Pernikahan Rahasia Dengan Bosku

Pernikahan Rahasia Dengan Bosku
Part 138


__ADS_3

"Hoek.. hoek..," terdengar suara di dalam kamar mandi, membuat Bayu membuka matanya.


Dia segera terbangun meski matanya masih mengantuk, dia penasaran kenapa dengan istrinya itu sudah dua hari ini muntah muntah terus, namun Melati menolak pergi ke dokter.


Memang kebiasaan Melati dari dulu sangay susah kalo di ajak ke rumasakit dengan alasan dia takut di suntik, seperti anak kecil saja memang.


Namun harus bagaimana lagi membujuk nya pun sangat lah susah, jadi harus extra sabar menunggu nya sadar sediri.


"Sayankebuka pintunya sebenarnya kamu kenapa?" ucap Bayu mengetuk pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.


"Aku gak papa Mas cuma sedikit mual saja," teriak nya dari dalam kamar.


"Buka pintu nya sayang aku harus mekihay keadaanmu," ucap nya dan mau tak Melati pun membuka pintu kamar mandi setelah mencuci mulut nya.


"Kamu gak papa?" tanya Bayu melihat Melati yany nampak pucat.


"Aku gak papa cuma masik sedikit mual saja," ucap nya.


Bayu pun langsung memeluk erat istrinya dia tahu kalo istrinya sedang tidak baik baik saja.


"Kita ke dokter ya sayang kamu sangat sangat pucat sekali aku takut kamu kenapa napa," ucap nya membuat Melati tersenyum.


"Sudah lah Mas, aku beneran gak papa kok," jawab nya.


"Tapi sayang, kita harus periksa dulu keadaan mu jangan sampai nanti kamu malah tambah sakit," ucap Bayu terus membujuk nya.


"Aku takut Mas nanti kalo aku di suntik bagaimana, kalo nanti aku ada penyakit serius gimana aku gak mau Mas gimana sama Bryan nanti dia masih kecil," ucap nya membuat Bayu menggelengkan kepalanya.


"Sayang hey kamu tuh bicara apa sih lebay amat," ucap nya membuat Melati cemberut kesal karna di sebut lebay oleh suami nya.


Memang dari dulu Melati sedikit parno jika mengenai kesehatan dia sangat takut mengalami penyakit dadakan seperti mendiang ayah nya.


"Udah ah aku lapar mau makan," ucap nya melepaskan pelukan dari suami nya.


"Kamu yakin gak mau ke dokter?" tanya Bayu memastikan dan Melati pun menganggukan kepalanya entah mengapa setelah muntah Melati sekarang malah menjadi lapar.


"Aku baik baik saja, jangan khawatir aku hanya ingin makan," ucapnya manja.


Bayu pun membawa nya ke maja makan untung saja sarapan sudah di siapkan oleh art mereka.

__ADS_1


"Pagi Mas, Mbak, mau sarapan sekarang?" tanya bi Sumi.


"Aku ingin salad buah bi apa bisa buat kan," tanya Melati.


"Sayang kok salad sih ini masih pagi, sarapan nasi dulu ya," bujuk Bayu namun Melati kekeh ingin apa yang dia mau.


"Ya sudah kalo begitu bibi buatkab sekarang ya," ucap bi Sumi segera menyiapkan nya.


Bayu sangat heran karna biasanya Melati akan sarapan roti atau nasi goreng, namun kali ini dia meminta yang aneh.


Sedangkan Bryan sedang menginap di rumah oma nya yaitu bu Zoya, kemarin anak itu menangis ingin menginap di sana.


Mau tak mau Melati pun membiarkan anak nya yang baru berumur 2 tahun itu menginap di sana.


Bayu pun segera bersiap ke kantor karna hari ini Ia ada metting pagi bersama klien nya.


"Aku tinggal dulu ya mau mandi sekalian siap siap, kamu gak papa kan kalo di tinggal sama bi sumi?" tanya Bayu mengelus pundak nya.


"Gak papa kok mas aku baik baik saja," ucap nya.


Bayu pun segera berjalan kekamar nya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Selain itu dia juga membereskan tempat tidur nya, entah mengapa semakin semakin hari dia semakin rajib saja.


"Loh sayang kamu di sini? bukannya mau sarapan, tadi katanya laper?" tanya Bayu sambil menggosok rambut nya yang basah dengan handuk.


"Aku cuma beresin tempat tidur sekalian nyiapin baju buat kamu," ucap nya.


Bayu pun tersenyum melihat nya, Melati dengan telaten membantu suami nya memakai dasi agar lebih rapi.


"Udah ganteng, ayo turun mungkin salad nya udah jadi," ajak Melati dan Bayu pun menangguk.


Mereka pun turun dan segera sarapan, Bayu seperti biasa akan sarapan roti karna sudah dua hari ini Melati tidak memasak sedangkan Melati asyik dengan salad buah nya.


"Mas aku mau kerumah ibu boleh kan, sekalian jemput Bryan," ucap nya karna tidak ada anak nya sehari pun Melati sudah sangat merindukan bayi nya itu.


"Nanti di antar supir aja ya, biar kamu gak usah nyetir," ucap Bayu dan Melati pun menganggukan kepalanya.


"Sayang aku ke kantor dulu ya, nanti aku jemput kalo kamu masih betah di sana," ucap Bayu.

__ADS_1


Karna Ia sangat tahu kalo mereka sudah mengobrol pasti lupa waktu apalagi kalo ada Dira, pasti mereka lupa dengan suami masing masing.


Setelah mengantar suami nya sampai ke depan rumah Melati pun bersiap pergi ke rumah Ibunya.


Namun saat akan melangkah ke tangga tiba tiba Ilham datang berkunjung.


"Kak dimana Mas Bayu?" tanya Ilham main nyelonong saja.


"Bisa gak sih kalo datang itu bilang salam. main nyelonong aja," ucap Melati kesal, bagaimana tidak Ia benar benar kaget dengan kedatangan Ilham yang tiba tiba.


"Udah lah Mbak gak usah banyak ngomong tinggal jawab aja apa susah nya," ucap Ilham.


"Mas Bayu udah berangkat ke kantor puas, udah di jawab mau tanya apa lagi?" tanya Melati kesal, entah mengapa melihat wajag Ilham bawaan nya emosi terus.


"Ya elah galak amat lu Mbak cepet tua baru tahu rasa lu," ucap Ilham bergegas meninggalkan rumah itu.


"Dasar tamu kurang ajar, kalo bukan sepupu nya Mas Bayu udah gua bejek bejek lu, kesel banget gue sama lu," gerutu nya kesal sehingga Ia tidak melihat jalan yang di pijak nya sehingga Ia pun terpelaset.


"Aww..., bibi tolong," ucap nya terjatuh dari undakan tangga untung saja baru beberapa pijakan kalo jatuh dari atas gimana.


Bi Sumi pun berlari saat mendengar suara Melati berteriak, Ia benar benar kaget apalagi saat melihat Melati sudah duduk di bawah sambil memegang perut nya.


"Mbak kenapa?"


"Saya jatuh tolong bi perut saya sakit," ucap nya meringis.


Bi Sumi pun membantu Melati berdiri dan membawa nya duduk di sofa.


"Mbak gak papa kan?"


"Perut saya sakit bi," jawab nya meringis.


"Kita kerumasakit ya takut nya kenapa napa," ucap bi Sumi ketakutan.


Tanpa menunggu persetujuan Melati bi sumi pun memanggil Pak Ujang untuk mengantar mereka kerumasakit.


Pak Ujang pun langsung menggendong Melati dan membawa nya kedalam mobil.


"Semoga tidak terjadi apa dengan perut Mbak Melati," ucap bi Sumi.

__ADS_1


__ADS_2