Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 91


__ADS_3

"Bu aku bisa minta tolong gak?"


Bu Zoya pun langsung menghampiri nya, dia takut Melati kenapa-napa karna sedari tadi dia nampak mendiamkan suami nya.


"Kenapa Mel apa ada yang kamu inginkan?" tanya Bu Zoya.


Sedangkan Bayu juga ikut cemas."Kenapa kamu nyuruh ibu sih Mel,kan dari tadi aku disini?" tanya Bayu sedikit kecewa karna kehadirannya gak di anggap sama sekali.


"Maaf aku tidak mau merepotkan," jawab nya menohok membuat Bayu tercengang dia tidak menyangka Melati akan berkata seperti itu.


Biasanya Melati akan manja dan minta ini itu padanya, namun kali ini dia merasa tidak mengenal istri nya Melati sangat dingin kepadanya.


"Gak apa Bay mungkin Melati sedang membutuhkan bantuan ibu sekarang," ucap bu Zoya tersenyum.


Ibu nya juga merasakan ada yang tidak beres dengan Melati namun apa dia pun tidak tahu, yang jelas Melati seperti menghindari Bayu.


'Apa mereka sedang ada masalah.'batinnya.


"Kamu mau apa?"


Melati pun menghela nafas sebelum mengucapkan itu."Apa Rian masih ada? aku ingin mengucapakan terimakasih padanya," ucap Melati.


"Oh Ibu kira apa? dia menunggu di luar bersama tante Ayu dan Om Kenta."


Melati pun tersenyum mendengar nya dia benar-benar sangat bersyukur kali ini bertemu dengan Rian.


Kalo mana mau dia sengaja meminta bertemu, ketemu sekilas dan tak sengaja aja Melati sangat takut dan pasti dia akan bersembunyi namun kali ini rasanya beda dia merasa berhutang sesuatu pada Rian.


"Bisa panggilkan dia?"


Mendengar Melati berkata seperti itu Bayu nampak menggelengkan kepalanya, namun Melati tidak peduli yang jelas dia ingin bertemu dengan orang yang menyelamatkan nya.


Ibu nya pun lantas keluar mempersilahkan mereka masuk, bu Zoya dan Papa Bimo keluar untuk melihat bayinya Melati.


"Ibu sama Papa keluar dulu ya," ucapnya dan Melati pun mengangguk.


Setelah melihat orang tuanya menghilang di balik pintu kini tatapan nya berpindah kepada mereka yang baru saja masuk.

__ADS_1


"Mel bagaimana keadaanmu sayang?" tanya tante Ayunda.


"Tante bisa lihat aku sehat," jawab nya tersenyum.


"Tante tahu kamu anak yang kuat, ini tante bawakan buah untukmu jangan lupa dimakan ya," ucapnya meletakan nya di meja.


"Kamu hebat Mel, selamat ya kamu sudah menjadi ibu," ucap Kenta.


"Makasih banyak Om, maaf ya udah merepotkan," ucapnya merasa tidak enak sedangkan Kenta hanya tersenyum.


"Gak papa kami kan keluarga kamu dan kamu harus berterimakasih kepada Rian karna dia yang mendonorkan darahnya untuk mu, tante gak tahu kalo gak ada Rian karna darah kamu sangat langka," ucap Ayunda menjelaskan.


"Tan apaan sih!!" ucap Rian merasa tidak enak dengan Bayu.


Sengkan Bayu sudah memerah wajah nya menahan amarah, kenapa bukan dia yang menolong istrinya kenapa harus Rian?


Melati memang tahu kalo golongan darah nya sama dengan Rian dari dulu namun dia tidak menyangka Rian akan melakukan hal itu.


Ayunda dan Kenta memilih duduk di sofa membiarkan Melati bicara dengan Rian.


"Rian.. hikk.. hikk makasih banyak," ucapnya lirih.


Rian pun tak kuasa melihat Melati menangis dia pun duduk di samping Melati lalu mengusap air matanya, dia tidak menghiraukan Bayu yang sudah menatap nya tajam.


'Sial!! kenapa Melati diam saja, apa mungkin bajingan ini sudah menceritakan yang tidak-tidak?'


Bayu tidak mungkin berani kepadanya karna ada Kenta dan Ayunda di sana.


"Jangan nangis dong my sweety nanti cantik nya hilang, aku melakukan nya dengan senang hari jadi gak usah berterimakasih ya," ucap nya sambil tersenyum.


Senyuman itu masih sama seperti dulu mungkin kalo dulu Melati akan meleleh melihat nya berbeda dengan sekarang.


"Aku gak tahu gimana nasib ku kalo gak ada kamu," ucap nya merasa tidak enak sekali.


"Tidak masalah, tapi kalo kamu mau berterimakasih aku gak akan nolak siapa tahu saja aku di beri kesempatan untuk menjadi ayah sambung dari anak kamu," goda nya membuat Bayu meradang sedangkan Melati hanya terkekeh dia tahu kalo Rian sedang ingin mengerjai suami nya.


Benar saja Bayu langsung menarik kerah baju Rian dia ingin menghajar Rian namun segera di pisahkan olah Kenta dan juga Ayunda.

__ADS_1


"Apa-apaan sih ko malah mau berantem?" ucap Om Kenta dan Bayu pun melepaskan cengkaramannya.


"Mas kamu tuh apa-apaan sih? udah gak usah marah lagian peduli apa kamu sama aku," ucapnya membuat semua orang kaget.


Begitu juga Rian."Apa Melati sudah tahu semuanya?" batinnya.


"Mel kamu sengaja ya ajak dia kesini cuma mau bikin aku marah iya, kamu keterlaluan," ucap nya langsung keluar dari ruangan Melati.


Sedangkan Melati tidak mau ambil pusing, dia tidak ingin menambah beban pikiran nya toh Bayu sendiri yang mulai bermain api.


Kalo dulu mungkin dia akan belingsatan saat bertemu dengan Rian apalagi ada Bayu disamping nya, namun kali ini dia merasa biasa saja toh dia sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi dengan mantannya itu.


"Mel kamu lagi ada masalah sama dia? harusnya aku aja yang keluar nanti ko dia beneran marah gimana yang repot kan nanti aku juga," ucap Rian.


Rian merasa kalo Melati menyembunyikan sesuatu pada nya, dia penasaran apa apa mungkin Melati sudah mengetahui semua nya.


"Iya Mel dia suami kamu kenapa kamu seolah menghindari nya? apa kalian ada masalah sebaiknya selesaikan secara baik-baik sayang," ucap tante Ayunda.


"Benar Mel aku gak mau loh di sebut pebinor," ucap Rian serius namun Melati seperti nya tidak mau cerita.


Rian pun mengeluarkan ponsel nya dia mengetik sesuatu di sana dan menunjukannya kepada Melati dia ingin tahu apa benar Melati tahu sesuatu.


[Aku tahu kamu ada masalah dengan suami kamu Mel, kamu gak bisa bohong mata kamu menunjukan kalo kamu kecewa sama dia apa ini ada hubungannya dengan wanita yang tadi siang?] tulis nya membuat mata Melati melebar saat membacanya.


Dari mana Rian tahu kalo Bayu bersama wanita tadi siang, apa mungkin dia juga melihat nya dan membuntuti nya sampai kepemakaman?


Melati pun membalas dengan mengetik, dia tidak mau Om dan tante nya tahu soal ini biarkan dia menyelesaikan masalah nya sendiri ya walau terlanjur Rian tahu.


[Apaan sih Yan aku gak ada masalah apa-apa kok, wanita itu cuma rekan kerja Mas Bayu] balas nya.


Rian pun membalas lagi[Yakin cuma teman kerja?]


Melati pun diam namun air mata nya kembali keluar, dia bingung kenapa cengeng di depan Rian.


Dari dulu Rian paling mengerti dirinya, hubungan mereka terjalin begitu dekat bahkan mereka pernah tinggal bersama.


Meski begitu hubungan mereka tidak pernah lebih dari pelukan, bahkan Rian tidak berani menyentuh nya ya walau pun Melati sering mencium pipi nya tapi Rian selalu menjaga batasan dia tidak mau merusak wanita yang di cintainya itu sebelum menikah.

__ADS_1


__ADS_2