenali nya.
"Apa kamu tidak ingat dengan Melati?"
"Melati siapa aku hanya mengenal Mita anaknya Pak Ali," jawab nya membuat bu Zoya semakin sedih mendengarnya.
__ADS_1
***
Melati tersadar dari tidur nya dia memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
"Dimana aku?" ucap nya membuat Rian tersenyum melihat nya.
"Kamu sudah sadar?"
"Apa yang terjadi kenapa aku ada di sini?" tanya Melati masih bingung.
Melati pun menatap Rian lalu mengingat apa yang terjadi sebelum dia tidak sadarkan diri.
"Tidak itu cuma mimpi kan Mas Bayu baik-baik saja kan? jawab Yan kamu kok malah diam saja?" tanya Melati mengguncangkan tangan Rian.
"Mel kamu tenang ya Bayu pasti baik-baik saja," ucap nya namun Melati memakasakan diri bangun dan berjalan keluar ruang rawat nya dia ingin melihat keadaan suami nya.
Rian pun segera mengejar nya, untung saja ruang rawat mereka tidak terlalu jauh sehingga Melati tidak perlu berjalan terlalu lama.
Dia melihat ibu nya berdiri di ruang rawat Bayu, karna Bayu sudah di pindahkan ke ruang rawat tidak lagi di ICU.
Bayu hanya mendapatkan luka yang ringan di kepalanya sehingga tidak perlu di khawatirkan namun berbeda dengan Pak Usman pria itu masih belum sadarkan diri.
"Ibu bagaimana keadaan mas Bayu apa dia baik-baik saja?"
"Dia kenapa bu, dia baik-baik saja kan jawab bu aku tidak mau menjadi janda muda," ucap nya histeris membuat Bu Zoya menepuk jidat nya.
Papa Bimo yang baru saja keluar dari ruangan Bayu pun nampak menahan senyum nya dia mendengar apa yang Melati katakan.
Pasti Melati berpikir macam macam sehingga membuat nya histeris, sedangkan Bayu sendiri tidak apa-apa.
"Mel tenang Bayu baik-baik saja, apaan sih yang ada di pikiran mu pake bilang janda segala, sana masuk dia sudah sadar," ucap Papa Bimo.
Melati pun mengusap air matanya dan tersenyum, lalu dia segara masuk ke dalam ternyata di sana Bayu sedang berbincang dengan om Kenta.
"Mel kamu sudah sadar nak? apa kamu baik-baik saja?" tanya Om Kenta.
"Aku baik-baik saja bagaimana dengan Mas Bayu?" tanya Melati khawatir.
"Dia baik-baik saja, ya sudah om keluar dulu yah," ucap nya.
__ADS_1
Om Kenta pun keluar dari ruang rawat itu kini tinggal Melati dan Bayu saja yang ada di sana.
"Mas apa yang terjadi kenapa kamu bisa kecelakaan?" tanya Melati mengusap tangan Bayu.
"Maaf apa kita saling kenal?"
Deg
Melati pun menatap Bayu bingung kenapa suaminya berkata seperti itu, apa jangan-jangan tidak tidak mungkin pikirnya.
"Mas apa sih becanda kamu gak lucu tahu aku baru saja sadar dari pingsan jangan bikin aku pingsan lagi deh," ucap nya.
"Aku tidak bercanda, kamu siapa sebenarnya aku benar-benar tidak ingat kamu," ucap nya.
Melati pun menggelengkan kepalanya sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.
"Mas aku Melati istri kamu masa kamu gak ingat, jangan ngeprank dong mas masa kamu gak ingat sama istri kamu sih?"
Namun Bayu tidak mengingat nya sama sekali dia hanya mengingat masalalu nya saja.
Melati pun segera memencet tombol dan datanglah dokter bersama suster untuk memeriksa keaadaan Bayu.
"Bagaimana bisa suami saya tidak mengingat saya dok?" tanya Melati heran.
"Mungkin karna beturan yang begitu hebat membuat nya melupakan sebagian dari memori nya, tapi ini tidak akan selama nya biasanya ini terjadi hanya beberapa waktu saja sesudah kondisi pasien stabil pasien akan mengingat nya lagi," ucap Dokter paruh baya itu.
"Tapi dok sampai kapan suami saya tidak mengingat saya?"
"Ibu yang sabar ya semoga pasien segera pulih dan bisa cepat mengingat lagi tapi harus pelan-pelan kalo di paksakan kasihan nanti pasien malah akan semakin lama mengingat nya," jelas nya membuat Melati semakin sedih.
Melati pun meninggalkan Bayu yang baru saja tidur karna sudah di beri obat oleh dokter, dia langsung memeluk Rian hanya bahu Rian yang dia butuhkan saat ini.
"Mel kok kamu nangis bukannya Bayu baik-baik saja?" tanya Rian heran.
"Mas Bayu amnesia dia tidak mengingat ku hik hik," ucap nya sambil menangis.
"Apa maksud kamu bagaimana bisa dia tidak mengingat istrinya sendiri sedangkan Om Kenta bilang dia mengingat nya dan tadi mereka sempat berbincang," ungkap nya.
"Bayu hanya melelupan sebagian Memori nya sedangkan dia mengingat masalalu nya termasuk Om Kenta dan Papa Bimo," jawab nya.
__ADS_1
Rian pun tidak tega melihat adiknya bersedih sehingga dia lupa dengan istrinya sendiri yang juga butuh dukungannya karna mertuanya juga belum juga sadarkan diri.
"Sabar Mel semua akan baik-baik saja,aku akan membantu Bayu agar dia secepatnya mengingatmu lagi."