
Mereka semua makan malam bersama di dekat kolam renang, sebagai syukuran ulang tahun Bayu yang ke 32.
Pak Ali pun kembali menawarkan tiket liburan untuk mereka dan Bayu pun terpaksa menerima nya karna dulu mereka tidak jadi berlibur karna terjadi konflik diantara mereka.
"Papa gak maksa cuma nawarin aja, soalnya kan kalian gak jadi liburan waktu itu," ucap Pak Ali.
"Aku terserah Melati aja Pah," jawab nya.
Sedangkan Melati merasa bukan waktu nya berlibur kan bayi nya masih kecil kasian. kalo di tinggal.
"Babby Brian gimana baru juga berumur 2 bulan masa udah mau di tinggal?" tanya Melati.
"Mel Pak Ali benar kalian butuh waktu berdua mungkin liburan satu atau dua hari bisa membuat kalian lebih baik, Ibu yang akan jaga bayi kamu dan Tante Ayunda juga pasti gak keberatan jaga dia," bujuk Bu Zoya.
"Iya Mel tadi aja anteng banget tahu tidur terus malah tante nya yang bosen karna gak ngapa-ngapain," ucap Ayunda.
"Ya sudah kalo gitu tapi jangan yang jauh-jauh ya aku males di jalan nya," ucap Melati dan mereka pun mengangguk setuju.
Di sisi lain Dira nampak heran kenapa Rian juga ada di sana apa mungkin Rian juga di undang dalam acara itu.
Dira bisa melihat kedekatan Jovanka dengan Rian mereka nampak serasi yang satu tampan yang satu cantik.
"Apa itu pacarnya ya cantik banget," batinnya.
"Loh kok malah diem di sini ayo gabung sama mereka," ucap Zoya menarik tangan Dira.
Jujur saja Dira merasa tidak pantas ada diantara mereka dia malu karna bukan siapa-siapa.
Dira pun terpaksa mengikuti langkah Bu Zoya menghampiri mereka.
"Pak Ali bu Fatma kenalkan ini anak bungsu saya nama Dira," ucap Zoya mau tidak mau Dira pun menyapa mereka.
Walau bagaimana pun dia harus ramah dengan tamu-tamu bu Zoya.
"Malam Om tante senang bertemu kalian," ucapnya tersenyum lantas dia mencium tangan mereka.
__ADS_1
"Mel kamu kok gak cerita sih kalo punya adik cantik kaya gini kan tante bisa kenalin sama Yoga kalo tahu," canda bu Fatma mengingat anak sulung nya yang baru putus cinta.
"Dia udah punya pacar Bu," jawab Melati membuat pipi Dira memerah apaan Melati itu so tahu.
Sedangkan Rian yang mendengar hal itu menyunggingkan senyum nya, namun ada perasaan kesal dalam dada nya.
"Menarik sekali jadi aku harus bisa membuat nya hubungan mereka putus," batinnya.
Rian memang sudah lama menyukai Melati, awal nya mereka bertemu di kampung halaman nya Dira.
Kala itu dia sedang ada pekerjaan disana Dira yang sedang berada di pinggir jalan dia hampir tertabrak mobil Rian untung saja dia mepet ke pinggir kalo tidak dia bisa tertabrak.
Di sana Rian bisa melihat gadis cantik itu menggerutu marah, namun bukannya dia minta maaf dia malah balik memarahi gadis itu.
Rian benar-benar terpesona dengan gadis itu dia pun mencari tahu siapa gadis itu, dan tanpa disadari dadanya bergetar bila mengingat wajah imut itu.
Saat itu juga dia tahu kalo Melati ada di sana bersama Dira, dia sangat lega sekali bisa melihat Melati disana jujur dia merasa bersalah karna sudah membuat rumah tangga Melati berantakan.
Jadi dia hanya bisa memperhatikan dan menjaga mereka dari jauh, saat kembali ke kota Rian bertemu lagi dengan Dira di sebuah toko buku.
Rian yang menyarankan agar Dira magang di kantor milik Om nya agar dia bisa lebih dekat lagi dengan gadis itu, entah mengapa rasa ini beda saat bersama Melati rasa ingin memiliki begitu besar sehingga dia akan melakukan apapun agar Dira menjadi miliknya.
Melati nampak duduk berdua bersama Bayu dia masih merasa bersalah karna sudah membuat suami nya marah tadi siang.
"Maaf sekali lagi Mas," ucapnya.
"Tidak apa-apa meskipun aku sedikit kesal tapi aku senang kamu tidak beneran marah padaku, tapi kalo boleh jujur aku tidak suka Rian di sini," ucapnya membuat Melati terdiam apakah ini waktu nya dia cerita yang sebenarnya agar tidak ada lagi kesalah pahaman diantara mereka.
"Mas sebenarnya ada hal penting yang kamu belum tahu tentang aku dan Rian," ucap nya membuat Bayu penasaran apa yang terjadi diantara mereka apa mungkin istrinya itu akan meninggalkan nya dan kembali kepada Rian.
"Apa kalian berniat balikan lagi begitu?"
"Bukan ih dengarin dulu makanya," ujar nya.
Melati pun menceritakan yang sebenarnya dia tidak ingin Bayu salah paham dengan Rian lagi walau bagaimana pun Rian adalah saudaranya, dia ingin melihat mereka rukun.
__ADS_1
"Kamu becanda kan?" ucapnya menggelengkan kepala menurut nya ini tidak masuk akal.
"Aku seruis," jawabnya.
Bayu pun mengusap wajah nya terlalu banyak kejutan yang dia ketahui hari ini, namun dia juga bahagia mendengar kalo Rian adalah saudara kembar istrinya itu berarti Rian tidak akan mungkin merebut Melati darinya.
"Aku mohon meminta maaflah padanya karna sudah berbuat buruk padanya," pinta nya dan mau tak mau Bayu pun menganggukan kepalanya.
"Baik nanti aku akan meminta maaf padanya."
Sedangkan Rian nampak mencuri pandang kepada Dira yang duduk tidak jauh dari nya, Dira memang pura-pura tidak mengenal Rian disana.
Dira merasa tidak nyaman berada diantara mereka dia pun memutuskan untuk pergi saja, namun saat sampai di depan kamar nya Rian mencekal pergelangan tangannya.
"Mau kemana?"
"Pak Rian, ngapain di sini?" Dira takut kalo ada yang melihat mereka.
"Kenapa apa aku tidak boleh berada di sini, ini rumahku juga loh," ucapnya membuat Dira mengerutkan kening nya.
Apa mungkin Rian adalah sepupu nya Melati pikirnya karna selama ini dia tidak pernah bertemu Rian di rumah itu.
"Apa mau anda?"
"Aku hanya ingin berbincang saja apa tidak boleh?"
Dira nampak gugup dan salah tingkah karna jarak mereka sangat dekat membuatnya sulit bernafas.
"Sebaik nya anda pergi saya mau istirahat," ujar nya mendorong tubuh Rian agar jarak mereka tidak terlalu dekat.
Sedangkan Jovanka yang tidak sengaja melihat itu langsung mempunyai ide untuk mengerjai sepupu nya itu.
"Sayang kamu di sini, aku cariin loh dari tadi," ucap nya menarik tangan Rian agar menjauh dari Dira.
Sedangkan Dira nampak bernafas lega dia benar-benar bersyukur ada wanita itu, jujyr saja dia sangat ketakutan.
__ADS_1
Sedangkan Rian nampak mengumpat dalam hatinya kenapa Jovanka datang secara tiba-tiba dan apa tadi katanya 'sayang' benar-benar menyebalkan.