
Hari-hari pun berlalu Melati masih saja bekerja di perusahaan namun belum ada yang tahu kalo dia sudah menikah dengan Bayu.
Memang di perusahaan itu di terap kan sistem tidak boleh satu kantor dengan pasangan kekasih mau pun pasangan menikah.
Melati mengerjakan beberapa file yang di berikan Bayu pada nya karna hari ini ada pertemuan dengan Klien, Melati pun terpaksa harus ikut karna rapat di adakan di luar kantor.
Biasa nya Bayu saja yang pergi dengan Pak Ali, namun kali ini Pak Ali berhalangan hadir jadi mereka yang menggantikan.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Bayu menghampiri ruangan istrinya itu.
"Ya Pa mari silahkan Bapa duluan," ujar nya sopan, Melati bersikap formal seperti atasan dan bawahan saja takut nya ada yang tahu kalo bicara normal.
Sesampainya di lantai dasar Melati nampak tak enak di perhatikan oleh sesama karyawan karna dia sering keluar bersama Bayu untuk bertemu klien.
Kebetulah mereka janjian dia jam makan siang jadi wajar kalo karyawan yang lain juga sedang santai.
'Loe liat kan si Melati bahkan semakin dekat aja sama Pak Bayu,' ucap seorang karyawan yang tak sengaja melihat Melati tadi pagi keluar dari mobil Bayu.
'Ia gue juga tahu dari pasti mereka ada hubungan selain bos dan sekertaris,' jawab yang lain.
'Ya lah gak mungkin juga kalo gak ada hubungan bisa sedekat itu, kalian liat kan gimana mereka sering banget makan siang bareng yang alesan nya nenuim klien,' lanjut yang lain.
Dan banyak lagi cibiran yang keluar dari mulut mereka, untung saja Melati memepunyai sifat yang cuex jadi dia tidak mau ambil pusing terserah mereka saja yang penting tidak merugikan nya.
Begitu lah prinsip hidup nya tak pernah menyinggung dan tak ingin di singgung dan terbilang bodo amat.
"Kok lama sih sayang?" tanya Bayu saat melihat Melati baru saja masuk ke mobil nya.
__ADS_1
Melati pun tersenyum sambil memakai sabuk pengaman nya."Maaf aku dari toilet dulu," jawab nya.
Bayu pun mengangguk dan langsung cancap gas meninggalkan basment kantor.Mereka menuju sebuah restoran yang di janjikan dengan klien nya Pa Ali.
"Pa Ali jadi ke Turki lagi?" tanya Melati dan Bayu pun mengangguk.
Melati sangat kasihan melihat suami nya harus bekerja exstra kalo Pa Ali ke luar kota. Apalagi kalo pergi nya sampai berminggu-minggu.
"Tenang lah sayang kamu jangan cemas, aku sudah terbiasa menghendel pekerjaan di kantor. Bahkan dulu Pa Ali sampai 6 bulan di sana aku gak keberatan apa lagi ini cuma satu minggu," ujar nya.
Melati pun mengangguk dan tersenyum hambar, jujur saja dia tidak bisa berbuat apa-apa karna Bayu tak pernah meminta bantuan nya.
"O-ya Mas apa hari libur besok aku bisa ke kosan? Aku mau bertemu dengan teman ku," ucap nya sedikit tidak enak.
Bayu pun menoleh dan menatap istri nya sebentar kemudian mengangguk.
"Makasih Mas," ujar nya.
"Ehh jangan senang dulu. Kamu boleh pergi tadi aku ikut bersama mu," ujar nya.
Melati pun hanya bisa pasrah terserah lah yang penting dia bisa bertemu dengan teman nya itu.
Tak berselang lama mereka pun sampai di sebuah Restoran.Ternyata klien nya sudah menunggu seorang pria paruh baya membelakangi mereka.
"Selamat siang maaf sudah menunggu lama?" tanya Bayu mengahampiri pria itu.
"Tidak masalah kami juga belum lama kok, kamu tidak perlu sungkan," ujar nya.
__ADS_1
Bayu nampak kaget saat melihat wajah pria paruh baya itu yang ternyata adalah Kenta Sinaga ayah nya Jovankan.
"Maaf kan saya Om saya tidak tahu kalo anda yang harus saya temui hari ini," ucap Bayu merasa tak nyaman.
Sedangkan Melati yang tidak tahu apa-apa nampak diam dan memperhatikan pria paruh baya itu, namun dia yakin kalo Bayu sangat mengenal pria itu.
"Tidak masalah," jawab nya.
"O-ya Om kenalkan ini sekertaris saya nama nya Amel," ucap Bayu melirik Melati yang mengerutkan kening nya.
Kenapa suami ny berkata seperti itu, tapi terserah lah itu tak masalah pikir Melati. Walau pun dia sedikit bingung namun bukan saat nya dia bertanya.
Tak lama kemudian seorang pria datang menghampiri mereka dan duduk di sebelah Pa Kenta.
"O-ya Bayu dan Bu Amel kenalkan ini Rian asisten saya," ucap Kenta dan itu sukses membuat Melati kaget dan melebarkan matanya nya.
Namun dia berusaha tenang dan membenarkan kacamata tebal nya agar Rian tidak mengenali nya.
Ya Melati masih sama seperti dulu tak pernah merubah penampilan nya yang cupu saat di kantor dan Bayu pun tak mempermasalah kan nya karna itu lebih baik.
Bayu juga tak mau orang-orang tahu kecantikan istrinya itu dan cukup dia saja yang tahu.
Mereka pun membahas beberapa proyek yang di ajukan oleh perusahaan Kenta. Bayu pun menganggukan kepala tanda mengerti sedangkan Melati nampak menjelaskan beberapa kontrak dalam bekarja sama.
Rian sedari tadi memperhatikan Melati dan itu sukses membuat Melati tak merasa nyaman.
Untung saja pertemuan mereka segera selesai dan itu membuat Melati lega sekarang.
__ADS_1
Mereka pun kembali ke kantor untuk menyelesai kan pekerjaan nya hingga tak terasa waktu pulang pun tiba.
Seperti biasa Melati akan keluar kalo suasana kantor sudah mulai sepi dia tidak. mau kalo teman-teman sekantor nya melihat nya bersama dengan Bayu.