
Semua yang ada di sana mendadak panik saat mendengar Melati pendarahan dan harus segara di cesar.
Mereka nampak bingung harus bagaimana karna Bu Zoya sedang ada di luar kota bersama Bimo sehingga tidak bisa cepat datang kesana sedangkan Bayu nampak tidak bisa di hubungi sempat tidak diangkat namun sekarang malah tidak aktip.
"Gimana ini Om, tante gak mungkin Melati menunggu lebih lama lagi kasian bayinya," ucap Rian benar benar cemas.
Om Kenta pun akhirnya menyetujui operasi yang akan di lakukan oleh Melati ini demi kebaikan Melati dan bayinya.
Kenta terpaksa mengaku sebagai ayah nya Melati agar operasi segera di langsungkan, setelah Kenta menandatangani nya Melati.
"Aku keluar sebantar ya," ucap Rian dan mereka pun mengangguk.
Sebelum masuk keruang operasi Melati sempat membuka matanya, dia teringat kalo tadi bertemu Rian sebelum dia berada di sana.
Namun setelah itu dia langsung di bawa keruang operasi sehingga dia tidak bisa bertemu Rian untuk sekedar mengucap terimakasih.
Sedangkan Rian benar benar sangat geram sekali kepada Bayu karna di saat seperti ini dia malah tidak bisa di hubungi.
Rian melajukan mobil nya dengan kencang menembus jalanan yang terguyur hujan dia akan menyusul Bayu ke kantor nya ini dia lakukan demi wanita yang di cintai nya pasti Melati sangat membutuhkan suami nya saat ini.
Sesampai nya di sana Rian langsung masuk tanpa berkata apa apa pada resspsionis membuat mereka memanggil security takut nya Rian adalah orang jahat.
"Maaf Pak anda mau bertemu siapa?" tanya security itu sopan.
Rian lupa kalo dia berjalan terburu buru sehingga tidak menghirau kan orang sekaliling nya.
"Maaf saya mau bertemu dengan Bayu apa dia ada dikantor?"
"Apa anda sudah ada janji?"
"Belum tapi tolong katakan padanya saya Rian dari Pt.Mustika sudah menunggu nya,"
Securiry itu mengangguk dan menyuruh resepsionis menghubungi asistennya Bayu.
"Itu Pak Indra asisten nya pak Rian anda tanyakan saja kepadanya karna tadi beliau memang makan siang diluar."
Rian pun menghampiri pak Indra menanyakan dimana Bayu setelah tahu Bayi dimana dia langsung menyusulnya ke tempat tersebut.
__ADS_1
Ternyata benar Bayu masih saja ada di sana dengan seorang wanita, etah siapa wanita itu Rian tidak mengenal nya dan dia juga tidak ingin tahu siapa itu.
"Bagus ya lo malah asyik-asyik mesra-mesraan di sini," ucap Rian mengepalkan tangan nya.
"Apaan sih lo datang-datang marah-marah gak jelas," ucap Bayu tidak mengerti.
"Bac** lo," ucap nya.
Bugg
Rian langsung menghajar wajah Bayu hingga tersungkur membuat para pengunjung bingung mereka menjadi penonton tidak ada yang memisahkan.
"Apaan sih kamu kenapa kamu menghajar pacar saya?" ucap wanita itu membuat darah Rian semakin mendidih dia kembali melayangkan satu bogem mentah kepada Bayu hingga bibir Bayu berdarah.
Dan perkelahian pun tak terealakan Bayu membalas pukulan Rian sehingga mereka harus di pisahkan oleh keamanan.
"Ingat ya lo udah hianati Melati jadi, jangan salahin gue kalo gue bakal rebut dia dari lo," ucap nya pergi begitu saja, Rian melupakan tujuan nya karna terlalu kesal kepada Bayu.
Walau pun umur Bayu lebih tua dari nya tapi dia tidak takut dia tidak akan memaafkan apa yang telah dia lakukan pada wanita yang di cintainya.
Sedangkan Bayu nampak menyaka bibir nya yang berdarah.
Bayu menatap tajam wanita itu dia benar-benar kesal kenapa wanita itu terus saja mengganggu nya, dia benar-benar sangat risih sekali.
"Lepas jangan ganggu aku lagi, ini semua gara-gara kamu kalo saja kamu gak ada di sini semua gak akan seperti ini, awas saja kalo sampai Rian menceritakaan yang tidak-tidak kepada istriku aku akan membuat perhitungan denganmu," ucap nya pergi begitu saja.
Sedangkan wanita itu menyunggingkan senyum nya, ini yang dia inginkan melihat Bayu bertengkar dengan istrinya dan kemudian mereka bercarai itu yang dia tunggu.
"Kita lihat saja Bayu, kamu akan menjadi milikku lagi selama nya."
Rian sudah kembali ke rumasakit ternyata sudah dua jam dia meninggalkan Melati dia penasaran bagaimana keadaannya apa dia sudah melahirkan begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala nya.
"Om, Tante gimana keadaan nya sekarang?"
"Operasi nya masih berjalan, kita do'akan saja yang terbaik."
Rian pun berdo'a dalam hatinya semoga Melati dan bayinya selamat.
__ADS_1
Ruang operasi pun terbuka terlihat suster membawa seorang bayi entah laki-laki atau perempuan yang jelas perawat itu nampak tergesa membawa bayi itu ke ikobator.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Om Kenta.
"Kondisi nya kritis dia pendarahan dan memerlukan darah yang banyak, bagi kalian yang mempunyai golongan darah yang sama sebaiknya segera memeriksa siapa tahu darah kalian bisa membantu karna golongan darah nya itu sangat langka dan di rumasakit ini stok nya kosong."
Kenta dan Ayunda pun saling menatap satu sama lain karna golongan darah mereka tidak ada yang sama.
"Golongan darah saya sama dok dengan Melati," ucap Rian tiba-tiba membuat mereka kaget bagaimana bisa darah mereka sama karna darah Melati sangat langka.
Biasa nya darah tersebut hanya di miliki oleh saudara kandung atau satu keturunan.
Rian pun segera masuk kedalam ruangan untuk diambil darah nya.
Sedangkan Ayunda menatap Kenta curiga dia yakin kalo Kenta tau sesuatu mengingat Rian pernah pacaran dengan Melati dan dia yang menentangnya, bagaimana bisa Rian memiliki darah yang sama dengan Melati?
"Apa benar Rian adalah keponakan kamu?"
"Tentu saja kenapa kamu bertanya seperti itu?"
Kenta mendadak berkeringat saat Ayunda menatap nya seperti itu.
"Mas kamu bohongkan sama aku, katakan Mas?"
Ayunda tidak percaya karna golongan darah mereka sama apa jangan-jangan Rian anak Mas Arya dari wanita lain itu yang ada di pikiran Ayunda sekarang.
Kenta pun menarik tangan Ayunda agar mengikuti nya, mereka berjalan ke arah taman di samping rumasakit.
Sedangkan Rian yang baru saja keluar dari ruang pengambilan darah merasa bingung melihat om dan tante nya pergi dengan terburu- buru.
"Sus bisa minta tolong antarkan saya kesana?" ucap Rian meminta bantuan suster agar mendorong kursi roda ke arah mereka pergi.
Kondisi Rian benar-benar lemah paska diambil beberapa kantung darah sehingga dia kesusahan berjalan.
Rian di bantu suster memakai kursi roda, sehingga memudahkan untuknya.
Suster itu mengantarkan ketempat yang Rian maksud yaitu taman dimana Kenta dan Ayunda berada.
__ADS_1
Rian berada di belakang mereka namun mereka tidak menyadari nya karna Rian memakai kursi roda.