
Dira akhirnya sampai di depan rumah dia pun segera turun dari dalam mobil, dia celingukan ke arah rumah dan berharap Rian tidak melihat nya turun dari mobil Radit.
"Terimakasih banyak ya, maaf sudah merepotkan."
"Gak papa kok santai saja kita sedang tidak buru-buru kok," jawab Radit tersenyum.
"Iya,kak aku boleh kan kapan-kapan main ke rumah?" lanjut Raina membuar Dira mengangguk dia tidak mungkin menolak permintaan gadis itu.
"Boleh nanti kasih kabar dulu ya takut nya aku gak ada di rumah," ucap nya.
"Oke siap," jawab nya.
"Kami pamit ya," ucap Radit.
"Iya, hati-hati di jalan," ucap Dira sambil melambaykan tangan nya.
Sedangkan Rian yang baru saja keluar rumah tak sengaja melihat itu semua, dia mengepalkan tangan nya kesal.
"Oh jadi ini urusan yang kamu maksud, oke akan ku balas kamu," batinnya.
Rian pun segera masuk kembali sebelum terlihat oleh Dira.
"Kamu baru pulang nak?" tanya Mbok Darmi.
"Iya bu tadi aku mampir ke toko buku dulu," jawab nya.
"Ya sudah kamu mandi sana, nanti bantu ibu di dapur untuk menyiapkan makan malam," ucap nya.
"Baik bu, aku ke kamar dulu yah."
Dira pun segera masuk ke dalam kamar nya, namun dia kaget saat melihat Rian sudah ada di dalam kamar nya.
"Ka-kakak ngapain di sini?" tanya Dira memelankan suara nya takut kalo ada yang mendengar di luar.
"Tentu saja aku ingin bertemu dengan istriku apa tidak boleh?" tanya Rian mendekat kan tubuh nya namun Dira terus mundur hingga badannya mentok menyentuh pintu.
"Apa ada yang bisa aku bantu?"
"Tidak ada aku hanya ingin di sini bersama mu," jawab nya sambil tersenyum genit.
Dira pun susah payah menelan silva nya dia bingung kenapa Rian jadi seperti itu, dia pun memberinkan diri menyentuh kening suami nya itu.
"Tidak panas, apa anda kesambet?"
"Ya Tuhan Dira apa sih kamu ini, aku cuma ingin menemanimu saja di sini," jawab nya.
Namun Dira malah bingung apa yang harus dia lakukan untuk mengusir Rian dari sana, sedangkan Dira harus segera mandi dan membantu Ibu nya di dapur.
"Apa kamu sudah sholat isya?" tanya Rian.
__ADS_1
Dira pun menggelengkan kepalanya, karna dia belum sempat mengerjakan nya, sedangkan sholat magrib dia lakasanakan di mesjid dekat toko buku.
"Ya sudah mandi sana kita berjamaah bersama karna sudah menjadi kewajibanku menjadi imam mu," ucap nya.
"Tapi-
"Sudah ayo sana tidak ada tapi-tapian,lebih cepat lebih baik."
Dira pun dengan tubuh bergetar melewati suami nya itu, dia meletakan tas dan bawaan nya di meja rias setelah itu mengambil handuk dan juga pakaian.
Dira segera masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya,dia benar-benar kesal kanapa Rian harus menunggu nya di sana kan dia malu kalo ada orang lain yang masuk ke dalam kamar nya.
Rian benar-benar menepati janji nya dia menjadi imam malam itu setelah itu dia kembali kedalam kamar nya, sedangkan Dira masih mematung dia tidak menyangka kalo mereka akan sedekat itu.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu terdengar membuat Dira tersadar kalo ada orang yang mengetuk pintu.
"Iya sebentar," ucap nya sambil melipat mukena dan melatakan nya di tempat semula.
Dira pun membuka pintu kamar terlihat Ibunya sudah berdiri di sana.
"Maaf Bu aku baru selesai sholat, ayo aku bantu ibu memasak," ajak nya.
"Ibu sudah selesai nak,kamu panggil Mbak Melati suruh makan malam dan juga Mas Rian ya, ibu harus pulang Bapak mu tadi telpon katanya meriang," ucapnya.
"Baiklah kalo begitu nanti kalo ada apa-apa sama Bapak telpon Dira ya bu," ujarnya dan Mbok Darmi pun mengangukan kepalanya.
Setelah kepergian ibunya Dira mengetuk pintu kamar Melati, dan Melati pun langsung membuka nya.
"Ada apa Dek?"
"Mbak makan malam nya sudah siap," ucap nya.
"Oh ya sudah kalian makan duluan ya, Mbak dan Mas Bayu mau ke luar sebentar ada acara," ucap nya.
"Apa Baby B mau di bawa? ini kan sudah malam," ucap nya.
"Tidak, aku sudah menitipakan nya dia kamar Rian nanti kamu bantu dia ya takut nya terbangun tadi saat aku antarkan kesana dia sedang tidur," ucap nya dan Dira pun menganggukan kepalanya.
Dira pun kembali turun yang di tuju nya adalah kamar Rian dia harus memastikan kalo keponakan nya baik-baik saja.
Setelah mengetuk pintu Rian pun langsung membuka nya dia tersenyum senang melihat nya.
"Ka makan malam nya sudah siap, apa kakak mau makan malam sekarang biar aku siapkan," ucap nya.
__ADS_1
"Kita makan malam di sini saja kita tidak mungkin meninggalkan baby B sendiri di sini," ucap nya.
Dira pun mengangguk namun sebelum pergi dia menarik tangan Dira.
"Apa lagi?"
"Bawa sekalian makan malam mu kita makan bersama di sini," ucap nya.
Dira pun menghela nafas dan sedikit tersenyum paksa.
"Baik, ada lagi?"
"Tidak ada, pergilah dan cepat kembali."
Dira pun segera pergi kedapur mengambil makan malam untuk mereka, sedangkan Melati dan Bayu baru saja berangkat setelah pamit kepada Rian.
"Titip baby B ya, kalo ada apa-apa hubungi aku," ucap Melati.
"Iya sana pergi," jawab nya.
Mereka pun pergi dan setelah Melati pergi Dira pun kembali membawa satu nampan berisi dua piring nasi dan lauk nya.
"Ini makanan nya," ucapnya meletakan di atas meja ini kali pertama nya dia masuk kedalam kamar Rian, kamar nya sangat rapi dan juga luas ada puluhan buku yang tertata di atas lemari membuat Dira kagum melihat nya.
Ternyata Rian hobby membaca sama seperti diri nya.
"Kok malah bengong sih? ayo kita makan bersama," ajaknya menarik tangan Dira agar duduk di samping nya.
Dira pun hanya menurut saja toh dia juga sudah lapar sekali,namun sebelum makan Dira menanyakan Melati.
"Apa Mbak Melati sudah pergi?"
"Kenapa, kamu takut kalo dia masuk kesini dan melihat kita berdua?" tanya Rian dan Dira pun mengangguk.
"Tenang lah dia sudah pergi beberapa saat yang lalu, ayo kita mulai makan malam kita," ujar nya.
Mereka pun makan dengan hening hanya suara sedok yang terdengar tidak ada yang memulai pembicaraan hingga suara tangis Baby B terdengar membuat Dira langsung bergegas menghampiri keponakan nya itu yang menangis di atas tempat tidur Rian.
Untung saja makanan nya sudah habis jadi dia bisa segera melihat apa yang terjadi dengan Baby B.
"Kenapa dia?" tanya Rian.
"Pipis deh kaya nya, apa kakak sudah membawa pampers nya ke sini?" tanya Dira.
"Entah lah aku tidak tahu, tapi Melati tadi memberikan tas kepadaku mungkin ada di sana," ucap nya mengambil tas yang ada di dekat tepat tidur.
Dira dengan telaten mengganti nya dan mengendong Baby B agar tidak menangis, Rian pun tersenyum melihat nya ternytaa Dira sudah mampu mengurus bayi.
"Mungkin nanti kita juga akan memiliki bayi seperti itu," batinnya.
__ADS_1