
Beberapa bulan berlalu kini tiba hari dimana Dira mendapatkan gelar S1, gadis cantik itu akhirnya lulus dari sebuah universitas terkenal di sana.
Dira sangat senang karna keluarga nya bisa berkumpul termasuk Melati yang sudah kembali tinggal bersama suaminya.
Selain Melati yang sudah bahagia Jovanka pun akhirnya menikah dengan Erwin, wanita itu akhirnya mau melepas masa lajang nya.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Rian.
"Tentu saja aku bahagia karna tidaklah mudah bisa sampai di titik ini," jawab Dira.
"Kapan kamu akan memenuhi janji mu?" tanya Rian mengingatkan lagi tentang janji Dira kalo dia akan memberi tahu tentang pernikahan nya pada orang tua mereka.
"Sebenarnya aku sudah siap bicara namun aku takut ibu marah," ucap nya sendu.
"Bagaimana kalo kita bicara hari ini mungkin dengan kita menceritakan semua nya mereka bisa mengerti."
Dira pun menuruti saja apa yang Rian katakan toh lebih cepat lebih baik, mungkin kalo mereka sudah tahu Rian tidak perlu lagi masuk ke kamar Dira secara sembunyi sembunyi.
Ya walau pun mereka cuma tidur dan tidak melakukan hal yang aneh namun Dira tetap saja tidak tenang apalagi mereka hanya tinggal berdua di rumah itu karna Melati sudah lama pindah ke rumah Bayu.
Melati memutuskan tinggal di rumah almarhum orang tua Bayu yang tempat nya tidak terlalu jauh dari rumah Papa Bimo, mereka masih satu komplek namun berbeda blok saja.
Makan malam pun tiba dimana mereka merayakan acara kelulusan Dira dengan makan malam bersama di sebuah restoran berbintang.
Papa Bimo sengaja menemesan ruangan vip untuk mereka semua, tidak hanya keluarga Melati saja yang datang namun ada Kenta dan Ayunda, ada Erwin dan Jovanka juga mereka ikut hadir dalam acara itu.
Meski Pak Usman masih harus di bantu oleh kursi roda, namun pria tua itu juga ikut hadir di acara anak sambung nya itu.
"Sebelum mulai acara kami ingin mengatakan sesuatu pada kalian," ucap Rian nampak gugup begitu juga dengan Dira yang ada di samping nya gadis itu sudah berkeringan dingin.
Untung saja Rian selalu menggenggam tangan nya agar gadis itu bisa lebih percaya diri di hadapan mereka.
"Ada apa sih Yan sepertinya serius sekali?" tanya Melati, namun Rian justru bingung mau mulai dari mana.
__ADS_1
Sedangkan Erwin dan Jovanka saling melirik lalu tersenyum karna mereka berdua sudah tahu apa yang akan Rian katakan.
"Iya kok jadi tegang gini sih, kamu mau bicara apa?" tanya Bu Zoya.
"Maaf sebelum nya karna aku sudah lancang apalagi pada Bu Darmi karna aku sudah berbuat salah," ucap nya membuat mereka menatap bu Darmi sedangkan Bu Darmi nampak bingung.
"Mas Rian emang salah apa sama Ibu, perasaan gak ada salah apa apa deh," ucap nya.
Rian pun lantas mengeluarkan surat nikah dari saku celana nya, dia bingung cara menyampaikan nya sehingga inilah satu satu nya cara memberi tahu mereka.
"Apa kalian?" ucap Melati mengambil surat nikah itu dan melihat mereka nampak gugup.
"Itu surat nikah kami berdua," jawab Rian sambil memejamkan matanya jujur Ia sangat takut terkena marah atau pun pukulan dari mereka.
Namun mereka semua nampak tersenyum tidak ada yang memarahi mereka dan itu membuat mereka bingung.
"Loh kok kalian diam aja, harusnya kalian kaget dong liat ini semua," ucap Rian bingung begitu juga dengan Dira.
"Whatt? siapa yang ngasih tahu, apa kalian?" tanya Dira menatap tajam Jovanka dan Erwin.
"Bukan kita kok iya kan bebz," jawab Jovanka.
"Iya kita gak bilang siapa siapa kok,tapi emanga ibu sama Papa udah tahu dari bu Zoya," ucap Erwin menjelaskan.
"Sejak kapan kalian semua tahu?" tanya Rian bingung.
"Sejak kamu sering menyelinap masuk ke kamar Dira, awal nya Papa ingin marah dan negur kamu namun saat Papa tahu kalo kalian sudah menikah diam diam Papa memberikan kesempatan untuk kalian jujur," ucap Bimo.
"Maafkan kami Pah semua terjadi begitu saja," ucap Rian.
"Papa sudah tahu dari Pak Rusim kalo kamu menikah dengan Dira karna terpaksa, jadi Papa tanya sekarang apa kami serius dengan pernikahan ini, jangan buat anak orang tersiksa Rian hanya kamu jadikan istri di atas kertas saja," ucap Bimo.
"Apaan sih Pah orang aku cinta sama Dira lagian aku gak terpaksa kok nikahin dia. Dira nya aja yang gak mau bilang sama orang tua nya karna takut," jelas Rian.
__ADS_1
"Dira Dira kenapa kamu gak bilang yang sebenarnya sama Ibu, untung saja Ibu gak salah paham saat liat Mas Rian masuk kamar kamu," jelasnya.
Bu Darmi memang pernah melihat Rian keluar dari kamar diri pagi pagi sekali, awal nya curiga dan mengadukan kepada Bu Zoya karna takut terjadi apa apa dengan anak nya namun saat Zoya memberi tahu kalo mereka sudah menikah Bu Darmi membiarkan nya saja seolah tidak tahu apa apa.
"Jadi kalian restuin kami?" tanya Rian berbinar.
"Tentu saja mana bisa kami menolak takut nya udah ada Rian junior di sini," ucap Zoya membuat pipi Dira memerah.
Sedangkan yang lain nya tertawa, mereka ikut senang akhirnya Rian dan Dira jujur juga.
"Apaan sih bu belum juga unboxing," jawab Rian membuat Dira benar benar malu dan mencubit pinggang nya.
"Aww sakit sayang," bisik nya.
"Ya sudah ini hadiah dari Papa, dan buatkan Rian junior yang banyak di sana," ucap nya mengelurakan sebuah tiket bulan madu untuk mereka berdua.
"Kalian bisa pergi satu minggu dan setelah kalian pulang kalian akan menggelar resepsi, kalian tenang aja ada kami yang mengurusnya," ucap Melati tersenyum bahagia melihat saudara kembar nya bisa mendapatkan kebahagian.
Awalnya Melati sempat kaget saat mendengar kabar kalo Rian sudah menikah dengan Dira, untung saja dia tidak memaksa Dira menerima Adit kalo seperti itu bisa do gantung dia oleh Rian.
"Gak usah repot repot pake resepsi segala, toh kita udah bahagia," ucap Dira.
"Udahlah sayang gak papa kan biar temen temen kamu tahu kalo kamu sudah menikah khususnya Aditia," ucap nya sambil menatap Melati.
Melati pun menggaruk kepala nya yang tidak gatal saat mendengar nama itu, karna dia yang menjodoh jodohkan Dira dengan temannya itu.
"Apaan sih kak aku kan udah jelasin kalo aku gak ada hubungan apa apa sama Kak Adit," bisik Dira.
"Sorry Yan gua kira lu gak suka sama adek gua ini makanya gua mau kasih dia ke Adit toh Adit serius loh suka sama Dira," canda nya ingin membuat Rian marah.
"Enak aja, Dira hanya miliku ya gak boleh deket deket sama cowok lain," ucap nya membuat mereka terbahak.
"Fosesif," ucap Melati namun dia senang melihat Rian cemburu itu berarti Rian sangat mencintai Dira.
__ADS_1